Seungcheol dan jeonghan memilih untuk ke ruang rawat dino. Disana masih ada seungkwan dan vernon, begitu juga mama yoon yang baru saja sampai disana.
"Mama udah datang.." ucap jeonghan
"Iya sayang, papa baru datangnya lebih lambat." Jawab mama yoon.
"Aku sudah disini, ma. Harusnya kalian beristirahat saja" ucap seungcheol merasa tak enak.
"Jangan berbicara lagi seungcheol. Kamu itu seperti sama siapa aja deh." Ucap mama yoon.
"Hyung, gue pulang malam ini kan?" Tanya chan tiba-tiba.
"Ya gatau, belum ada info dari dokter. Dah lo jangan banyak tanya." Jawab seungcheol
"Oh iya, lo udah tau kalo mama papa bakal pulang?" Sambung seungcheol
"Hah serius??? Hyung siapa yang kasi tau?" Ucap chan dengan excited.
"Papa nelpon gue tadi."
"Yeeyyy gue ga sabar ketemu mereka!! Kangen!!!!"
Chan gembira. seungcheol, jeonghan, vernon dan seungkwan juga ikut merasa gembira. Namun berbeda dengan perasaan mama yoon.
"Mengapa seungyeon oppa harus marah? andai saja dia melihat ini, betapa sayangnya anak-anak kepadanya." Batin mama yoon.
Pov : Inggris (kediaman Papa&Mama Lee).
"Apa kau gila?" Ucap mama lee sambil menahan emosi.
"Maksudmu?" Tanya papa lee
"Haruskah kamu mengatakan itu kepada seungcheol tadi? Berkata bahwa jungchan anak nakal?"
"Benar kan? Selama 25tahun, pernah kah kita mendengar hal buruk tentang seungcheol?"
Mama lee menghela nafas kasar "Memang berapa banyak kau mendengar hal buruk tentang Jungchan?"
"Sayang, kau pikir aku tidak memiliki teman disana?" Papa lee tersenyum sambil mengelus rambut mama lee.
"Sudahlah, mau makan apa? I'll cook dinner for you." Sambung papa lee
"Do it for your self! Aku udah makan." Mama lee pergi ke kamarnya.
"Alline, apa kau marah?" Papa Lee hanya tersenyum dan membiarkan mama lee pergi.
- - - - -
"Woi dino...saurus!" Panggil seungcheol yang terlihat memasuki ruangan dino. Dia sendiri karena verkwan sudah pulang. Begitu juga mama yoon dan jeonghan yang ikut seungcheol ke ruangan dokter.
"Apasih?" Jawab dino kesal.
"Lo boleh pulang besok pagi." Ucap seungcheol
Ekspresi dino seketika berubah.
"Beneran? Itu baru dikasi tau sama dokternya?"
Seungcheol mengangguk "Lo cuma bakal dikasi obat sama kontrol, tar dikasi jadwal kontrolnya."
"Oh okey. Ahh dasar tangan sialan!" Chan mengumpat ke dirinya sendiri.
"Lo yang salah ya, goblok!"
"Hehehehe maaf maaf hyung."
"Ohya, mama yoon sama jeonghan udah pulang. Udah bilang makasih tadi?" Tanya seungcheol
"Dari awal udah kok." Jawab chan
"Eh hyung, kalau nelpon mama boleh ga ya?" Ucap chan
"Gue coba tanya mama dulu lewat chat ya" Seungcheol mengambil ponselnya, mengirim pesan ke mama nya namun sayang tak ada respon.
" ga dibales. Mungkin mama sibuk."
"Ohh yaudah deh gapapa." Jawab chan dengan senyuman.
Besok paginya sekitar jam 9, chan udah siap untuk pulang. Seungcheol sedang mengurus biaya dan lainnya. Tak memakan banyak waktu, semuanya cepat kelar dan mereka sedang diperjalanan pulang.
"Hyung kira-kira berapa lama lagi mereka pulang?" Tanya chan
"Ya gatau. Kan masih urus kantor juga sebelum ditinggal. Ohya lo dapet telponan kan?"
"Dapet. Eh kira-kira ini tangan gue sembuh ga sampe papa mama pulang?"
"Kenapa nanya gitu?"
"Gue takut mereka marah."
Seungcheol terkekeh "Namanya kecelakaan. Dan kenapa tumben lo kayaknya serius banget bilang takutnya?"
"Ya takut aja." Jawab chan datar
"Gapapa. mereka pasti cuma khawatir, bukan marah."
Chan hanya mengangguk kemudian menikmati pemandangan dijalanan tersebut.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
