Cahaya mentari yang menembus masuk keruangan, tepat mengarah pada Chan. Sehingga ia pun terbangun. Setelah membuka matanya, hal pertama yang ia rasakan adalah punggung tangannya yang nyeri tetapi jari-jari nya hangat. Chan melirik dan mendapati sang kakak yang tertidur walau sambil duduk dengan menggenggam tangannya. Chan tersenyum dan yang melupakan rasa nyeri tusukan infus di punggung tangannya itu.
"Mau nyebrang, hyung?" Ucap chan sambil membangunkan seungcheol.
"Eh chan, lo bangun?" Ucap seungcheol yang belum sepenuhnya bangun.
"Mau nyebrang?" Canda chan
"Ah mau apa? Lo butuh apa? Pengen apa?"
"Hahaha lo genggam tangan gue, gue kira kita mau nyebang." Canda chan walaupun suaranya masih lemes.
"Ckk.. jangan becanda dulu!"
"Hehe maaf. Lo kenapa tidur disini? Badan lo pasti sakit."
"Chan.."
Tiba-tiba seungcheol bangkit dan memeluk chan.
"Gue kangen lo.. kangen banget. Gue seneng lo udah bercanda gini lagi. Maafin gue."
"Lo.. lo kok betah disana? Gue takut sendiri." Bibir chan bergetar, ia hendak menangis.
"Maaf. Gue janji setelah ini kita ga bakal pisah lagi."
"Pagi sayang-sayang mama." Sapa mama lee
"Maaf mama baru cari sarapan. Chan gapapa kan? Seungcheol?"
"Engga, ma. Kita baik-baik aja." Jawab seungcheol
"Oh iya, mama juga ketemu dokter. Ini udah dikasi jadwal." Mama lee dan seungcheol saling menatap.
"Jadwal apa ?" Tanya chan.
Sekali lagi mama lee dan seungcheol saling menatap, kemudian seungcheol mengangguk sebagai kode yang dimengerti mamanya.
"Hmm Jungchan sayang.. ada yang perlu kami bilang. Tapi kamu tenang aja ya." Ucap mama lee
"Apa ?"
"Sayang, ini.. hmm" mama lee ragu-ragu.
"Dino, dengerin hyung ya. Surat ini adalah hasil pemeriksaan kamu. Kamu divonis gagal ginjal. Dan disini ada jadwal kamu cuci darah."
"Gagal ginjal?" Chan syok dan tampak bersedih.
"Chan, jangan dipikirin. Selagi lo nurutin semua kata dokter, lo bakal sehat. Ini bukan gagal ginja kronis kok. Lo bisa sembuh." Seungcheol senyum meyakinkan chan.
"Bener sayang, percaya mama sama hyung ya." Ucap mama lee
Setelah mengetahui itu, tentu saja pikiran chan negatif. Saat ini chan sedang duduk di sofa menikmati matahari yang masuk ke ruangannya. Ia duduk bersebelahan dengan seungcheol.
"Hyung.. tapi kan penyakit gitu mematikan kan?"
"Gak juga kok."
"Hyung, kalo misalnya iya gimana?"
"Ya gak bakal intinya."
"Kan yang nentuin hidup itu tuhan?"
"Ya gue bakal mohon biar tuhan engga melakukan itu."
"Halah sok bisa lo." Chan terkekeh.
"Woi bro!" Jeonghan datang.
"Dino, gimana kabar lo? Enakan? Sorry baru bisa datang." Ucap jeonghan
"Gue baik-baik aja kok sekarang . Tapi hyung, lo tau ga kalau gue ada penyakit?"
"Jadi udah dikasi tau?" Jeonghan melirik seungcheol dan seungcheol mengangguk.
"Hyung tau juga?" Tanya chan.
"Iya, gue sama seungcheol barengan dikasi tau sama dokter kemarin. Jangan khawatir ya, lo bakal baik-baik aja kok."
Chan tersenyum dan mengangguk.
Disisi lain, mama lee sedang dirumah karena ada keperluan. Kemudian dia istirahat sebentar dan duduk di sofa. Ia melihat ada notif pesan di ponselnya dan membukanya.
✉️ : "Ibu Park, saya kira ibu datang bersama bapak. Saya terkejut karena bapak tiba-tiba ada dirumah. Dia tampak lelah, dia langsung istirahat dan tidak banyak berbicara."
"Jadi dia balik ke Inggris? Gila!" Gumam mama lee.
"Ah sudahlah, dia tidak penting. Aku akan disini bersama anak-anakku. Dan akan fokus untuk kesembuhan chan."
Mama lee kembali ke rumah sakit, ia juga memberitahu anak-anak nya bahwa papa lee pergi ke Inggris. Jeonghan yang masih ada disana juga mendengarnya dan hanya memberi ekspresi tidak perduli. Ia membuka ponselnya, lupa bahwa banyak pesan menumpuk.
✉️
🐈⬛Wonwoo🐈⬛ : Hyung, gimana Jungchan?
🍊Seungkwan🍊: Yoon Jeonghan hyung-nim, bagaimana kabar teman aku? Surat keterangan sakitnya sampe disekolah, mana ga ada ketentuan berapa lama izin nya lagi. Kita khawatir!
Jeonghan membalas pesan mereka.
"Jungchan sakit, gue ga berani kasi tau dulu sakitnya. Tunggu seungcheol aja yang kasi tau."
Sekarang mereka semua tahu isi pesan jeonghan. Itu membuat mereka saling menebak, menjadi negatif thinking juga. Karena mereka juga tak diizinkan untuk menjenguk ke rumah sakit.
"Seungcheol hyung juga seperti tidak begitu aktif dari kemarin, mungkin sibuk? Ahh gue negatif thinking ini." Ucap seungkwan
"Ya mau gimana lagi, gue juga terus negatif thinking." -vernon
Tingg..
✉️ 🍒: Chan divonis gagal ginjal. Dia engga boleh capek, mungkin bakal dirawat agak lama di rumah sakit.
✉️ 🦖: gue gapapa, jangan khawatir kawan!
"HAH???!!!! GAGAL GINJAL????" Kompak mereka yang membaca pesan itu terkejut.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
RandomSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
