Life with them2

686 59 0
                                        

Malam harinya, setelah jam makan malam mereka masih berkumpul diruang TV. Kecuali sang ayah yang katanya mengambil ponsel ke kamarnya.
"Chan, anter gue ke toko ATK yuk? Ada yang mau gue beli." Ucap seungcheol sambil mengambil kunci mobilnya.
"Yuk. Kebetulan gue juga butuh pulpen warna merah nih."
"Ma, kita ijin keluar bentar ya." Ucap seungcheol
"Iya nak, hati-hati ya kalian." Jawab mama Lee
Baru saja bangkit dari duduknya, namun tiba-tiba dicegah oleh papanya.
"Eh eh mau kemana kalian?" Ucap papa Lee
"Ke toko ATK, pa." Jawab seungcheol
"Iya katanya ada yang mau dibeli sama mereka." Tambah mama Lee
"Seungcheol butuh apa? Jungchan butuh apa?" Tanya papa Lee
"Aku butuh pulpen merah." Jawab chan
"Yaudah seungcheol sama papa bakal beliin. Kamu masuk kamar, belajar. Lagian kok malah nonton TV sih." Ucap papa Lee
"Yaudah sih pa, kamu kenapa sih? Kasi aja. Orang seungcheol maunya sm Jungchan bukan sama kamu." Ucap mama lee.
"Engga gitu sayang, aku juga mau kerumah Yoon Dae Jung. Sekalian maksudnya."
"Oh Yaudah pa, gapapa. Tolong pulpen merah aja satu ya." Ucap chan
"Yaudah kalo gitu aku ke kamar dulu." Chan pun pergi ke kamarnya.
"Yaudah yuk, nak? Papa kangen jalan bareng sama kamu." Ucap papa Lee
"Oh iya pa, ayo." Seungcheol sudah tidak mood untuk pergi sebenarnya. Namun dia juga ga enak dengan papa nya.

"Pa, kenapa gak ajak chan sekalian?" Tanya seungcheol setelah masuk mobil.
"Papa takut kemaleman di rumah jeonghan, nak. Adikmu besok harus sekolah kan?" Jawab papa yoon kemudian mengemudikan mobilnya.

Sedangkan dirumah, mama lee cukup kesal dengan perilaku suami nya tadi. Kemudian dia pergi ke kamar chan.

Tok tok tok
"Sayang, mama boleh masuk?"
"Masuk aja ma" jawab chan dari dalam

"Aigoo kamu belajar apa?"
"Aku baca-baca aja sih ma. Hehe."
"Oh iya, mama suka olahraga apa?" Tanya chan
"Hmm mama kurang tau deh chan. Mama tuh dulu lebih sering ikut balet sama paduan suara semasih sekolah." Jawab mama lee
"Kalo kamu gimana?"
"Chan ikut basket di sekolah ma. Kebetulan juga besok jadwalnya. Jadi mungkin besok aku pulangnya lebih lambat ya." Ucap chan
"Ohh iya sayang. Nanti kabarin aja mama kalau mau dijemput."
"Aku biasanya pulang bareng temen atau naik bus ma."
"Iya, tapi besok mama yang jemput boleh kan?"
"Hehe boleh banget dong."
"Yaudah mama mau ke kamar dulu, kamu lanjut aja belajarnya. Kalau capek, langsung istirahat ya nak."
"Siap mama."

Disisi lain, seungcheol dan papanya memang singgah kerumah jeonghan. Saat sedang mengobrol, papa Lee sempat memperhatikan seungcheol yang tampak kurang bersemangat. Papa Lee pun jadi kepikiran.

"Apa seungcheol memikirkan Jungchan? Dia tidak boleh salah paham padaku. Apa caraku terlalu berlebihan? Aku harus memperbaiki semuanya." Batin papa Lee.

"Dae Jung-ah, kita ngobrol besok lagi ya. Anakku, jungchan takutnya membutuhkan pulpennya saat ini." Ucap papa lee
"Oh baiklah hyung. Sampaikan salamku padanya." Jawab papa Yoon.

"Nak, ayo pulang. Kasihan adikmu takutnya menunggu kita." Ajak papa Lee
Dengan bersemangat seungcheol bangkit dari duduknya.
Melihat perubahan ekspresi seungcheol, papa Lee jadi yakin bahwa seungcheol tadi memikirkan Chan.

Diperjalanan, papa Lee berinisiatif membeli sesuatu untuk mama lee dan chan.
"Seungcheol-ah, perlukah kita membeli sesuatu untuk mama dan chan? Kira-kira adikmu sudah tidur?" Tanya papa Lee
"Boleh juga. Kalau chan biasanya belum tidur jam segini." Jawab seungcheol.
"Oke nanti kita sambil lihat-lihat , kira-kira apa yang enak jajanan dimalam hari ini."

Mereka berhenti di suatu tempat street food dan membeli jajanan. Sesampainya dirumah, mereka kembali berkumpul untuk menikmati jajanan itu. Setelah itu, mereka kembali lagi ke kamar masing-masing.

Saat chan membereskan buku pelajarannya, pintunya diketuk oleh papanya. Ia mempersilakan papanya masuk.

"Besok sekolah sampai jam berapa?" Tanya papa Lee
"Jam 4 pa. Tapi aku ada latihan basket. Jadi pulang lebih lambat. Tadi juga udah bilang ke mama." Jawab chan.
"Kamu ikut kegiatan apa aja disekolah?"
"Aku mau daftar osis, basket, les bahasa Inggris juga."
"Selain bahasa Inggris, gaada pelajaran lain?"
"Ada kok, tergantung maunya apa."
"Oh iyadeh. Yaudah papa ke kamar dulu."
"Oke pa, selamat malam."
"Malam, nak."



Setelah malam itu, semua menjalani hari-hari seperti biasanya. Papa Lee juga tidak banyak komentar tentang kehidupan seungcheol maupun Jungchan.

Tiga minggu lamanya mama dan papa Lee di rumah, sesuatu terjadi di perusahaan mama Lee. Hal itu mengharuskan mama lee yang turun tangan. Rencana liburan selama 2bulan, akhirnya mau tidak mau cuma menjadi 3 minggu. Tanpa banyak persiapan, Papa dan Mama Lee terbang kembali ke Inggris. Belum juga hilang rasa rindu anak-anaknya, namun mau bagaimana lagi. Seungcheol dan Jungchan pun memahami keadaan itu.













Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang