Chan Sakit.

1.3K 69 2
                                        

Selagi Dino tidur, Seungcheol juga merebahkan tubuhnya dikasur Dino. Ia memainkan ponselnya hingga melihat pesan masuk di grup keluarganya .

Tingg..
✉️
👨 : Hari ini Jungchan nerima rapor kan? Gimana hasilnya?
🍒: he did his best, pa. Chan juara 2!

Drrt drrttt
Sang ayah menelepon.

📞
👨 : dimana chan?
🍒: tidur pa (berbisik)

- - - - -

Seungcheol bingung mengapa papanya langsung mematikan telepon. Setelah itu sepertinya Chan terusik hingga terbangun.
"Eh bangun lo? Bagus deh, ayo lo harus makan." Ucap seungcheol
Chan masih belum sepenuhnya sadar, tapi ia mengambil HP nya dan melihat notif pesan itu. Seketika ia terbangun dan membelalakkan matanya.

"Kenapa?" Heran seungcheol
"Gimana reaksi papa setelah tau gue juara 2?" Chan kembali menangis
"Eh eh kok nangis lagi? Gapapa, papa gak ada bilang apa. Kenapa lo jadi takut banget?" Seungcheol semakin bingung.
"Jungchan!!!! Stop please!! Gaada yang masalahin ranking lo!" Seungcheol sedikit kesal, ia mengambil beberapa lembar tisu dan menghapus air mata Chan.

"Harus gimana gue biar lo mau makan? Gue  bawa kesini trus suapin lo?!"
Chan menggeleng.
"Gue mandi dulu." Jawab chan.
"Oke, habis mandi gue tunggu di meja makan. Kalo ga turun juga, gue seret lo." Ancam seungcheol.
"Ya ya, ngancem lo." Chan pun pergi mandi.
Sesuai yang diperintahkan kakaknya, Chan ke meja makan dan disana sudah ada seungcheol yang menunggunya. Mereka pun akhirnya makan bersama.
"Jungchan, makan yang bener!" Ucap seungcheol
"Kan udah." Jawab chan singkat.
Seungcheol hanya menghela nafasnya, ia tak ingin Chan badmood dan tidak melanjutkan makannya.

Melihat adiknya sudah lebih baik hari itu, Seungcheol merasa cukup tenang. Walaupun sisanya chan hanya mengurung diri dikamar. Seungcheol juga terus berpositif thinking bahwa chan sesedih itu hanya karna dia seorang anak yg ambisius dan saat ini sedang kecewa karena hasil tidak sesuai ekspektasinya.

Keesokan harinya, seungcheol pergi bekerja seperti biasa. Karena chan libur semester, jadi seungcheol sarapan sendiri dan membiarkan Chan tidur sampai siang. Hampir setengah hari seungcheol di kantor, semuanya masih berjalan seperti biasa. Hingga telepon masuk dari Bibi Kang.

Drrrtt
📞
"Halo?"
👵 : nak seungcheol.. gini hemmm
🍒: iya bi? Ada apa?
👵: nak Chan..
🍒: kenapa chan???
👵: maaf sebelumnya, jadi gini.. tadi karena Jungchan tak kunjung bangun sampai jam 10, bibi bangunin dia agar sarapan nak.. dia bangun dan ke meja makan. Bibi engga begitu merhatiin pas dia baru duduk. Terus beberapa saat kemudian dia malah lari ke toilet, bibi samperin karena kayak ada yang gak beres. Tau-tau nak chan sudah muntah-muntah.
🍒: terus sekarang dimana???
👵: ini dirumah sakit nak.. lagi ditangani dokter di UGD.
🍒: ckkk.. rumah sakit mana bi?
👵: rumah sakit sepert biasa.
🍒: oke tolong standby sampe saya datang.

- - - -

Dengan rasa khawatir, panik, dan kesal seungcheol memacu mobilnya kearah rumah sakit.
Sesampainya disana, dengan segera ia menuju UGD dan melihat bibi Kang duduk didepan ruangan itu.
"Bibi!" Panggil seungcheol
"Nak seungcheol.. duduk dulu nak." Jawab bibi kang yang menyuruh seungcheol duduk karena ia tampak terengah-engah.
"Bi, gimana?" Tanya seungcheol
"Tadi pas habis muntah-muntah, bibi lihat wajahnya sangat pucat. Jalanpun dia linglung nak.. awalnya dia menolak kerumah sakit, cuma bibi paksa. Bibi menelepon ambulance agar cepat dapat penanganan."
Seungcheol mengusap wajahnya kasar "Makasi ya bi, bibi pasti khawatir."
"Maaf bibi lalai nak, coba aja bibi lebih awal membangunkan nya. Pasti dia engga sampai drop seperti tadi."
"Bibi engga salah, dia emang kurang sehat dari kemarin. Dia pasti stress gara-gara rankingnya."

Ceklek
"Permisi, keluarga pasien Lee Jungchan?" Ucap suster.
"Saya kakaknya, Sus." Jawab seungcheol
"Tolong ikut masuk sebentar." Suster dan seungcheol pun masuk dalam.

Suster menuntun seungcheol sampai dihadapan dokter.
"Ada apa dok? Adik saya baik-baik saja?" Tanya seungcheol kemudian ia melirik adiknya yg terbaring diranjang rumah sakit. Wajah polosnya begitu pucat dan punggung tangannya tertancap infus.

"Pasien banyak kehilangan cairan tubuhnya. Dia juga asam lambung, yang ini cenderung karena stress berlebih. Jika dirawat inap disini akan mempercepat pemulihan nya. Saya butuh persetujuan anda." Ucap dokter
"Rawat saja dok. Apapun yang terbaik tolong lakukan." Jawab seungcheol.
"Baiklah. Tolong lebih diperhatikan agar pikirannya tidak terlalu stress."
"Baik dok, saya mengerti."

Chan masih tampak menutup matanya. Entah dia tertidur atau bagaimana. Setelah persetujuan seungcheol, chan pun dipindah keruang rawat.
Seungcheol mengusap kepala Chan begitu sampai diduang rawat. Chan membuka matanya.
"Halo?" Sapa seungcheol, chan tersenyum canggung.
"Lo tau kenapa lo begini sekarang? Hemm gue rasa para dokter atau suster udah afal deh sama wajah lo." Ucap seungcheol
"Hah?" -chan
"Coba inget-inget, tahun ini lo banyak kali dateng kesini kan? Haha."
"Makanya kalo suruh makan ya makan, suruh jangan begitu kepikiran ya jangan." Tambah seungcheol
"Ish yaudah si, gue sakit malah di marahin." Jawab chan.
"Gue kagak marah ya bocah.. gue khawatir lagi kerja di kantor malah dapat kabar kalo lo lagi dirumah sakit."
"Hehe maaf ya hyung tersayang gue."
"Eww jijik."

Tingg
Pesan masuk pada HP seungcheol.
✉️
😇 : seungcheol, lunch bareng yuk? Bills on me.
🍒 : gak bisa hari ini
😇 : ada meeting kah?
🍒: nope. Lagi jagain adek lu
😇: Chan? Kenapa? Nangis lagi gara-gara peringkat 2?
🍒: opname lagi dia, tadi pagi muntah-muntah.
😇: hah? Mendadak banget. Sharelok, gue jenguk.
🍒: 📍location.

- - - - -








Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang