Tingg..
Chan kembali mendapat sebuah pesan.
✉️Papa : saya sangat sibuk hari ini, lakukan segalanya sendiri. Jika butuh uang, telepon saya.
Dan ikuti jadwal les seperti biasa!
Chan mengangguk setelah membaca itu. Kemudian ia pergi ke dapur dan membuat sarapan. Ia hanya sarapan dengan roti selai. Setelah sarapan, chan mengambil buku dan membaca sambil menunggu guru les nya datang. Dia ada beberapa jadwal les hari ini.
Selesai mengikuti les pertama, chan merasa lapar. Kebetulan juga sebentar lagi jam makan siang jadi ia berpikir untuk keluar rumah dan membeli makanan. Sebelum pergi, ia mengirimi pesan kepada ayahnya.
✉️
🦖: Pa, aku akan makan siang diluar.
👨: baik. Segera pulang setelah makan. Les kedua mu dimulai pukul 13:30.
🦖: ya aku mengerti.
Kemudian chan pun berjalan kaki dan mencari resto terdekat.
"Ternyata sepi gini ya kalau minggu, udah lama gue gak ke daerah ini." Ucapnya ketika memasuki sebuah gang.
Ia juga memakai airpods untuk mendengarkan lagu selama perjalanan. Mungkin sekitar 7 menit ia sudah berjalan hingga ia menemukan resto yang akan dikunjungi. Dengan excited dia berlari kesana, namun baru setengah perjalanan, ia merasakan sesuatu dan menghentikan langkahnya.
Ngiiiiingg..
"Akhh telinga gue." Ucapnya sambil melepas airpods nya, karena ia pikir bahwa airpods nya membuat telinganya berdengung.
Dengungan nya keras membuat chan kehilangan keseimbangan dan ia terjatuh ketanah. Airpods yang tadi di genggamnya pun ikut jatuh berserakan.
"Akhhh, ini kenapa sih?" Ucapnya lagi sambil menepuk-nepuk telinganya.
"Lo baik-baik aja?" Seseorang datang dari belakang dan mengangkat tubuh chan. Ia sekaligus menuntun chan masuk kedalam mobilnya.
"Jungchan-ah, pelan-pelan tarik nafas lo." Saran orang itu sambil mengusap-usap punggung chan.
Setelah beberapa saat, dengungan telinga chan menghilang. Ia cukup rileks sekarang.
"Jun hyung?" Ucap chan setelah mengetahui orang yang membantunya adalah Jun.
"Lo udah enakan? Mau kemana?" Tanya Jun
"Mau cari makan siang. Lo kok bisa ada disini?" Tanya balik chan.
"Gue gabut aja, jadi niat keliling-keliling sambil cari makanan juga. Belum sarapan gue." Jawab jun.
"Lo mau ke resto itu gak? Kita makan disana yuk?" Ajak jun.
"Gue emang mau kesana, ayo." Jawab chan.
Sekarang mereka pun tengah duduk menunggu makanan yang mereka pesan. Sambil menunggu, mereka mengobrol.
"Jungchan, tadi awalnya lo kenapa?" Tanya jun
"Gue cuma jalan biasa, tapi tiba-tiba telinga gue berdengung keras banget." Jawab chan
"Lo lagi sakit?"
"Engga, nyatanya kemarin gue baik-baik aja kan?"
"Oh iya sih.."
"Tapi tadi kok lo bisa langsung tau kalau itu gue?"
"Engga juga, gue awalnya cuma mikir 'kok orang itu mirip jungchan yaa'.. terus gue niatnya nyalip biar yakin, eh lo malah jatuh."
"Ohh hehe, btw makasi ya. Gue bisa aja pingsan tadi terus tergeletak gitu aja dijalanan." Ucap chan terkekeh.
"Masih bisa ketawa lo?" Jawab Jun kemudian ia juga terkekeh.
"Btw chan, tadi pertama kalinya lo kaya gitu? Atau sebelumnya pernah?" Tanya Jun. Chan sempet terdiam sejenak.
"Hmm.. pernah." Jawab chan ragu-ragu.
"Kapan?"
"Beberapa waktu yang lalu." Jawab chan tidak jujur, karena jika ia bilang itu terjadi kemarin, pasti urusannya jadi panjang.
"Telinga lo berdengung? Itu aja?"
