Weekday, memang berarti hari kerja. Mereka yang umumnya menjalankan aktivitas di hari senin - jumat. Begitu juga untuk siswa seperti chan. Di hari yang masih dalam musim panas ini, Chan sering diantar seungcheol. Namun suatu hari, tiba-tiba saja ia ingin berangkat sendiri dengan sepeda nya.
"Tapi ramalan cuaca hari ini masih sangat panas, dino. Lo nanti dehidrasi. Kalau udah agak turun aja suhunya ya." Ucap seungcheol yang melarang chan berangkat sendiri.
"Tapi hyung, gue berangkat jam 6, pulang juga sekitar jam 4an. Udah agak turun suhunya." Dino bersikeras.
"Jujur, ada apa? Kenapa lo maksa banget sedangkan lo kan ga suka panas?" Tanya seungcheol
"Janjian sama temen-temen juga sih." Jawab chan.
"Vernon? Seungkwan?"
"Iyaaaa"
"Ah serah dah, gue mau tidur. Keluar lo dari kamar gue." Seungcheol sedikit kesal.
"Oke, Malam hyung." Dino keluar dan merasa diberi izin oleh hyung nya tersebut.
Keesokan harinya, benar saja dino berangkat pagi-pagi dengan mengayuh sepedanya.
"Oi jadi lo beneran lebih milih ini daripada minta maaf ke gua?" Ucap salah satu siswa yang tampaknya cukup brandal.
"Gue ga salah, buat apa gue minta maaf ke lo hah? Yang ada lo harusnya minta maaf ke gue, lo nabrak gue sampe gue jatuh." Jawab chan
"Lo juga yang bikin minuman gue tumpah. Mana duit gue habis jadi gabisa beli lagi"
"Lah lo yang lari-larian, kocak!"
"Oke skipp.. pulang sekolah gue tunggu lo."
"Okehh!"
Saat dikelas, chan tengah mengobrol bersama vernon dan seungkwan.
"Jadi gimana chan tentang yang kemarin sama anak kelas sebelah itu?" Tanya vernon
"Gue nerima tantangan dia. Gue udah bawa sepeda." Jawab chan.
"Lo yakin? Dia pasti licik. Lo hati-hati deh." Ucap seungkwan
"Tenang aja.."
"Kita bakal nemenin lo nanti."
"Gak usah, kalian balik aja."
"No, dah pokoknya kita nemenin lo."
Ketika waktu menunjukkan pukul 16.00, bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang. Di sebuah taman yang sudah terbengkalai yang tak jauh dari sekolah, chan dengan vernon dan seungkwan, kemudian siswa yang menantangnya bersama beberapa temannya sudah berada disana.
"Badan lo kurus tapi nyali lo oke juga ya Jung Chan." Ucap siswa tersebut
"To the point, gue ga punya banyak waktu." Jawab chan.
"Haha nantang." Siswa itu bertepuk tangan dengan senyum remeh.
"Kita lomba sepeda dari sini, mengitari taman ini sekali aja. Kalo lo menang, gue bakal minta maaf ke lo. Tapi, kalo gue menang, lo harus minta maafnya sambil berlutut kemudian beliin gue minuman kemarin tuh 2 kotak." Ucap siswa.
"Chan.." seungkwan menarik tangan chan.
"Oke, dan kita harus main bersih ya." Ucap chan. Siswa tersebut hanya tersenyum miring tanpa menjawab chan. Ia kemudian bersiap dengan sepedanya, chan pun ikut bersiap.
"Lee jung chan-ah, hati-hati." Bisik vernon dan seungkwan.
"Gue bakal baik-baik aja." Jawab chan tersenyum.
3...2...1.. GO !!!!!
Chan vs Siswa itu mulai mengayuh sepedanya.
Sesuai prediksi, siswa itu sangat curang. Dia mengganggu chan. Namun karena chan sudah berjaga-jaga, chan dapat mengelak dan menyalip siswa itu.
"Sial!! Bisa-bisanya dia menghindar." Siswa itu menggerutu. Karena menggerutu, ia pun gagal fokus sehingga membuatnya jauh dibelakang chan.
"Bro ayo dong cepat. Lo apa-apaan sih. Dia bentar lagi sampe!!!" Teriak salah satu temannya
"BACOT LO SIALAN!" Jawabnya dengan amarah. Siswa itu menggayung sekuat mungkin, namun nihil. Chan sampai di garis finish dengan mulus.
"Jung chan-ah.. selamat! Gue seneng lo aman sampe finish." Sambut kedua temannya.
"ARRGGHHHHH SIALAN!!!!!"
Seperti ke-setan-an, siswa itu kembali mengayuh kuat sepedanya. Arah yang ia tuju mengarah ke tempat chan dan kedua temannya. Merasa mereka dalam bahaya, chan menarik kedua temannya dan membiarkan sepedanya ditabrak oleh siswa berandal itu.
"LO GILA BRO??!!!" Teriak teman siswa tsb.
Setelah menabrak sepeda chan, siswa tersebut kehilangan keseimbangan sehingga hampir terjatuh ke bidang miring yang berada di taman itu. Hati baik chan membuatnya tanpa ragu dan dengan cepat menarik baju siswa itu agar tak terjatuh. Sayangnya, air susu dibalas dengan air tuba. Siswa tersebut malah menarik balik chan sehingga membuat keduanya jatuh.
"CHAN!!!!!"
"YAA!!!!!"
Walaupun tidak tinggi, namun tetap saja lahan miring atau tebing itu berbahaya. Mereka terguling hingga ujung. Keduanya pingsan dibawah sana. Teman-teman mereka sangat panik, walaupun seharusnya vernon&seungkwan dengan teman siswa itu adalah musuh, namun saat itu mereka malah bekerja sama untuk bisa saling menolong. Dengan sangat bersyukur, mereka dapat turun kebawah.
"Lee jung chan.. sadar."
"Chan-ah, bangun pleasee."
"Ya! Manusia gila! Sadar bgst!"
"Woi sadar, gila!"
Mereka saling berusaha membangunkan chan atau siswa itu yang masih pingsan. Kondisi mereka kotor, beberapa bagian tubuhnya juga tampak luka-luka. Beberapa menit kemudian, chan ataupun siswa itu sadar.
"Jung chan-ah, ku harap kau baik-baik saja." Ucap salah satu teman dari siswa brandal tersebut.
"Sebaiknya hanya kita saja yang tahu hal ini." Ucap chan kemudian disetujui oleh semuanya.
"Chan, ayo berdiri. Kita naik pelan-pelan." Ucap seungkwan
"Seungkwan.. vernon... tangan gue.."
"Kenapa chan?!"
"Sakit banget gabisa gerak. Ini kenapa.."
"Chan.. oke lo tenang. Kita naik pelan-pelan terus ke klinik deket sini. Ayo paksa bentar."
Chan dibantu vernon dan seungkwan naik keatas, begitu juga dengan siswa tersebut.
Kini mereka telah sampai di klinik, chan diperiksa dan tangannya diperban.
"Chan gimana tangan lo?" Tanya seungkwan
"Keseleo aja katanya." Jawab chan
"Terus bagian mana aja luka?"
"Gaada kok. Tangan doang nih paling sakit."
"Btw seungkwan, vernon, makasi ya udah bantu gue. Maaf lo jadi kesulitan tadi. Gue traktir sesuatu yuk?" Ucap chan
"Jangan mikirin itu, lo pulang aja terus istirahat. Traktir kita besok-besok aja." Jawab seungkwan.
"Chan tapi lo bisa bawa sepeda? Tangan lo kan sakit?" Tanya vernon
"Bisa, aman. Dah yuk balik tar keburu sore." Chan, vernon, seungkwan pun pulang.
Chan pulang mengayuh sepedanya dengan pelan, hingga ia berhenti di suatu toko pakaian.
"Jas gue ketinggalan di loker, gue harus nutupin baju gue yang kotor ini maupun perban di tangan gue." Gumam chan
Ia pun masuk kedalam toko. Chan dengan cepat mengambil jaket oversize lalu membawanya ke kasir tanpa memilih lama-lama.
Keluar dari toko, chan memakai jaket tersebut dan melanjutkan perjalanannya.
Tbc.
Fyi : walaupun sepedanya di tabrak tp masih gpp ya, masih bisa dipake😁 cuma lecet" di body sepedanya doang. Hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
