Besok harinya, chan merasa lelah saat bangun tidur. Mungkin karena ia habis menangis dan begadang.
"Pagi papa, papa lagi bikin apa?" Tanya chan yang melihat papa nya sibuk di dapur.
"Papa bikin sarapan, chan." Jawab papa lee.
"Bibi Kang mana?"
"Papa suruh libur, kasi cuti ke dia. Dia pasti butuh itu."
"Ohh kapan dia pulang?"
"Kemarin siang, kamu ga nyadar ya gaada bibi?"
"Engga hehe."
"Yaudah makan terus berangkat sekolah."
Chan dan papa pun menyantap sarapan bersama.
Hari itu, papa lee WFH. Ia ingin libur dari bising nya suara-suara dalam kantor. Kebetulan Mama Lee meneleponnya saat itu.
📞
👩🏼: sayang, bagaimana kabarmu?
👨: aku baik, kamu gimana? Semuanya aman?
👩🏼: gimana kamu sama Jungchan? Kamu engga kelewatan sama dia kan?
👨: menurut kamu? Apa kamu ada dengar berita aneh tentang kita? Engga kan?
👩🏼: aku minta kamu ga usah berlebihan ya, aku denger chan ambil banyak banget les. Itu semua pasti kamu yang suruh kan?
👨: terus kenapa?
👩🏼: jangan terlalu menekan anakku.
(Tanpa sepengetahuan papa Lee, Chan telah pulang sekolah dan sedang berada di depan pintu. Ia tiba-tiba enggan masuk setelah mendengar ayahnya menelepon.)
👨: iya dia anak kamu, anak kamu aja.
👩🏼: kamu kenapa lagi sih?
👨: aku merasa muak, alinne.
👩🏼: muak sama anak kita sendiri??? Waras kamu?
👨: KAN AKU UDAH BILANG ENGGA USAH LAHIRIN DIA! Seungcheol saja cukup.
👩🏼: SEUNGYEON! yang ngajak pergi liburan setelah aku keguguran dulu siapa? Kamu kan? Terus kenapa kamu ga hati-hati juga saat itu?
👨: kamu terlihat terpuruk sayang. Maka dari itu, ahh..oke aku jujur, aku sebenarnya hanya menginginkan satu anak. Dan kelahiran seungcheol saja sudah cukup untukku. Tapi aku juga tak ingin egois sehingga aku berusaha menuruti keinginanmu untuk memiliki seorang anak lagi. Dan ketika kamu keguguran, aku hanya khawatir dengan kondisimu.
👩🏼: *hikss.. Kamu gila, seungyeon!
👨: sayang, aku minta maaf. Aku berusaha biasa saja selama ini, namun ketika aku dengar Jungchan sering membuat masalah, aku muak dan Aku tidak mengharapkannya lagi. Jadi, Setidaknya dia harus nurut dan membanggakan agar aku bisa menerimanya kembali.
👩🏼: gabisa gitu dong, dia sudah lahir dan sudah sebesar ini. Aku tetap menyayanginya. *hiks hiks
👨: entahlah, alinne. Maaf membuatmu menangis, aku harus kerja. I love you.
- - - -
Gemetar, tak habis pikir. Chan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia sangat terkejut dengan apa yang ia dengar barusan. Ia menarik nafasnya dalam-dalam dan berekspresi seperti biasa agar ayahnya tak curiga. Bahkan chan mengulang langkahnya beberapa meter dari pintu masuk. Chan juga mengeraskan suara langkah kakinya.
Ceklek..
"Eh Papa engga ke kantor?" Basa-basinya saat memasuki rumah dan melihat ayahnya.
"E-eh iya papa WFH. Kok udah pulang?" Tanya papa lee agak kaget.
"Iya hari ini tiba-tiba pulang cepat. Aku ke kamar dulu ya, ada PR. Aku mau selesaikan itu sebelum les nanti." Ucap chan dan pergi ke kamarnya.
Sampai di kamar, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seungcheol.
✉️
🦖: hyung..
(Chan terus memandangi ponselnya hingga seungcheol menjawab chat nya.)
🍒: sorry baru bales. Kenapa dino?
🦖: gapapa, mau nanya sesuatu deh. Ada waktu?
🍒: ya tanya aja, ada apa?
🦖: gimana asal usul gue lahir kedunia ini?
🍒: anjir pertanyaannya
🦖: hahaha, dah jawab cepetin.
🍒: intinya pas itu mama papa di Inggris dan ketika mereka pulang, mereka bilang kalau mama lagi hamil. Yaa gue seneng karna bakal punya adik. Dan jeonghan tau kan.. dia super excited haha. Dia nawarin diri buat jadi pelayannya mama selama mama dirumah. Yaaa namanya bocah 9 tahun kan random aja ya hehe.
🦖: berarti gue di harapkan ya lahir kedunia ini.
🍒: iya lah! Gue malah bersyukur banget ada lo. Ngapain juga sih lo nanya gini?
🦖: gara-gara tadi disekolah main-main gini sama temen-temen hyung hehe.
🍒: dasar bocah.. hahaha
Senyum terukir di bibir chan. Setidaknya dia tahu bahwa kakaknya benar-benar tulus menyayangi nya. Hmm bahkan jeonghan hyungnya juga sangat menyayangi nya. Dua orang saja cukup, pikirnya.
Chan menguatkan dirinya, ia bersih-bersih kemudian belajar hingga guru les nya datang. Chan menjalaninya lancar, ia juga tampak biasa-biasa di depan papa nya.
Hingga malam hari, papa lee sudah siap menyiapkan makan malam di dapur. Ia memanggil chan dan mengajaknya makan bersama.
"Oke Jungchan, nih minum sekarang vitaminnya." Entah bagaimana membawa vitamin tersebut selalu ada di tangan papa lee.
Chan mengambil dan meminumnya, sulit sekali untuknya menelan. Karena harus merasakan rasa tidak nyaman di perut sehabis minum vitamin itu.
"Uhuk uhuk.." chan batuk-batuk.
"Pelan-pelan dong" ucap papa lee sambil menuangkan air di gelas chan.
"Uhuk uhuk... uhuk uhukkk.." chan kemudian berlari kearah toilet, ia memuntahkan semuanya, baik vitamin ataupun makanan yang telah ia makan tadi.
"Hey kamu gapapa?" Ucap papa lee
Dengan wajah pucat dan sempoyongan, chan menghampiri papanya.
"Aku ga bakal mati karna minum obat itu kan, pa?" Kalimat terakhir chan sebelum akhirnya pingsan di pelukan papanya.
"Loh chan? Hey bangun! Chan? Jungchan?!"papa lee kemudian menggendong chan ke kamarnya.
Kurang dari 10menit, chan akhirnya sadar dari pingsannya.
"Udah sadar kamu? Apanya yang sakit?" Tanya papa lee.
"Sekarang ga ada." Jawab chan lemas
"Kamu pelan-pelan dong kalau minum obatnya, kebuang semua kan jadinya?"
"Mau makan lagi gak kamu?" Tanya papa lee
"Engga pa. Aku mau tidur aja, boleh?"
"Yaudah kamu istirahat aja , papa juga sibuk. Besok kalo masih sakit, papa minta bibi Kang datang kerumah."
"Eh gausah gapapa, kasian bibi Kang kalau mendadak gitu."
"Yaudah kalau itu mau kamu, yaa papa keluar dulu."
Papa lee pun meninggalkan chan di kamarnya, saat itu juga Chan memilih untuk langsung tidur.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
AcakSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