Chan diam, entah kenapa dia tak bisa berpura-pura dengan mulus saat ini.
"Gue juga pernah kaya lo tadi tu chan. Jadi kalo ga keberatan, bilang aja."
"Mi..mim-mimisan." Ucap chan terbata-bata.
Jun sebenarnya terkejut, tapi ia sudah mengatur diri agar terlihat biasa-biasa saja.
"Pusing?" Tanya jun
"Pingsan." Jawab chan
"HAH??" Kali ini jun tak dapat menutupi keterkejutannya.
"Eeh hyung.."
"Lo sampe pingsan?"
"Telinga gue berdengung, terus gue jatuh. Perlahan penglihatan gue kabur. Dan gue gak inget apapun lagi. Sekalinya gue bangun, hidung gue udah ada darahnya." Ucap chan santai
"What the hell Jungchan??!! Lo sesantai ini?"
"Okey chan, gue bakal kasitau sesuatu tentang diri gue ke lu. Mumpung kita cuma berdua. Mungkin lo udah tau, tapi biar gue yang ngomong langsung lagi." Ucap jun. Dia akan berbicara dan chan akan mendengarkan sambil makan karena pesanannya sudah datang.
"Jadi dulu gue tuh suka banget belajar, berambisi banget agar terus jadi yang pertama. Gue begadang cuma untuk belajar. Hari-hari gue cuma belajar dan belajar. Gak ada istirahat, karena jam istirahat pun gue pake belajar . Tapi lama-lama tubuh gue engga kuat. Tubuh gue ngasi sinyal, kek tubuh gue minta agar istirahat. Dibuatlah gue sakit. Persis kayak lo, gue mimisan, gue pingsan. Gue opname 2minggu di RS. Lo tau? Yang kayak gitu kalau keterusan bisa nimbulin penyakit berbahaya. Sejak saat itu gue ubah pola hidup gue"
"Jungchan, tolong sayangin diri lo. Gue tau lo juga sama suka belajar kayak gue. Tapi jangan terlalu over. Tubuh lo gak selalu sekuat kemauan lo. Telinga lo berdengung sampe lo pingsan itu tuh alarm dari tubuh lo. Dia minta lo istirahat. Paham kan?" Jun menjelaskan dengan pelan.
Chan hanya mengangguk, seperti tidak tahu harus menjawab apa. Jun benar, tapi dirinya tidak bisa untuk tidak belajar dengan cara yang biasa ia lakukan.
Chan menyeruput minumannya , kemudian ia meraba kantongnya dan menyadari bahwa airpods nya tidak ada.
"Hyung, airpods gue."
"Airpods? Lo bawa airpods?"
"Gue tadi pake, karna telinga gue berdengung jadi gue lepas. Gue gatau sekarang dimana."
"Tadi pas gue samperin lo, gue sempet liat apa apa lagi. Gue khawatir ke lo."
"Iya gapapa, gue baru nyadar airpods gue gaada."
Drrrttt drrrttt drrttt..
"Papa?"
"ASTAGA JAM 13.20????"
"Hyung gue harus balik, gue ada les jam setengah 2"
"Yaudah gue ke kasir dulu, gue anter lo pulang."
"Gue yang bayar." Chan bergegas duluan ke kasir dan membayarnya.
"Chan lu apa-apaan? Ngapain lu yang bayar?"
"Hyung makasi udah nolong gue, gue harus pulang sebelum guru les gue datang." Chan lari keluar resto.
"Eh tunggu, gue anter." Jun menyusul dan mengambil mobilnya. Chan pun mau diantar karena dengan mobil akan lebih cepat sampai dirumah.
Keberuntungan sedang tidak berpihak padanya. Chan sampai rumah pada pulul 13.25 dan mendapati gurunya sudah di depan pintu.
"Se-selamat siang, maaf saya tadi keluar untuk makan siang." Ucap chan
"Oh selamat siang Jungchan, tidak apa-apa. Saya juga belum lama. Hanya saja tadi Bapak meminta saya datang sedikit lebih awal, jadi saya sampai disini sekitar 13.20 tadi." Ucap guru les.
"Maafkan saya telah membuat anda menunggu, mari masuk." Mereka pun masuk kerumah.
Tingg..
Notifikasi pesan masuk.
✉️👨: DASAR SIALAN!
______
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
