Waktu demi waktu berlalu, walaupun Chan masih harus rutin cuci darah, setidaknya perasaan dan pikirannya tidak sedih. Kini, sejak kedua orang tuanya lebih banyak waktu bersamanya, Chan merasa jauh lebih bahagia. Bagaimana tidak, ia mendapat sangat banyak kasih sayang.
Papa Lee dan Mama Lee sering bolak-balik dari Inggris ke Korea. Mereka masih tetap harus mengurus perusahaannya disana. Awalnya mereka berniat memindahkan pusat perusahaan nya ke korea, namun karena sangat sulit jadi mereka memilih bolak-balik saja.
Sebenarnya walaupun chan senang kedua orangtuanya banyak waktu dirumah bersamanya, tetap saja ia berpikir bahwa tidak boleh egois. Sering kali juga Chan berkata pada orang tuanya untuk di Inggris seperti sebelumnya saja. Namun kedua orang tuanya menolak, mereka sekarang paham bahwa anak-anaknya sangat membutuhkannya.
Ketika Papa dan Mama lee di Inggris, saat jadwal cuci darah, chan biasa bersama seungcheol maupun keluarga jeonghan. Hubungan keluarga Yoon dan keluarga Lee sudah kembali baik. Mereka saling melupakan masa lalu yang buruk tersebut. Sebenarnya tidaklah renggang, hanya saja Mama Yoon yang terlalu marah sehingga untuk beberapa waktu ia tidak ingin menemui papa Lee. Namun kepada mama Lee, seungcheol, dan Chan tentu tidak ada masalah sedikitpun.
"Jangan khawatir seungyeon hyung, anak-anak bersama kami. Chan juga akan selalu kami perhatikan agar tidak sampai kelelahan."
Begitu kiranya ucapan papa Yoon setiap kali ia melihat kekhawatiran iparnya saat hendak pergi ke Inggris.
Mungkin inilah berkat dari kondisi keluarga yang baik. Baik dari segi pekerjaan, rezeki, dan kehidupan pribadi papa Lee sangatlah berbeda. Papa lee merasakan lebih banyak hal positif, semua yang ia lakukan selalu lancar. Walaupun tak luput dari cobaan, hanya saja cobaan yang begitu kecil sehingga sangat mudah untuk diatasi.
Seungcheol sebagai orang yang paling banyak menyaksikan pertumbuhan Chan, tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya sekarang. Adiknya tumbuh dengan banyak cobaan. Walaupun sekarang ia bisa merasakan bahwa chan lebih bahagia, seungcheol tetap tidak bisa selalu tersenyum. Ia selalu sedih setiap kali mengingat bahwa chan sedang sakit.
"Aishh ekspresi lo biasa aja kali? Gue gapapa. Udah biasa."
Setiap kali seungcheol sendirian menemani chan cuci darah, dan setiap kali chan menyadari raut wajah sedih seungcheol, chan pasti bicara seperti itu.
"Gue bakal selalu disisi lo chan. Gue bakal mengusahakan apapun buat lo. Lo harus bahagia." -sc.
Selanjutnya yaitu Jeonghan, kakak kedua dari Chan. Orang yang paling excited sejak awal mengetahui mama lee mengandung chan. Jeonghan sangat mudah menuruti atau memberikan apapun yang chan mau. Sekalipun misalnya ia tidak dari keluarga yang berada atau tidak sesukses sekarang, ia akan tetap memberikan yang terbaik bagi adik sepupunya itu.
Lee Jungchan, anak remaja belasan tahun yang hidup di lingkungan yang baik. Dan telah mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang baik dari keluarga maupun dari teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
De TodoSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
