Setelah semua bahan dan alat siap, mereka mulai memasak, makan, mengobrol dan juga diselingi karaoke. Namun, ketika merasa waktu mulai larut, mereka pun berberes. Jungchan berinisiatif mencuci piring, maka ia pergi ke dapur. Joshua yang melihatnyapun pergi menghampirinya.
"Hai chan, ambilkan spons lagi satu. Kita cuci bersama." Ucap joshua
"Oh baiklah hyung. Ini spons nya." Chan memberikan spons kepada joshua.
"Btw gue seneng deh kalo lo udah pulih. Gue tau pas lo pingsan di sekolah itu. Karna pas itu gue di telpon jeonghan, disuruh bantu persiapan meeting nya." Ucap joshua
"Hehe iya gue gapapa kok hyung. Hari itu juga langsung pulih."
"Iya syukurlah. Hmm entar pulang bareng gue dan jeonghan kan?" Tanya joshua
"Hmm engga deh, gue pulang sendiri aja." Jawab chan
"Eh kenapa? Lo kan belum boleh nyetir?"
"Gue pesen taksi, mau ke suatu tempat dulu."
"Dino-ya.." tiba-tiba jeonghan masuk dapur, sontak joshua dan chan menoleh.
"Apaan gue denger 'taksi'? Siapa yang mau naik taksi?" Tanya jeonghan
"Ya gue, gue mau pergi ke suatu tempat dulu." Jawab chan
"Udah ada gue, lo malah mau naik taksi. Sama gue aja, gue anter."
"Gak mau!" Chan mencuci tangannya kemudian lari keluar, kebetulan juga sudah selesai mencuci piring.
"HEH JANGAN LARI! Huhh tu bocah.." jeonghan ingin mengejarnya namun ditahan joshua.
"Jeonghan-ah, udah biar aja dulu."
"Gue balik duluan ya, mau ke rumah temen gue. Mendadak nih di chat, katanya minta bantuan gue" Ucap jihoon
"Ada apa?" Tanya soonyoung
"Entah. Thank for today guys!"
Mingyu, hao, soonyoung, seungkwan dan vernon menginap dirumah dokyeom. Sedangkan yang lainnya pulang. Chan dengan segala aksi dan jurus penolakannya akhirnya ia bisa pulang sendiri tanpa diantar jeonghan.
Chan memesan taksi, namun ia berhenti di beberapa meter sebelum rumahnya. Bukannya melangkah maju untuk sampai rumahnya, chan malah berbalik arah sampai di depan restoran yang sudah tutup sejak beberapa bulan lalu. Ia berjalan ke belakang restoran itu dan menaiki tangga yang membuatnya mencapai atap bangunan tersebut. Disana ia duduk di sebuah kursi yang berada disana. Tidak ada pemandangan yang indah yang dapat dilihat, hanya saja chan suka berada disana.
Chan merogoh kantong jaket hoodie yang ia kenakan, mengeluarkan segenggam vitamin dan meminumnya. Chan membuang bungkus obat itu ke sebuah ember di samping ia duduk. Dalam ember tersebut sudah tampak beberapa sampah bungkus obat yang sama. Itu berarti chan sudah sering ke atap bangunan tersebut?
"Uhuk uhukk.. ahh i don't understand my self." Gumamnya kemudian ia pulang.
Disisi lain, jihoon sedang dirumah temannya.
"Jihoon-ah, bagaimana? Apa gambarnya terlihat jelas?" Tanya teman jihoon.
"Bentar." Jawab jihoon
"Kenapa? Sekarang gimana?"
"Jihoon! Jihoon-ah?!!"
"E-eh..sorry"
"Masih rusak drone gue?" -tmn jihoon
"Kayaknya engga deh karna daritadi udah lancar-lancar aja. Tapi gue salfok sama orang ini." Jihoon menunjuk layar.
"Oohh paling orang yang sama kek yang kemarin-kemarin." Jawab temannya
"Hah kemarin-kemarin? Btw gue minta video ini ya nanti." Ucap jihoon
"Tiba-tiba banget, yaudah nanti ya."
Sepulang dari rumah temannya, jihoon terus mengamati video itu. Kemudian ia mengirim ke grup khusus ia, jun, soonyoung, dan wonwoo.
"EHH???!!!!" Respon terkejut yang sama dari mereka.
"Kita belum bisa 100% memastikan ini, jadi mari rahasiakan dahulu." Pinta jihoon dan teman grupnya menyetujui.
Sekarang chan sudah memasuki halaman rumahnya, ia membuka pintu dan masuk.
"Kamu lama banget diluar. Janjinya hanya sampai jam 9 kan? Sekarang lihat, ini jam berapa?" Ucap papa lee dengan menunjuk jam di dinding, jam tersebut menunjukkan 9.45 malam.
"Maaf pa, tadi aku jalan-jalan sebentar. Cuacanya bagus, sejuk." Jawab chan
"Kamu menghabiskan begitu banyak waktu untuk hal ga penting? Gak inget kewajiban belajarmu?"
"Ma-maaf, sekarang aku belajar."
"Bersyukur tadi saya-"
Drrrtttt
(Dering ponsel papa Lee memotong pembicaraan mereka.)
"Sial! Kamu lolos hari ini, masuk kamar dan belajar! Saya harus mengangkat telepon penting ini."
"Baik pa."
Yapp benar, hari ini cukup baik bagi chan. Ia nongkrong dengan temannya dan pulang tanpa banyak omelan dari papa nya. Di kamar, ia mulai membuka bukunya dan belajar.
Entah sudah berapa lama sekarang ia membalikkan lembar demi lembar bukunya, juga mencatat bagian-bagian pentingnya.
"Uhhh udah ngantuk aja , jam berapa sih ini?" Gumam nya kemudian melihat jam di ponselnya.
"Oalah baru jam 3 , yaudah tidur aja lah gue." Ucapnya. Chan pun berdiri untuk menuju kasur dari meja belajarnya.
Ngiiiinggg
"E-ehh." Chan memegang telinganya.
Bruukkk
Tubuh chan ambruk begitu ia berdiri dari duduknya. Ia tak berdaya, telinganya berdengung,penglihatannya mulai buram.
"Seungcheol hyung.. to-tolong.." ucap chan sangat lemah sebelum ia menutup matanya.
Terangnya cahaya mentari yang masuk ke kamar Chan, membuatnya silau. Perlahan ia membuka matanya dan merasa alas tidurnya yang dingin dan keras.
"Lah gue kok di lantai?" Ucapnya.
Kemudian chan mengusap-usap hidungnya karena merasa aja yang aneh.
"Anjirr darah??? Gue berdarah? Astaga lantai gue." Chan kaget karena ternyata itu bekas darah yang mengering, begitu juga ada noda darah di lantainya.
"Gue kemarin jatuh kan ya? Apa gara-gara itu gue mimisan? Terus gue masih dibawah. Itu berarti gue pingsan?? Hah???" Chan mengomel sendiri.
"Eh ini jam berapa?? Gue telat?? Eh? Oh iya hari minggu sekarang."
Chan berdiri mengambil tisu basah dan mengelap lantai. Kemudian ia cuci muka. Setelah itu chan melihat ponselnya dan ada banyak notifikasi.
"5 missed call dari seungcheol hyung?"
"Dia juga spam chat gue? Jam 5 pagi tadi? Kenapa ya?"
Chan membalas chat seungcheol, ia bertanya mengapa seungcheol mengirim spam.
Disisi lain, terlihat juga pesan dari jeonghan.
✉️😇: dino lu gapapa? Seungcheol nanyain lo ke gue.
🦖 : gue gapapa, baru bangun.
Ini gue dah balas chat dia kok.
Tak lama setelah itu, seungcheol membalas pesan chan.
✉️🍒: dino lu gapapa? Gue mimpi buruk.
🦖: gapapa. Mimpi apa?
🍒:ga jelas. intinya dalam mimpi, lu ga baik-baik aja.
🦖: mimpi doang, gue gapapa kok.
🍒 : syukur deh.
"Waw apakah ini yang dimaksud dengan chemistry?"
"Eh tapi gue baik-baik aja sih, kan gue cuma tiduran dilantai." Ucap chan sambil terkekeh.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
AcakSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
