Chap45

847 66 0
                                        

15 menit dari taman itu, pukul 15.45 seungcheol sampai di sekolah chan. Ia menunggu dalam mobilnya. Sesekali ia mengecek kerjaan dari ponselnya hingga bel sekolah Chan terdengar. Para siswa mulai berhamburan keluar gerbang.

Seungcheol melihat chan keluar gerbang, awalnya ia sendirian hingga seseorang menghampirinya.
"Bukan seungkwan maupun vernon? Tumben ya.." gumam seungcheol kemudian ia keluar mobil dan menghampiri chan.

"Chan?" Panggilnya, chan sangat terkejut karena tiba-tiba sang kakak berada di depannya.
"Loh hyung kok jemput gue?" Tanya chan. Seungcheol menaikkan alisnya pertanda bingung.
"Eh jungchan gue.. hemm" ucap Park Jihoo.
"Eh hyung nya jungchan ya? Saya Park Jihoo, teman chan. Senang bertemu denganmu." Jihoo memberi salam.
"Oh iya, saya seungcheol ." Seungcheol menyapa balik.
"Hmm gue duluan, permisi ya." Jihoo meninggalkan chan dan seungcheol.

"Ohh pantes awal-awal part time jungchan sempet bilang kalo dia sembunyi-sembunyi. Aura hyung nya gitu sih.. untung juga sih dia libur hari ini." Gumam Jihoo sambil berjalan.

Flashback
Awal awal jungchan bekerja bersama jihoo, mereka mengobrol banyak sekali.
"Lo jangan bilang ke siapapun kalo gue kerja disini ya. Gue dilarang keluarga gue. Dan gue juga punya 2 sahabat di kelas. Vernon dan seungkwan. Jangan sampai mereka tau juga." -chn
"Jungchan, gue tahu tentang lo sejujurnya. Gue juga tau, lo lagi sakit kan? Ngapain sih lo kerja segala?" -jihoo
"Jadi lo tau? Ya gue kerja karna ada yang gue butuhkan. Rahasiain ini ya hehe."
"Aman. Lo asik ya, ayo berteman mulai sekarang."
"Tentu, jihoo."

- - -







"Hyung? Lo udah balik kerja? Kok jemput gue?" Pertanyaan chan karena bingung melihat kakaknya yang daritadi diam menatapnya.
Seungcheol menghampiri kemudian memeluk dino dengan erat.
"Sakit banget ya chan? Lo pasti takut banget saat itu kan? Maafin gue, gue gagal lagi."
"Sakit? Apanya? Gue engga apa-apa." Chan bingung

"YA! JUNGCHAN LO NGAPAIN LARI NINGGALIN KITA SI-..." seungkwan berhenti mengomel ketika melihat adik kakak yang sedang berpelukan itu.
"Gausah makin deket, kwan." Vernon menghentikan seungkwan yang ingin melangkah menghampiri chan.

Sementara itu, seungcheol masih memeluk dino, dan dino masih bingung juga.
"Hyung? Gue engga apa. Lo kenapa?"
Seungcheol melepas pelukannya dan mengelus pipi dino.
"Sebelah mananya? Yang mana? Kok ga bilang?"
"Hyung??!! Lo kenapa?!!!" Ucap chan penuh penekanan karena tak kunjung dijawab seungcheol.
"Chan.."
"Bicara dirumah aja yuk hyung?!" Ajak chan dan di iyakan seungcheol.

Sesampainya dirumah, hanya ada bibi kang. Karena mama lee sedang keluar. Diruang tamu, akhirnya mereka berdua duduk.
"Hyung, lo kenapa tiba-tiba gitu?" Tanya chan.
"Lo pernah di pukul papa?" Pertanyaan seungcheol langsung membuat chan terdiam, seakan traumanya muncul kembali.
Seungcheol mengarahkan tangannya ke pipi chan, chan spontan menepis tangan seungcheol dan menutup matanya.

"CHAN SORRY!" Panik seungcheol melihat reaksi adiknya.
"Gue gak maksud, sorry chan." Seungcheol langsung memeluknya.
"Ma-maaf." Ucap chan

"Loh seungcheol, nak kamu udah pulang. Ada apa ? Chan gapapa?" Tanya mama lee seribanya dirumah dan melihat mereka berpelukan.



"APA?! Kamu pernah ditampar papa? Beraninya dia menyentuh anakku." Geram mama lee.
"Jeonghan mengatakan itu padaku tadi ma, aku sebenarnya memang curiga. Jadi aku mendesak jeonghan, karena aku yakin dia tahu." Ucap seungcheol.
"Orang gila! Apa-"
"CUKUP! Bukan salah papa!" Chan memotong ucapan mamanya, mengambil tasnya dan berjalan ke kamar.
"Chan! Lo mau kemana?"
"Mandi, please jangan salahin papa. Jangan ungkit lagi." Tegas chan.

"Ma, aku salah ya?"
"Mungkin adik kamu lagi capek sayang, nanti datengin dia lagi. Bicara lagi baik-baik." Mama lee mengusap lembut kepala seungcheol.








"Hiks hiks.. kenapa hyung dan mama harus tau? Gue takut mama dan hyung marah ke papa terus papa makin gasuka sama gue. Gue takut sama papa, tapi gue kangen. Hikss" chan menangis di kamar mandi, entah mengapa perasaannya begitu campur aduk.
"Apa sikap gue terlalu kasar ya tadi ke hyung dan mama?"
Chan menelan tangisnya dan mandi. Setelah mandi ia berinisiatif untuk pergi ke kamar seungcheol.

Tok tok
"Hyung? Di dalem ga? Boleh masuk?"

Ceklek
Seungcheol membuka pintu.
"Sini." Ucap seungcheol tersenyum.
"Hyungg" chan berlari memeluk kakaknya itu.
"Gue minta maaf atas sikap gue tadi, gue ga bermaksud.. hikss" chan menangis.
"Eh chan.. gapapa. Kok malah lo yang minta maaf."
"Hyung jangan marah ke papa, gue mohon. Papa ga salah."
"Tapi chan.."

"Nak mama denger suara tangisan, makanya mama kesini. Jungchan kenapa sayang?" Mama lee mendatangi mereka.
"Mama, jangan marah ke papa. Papa engga salah." Chan beralih kepelukan mama nya.
"Iya sayang. Tapi.."
"Chan mohon ma, chan mohon hyung."
Seungcheol menghela nafasnya, mendekati chan dan memeluknya.
"Oke, gue ga bakal marah ke papa. Mama juga engga kan?"
"Iya mama janji." Jawab mamanya.
Chan merasa lega mendengarnya. Ia perlahan melepas pelukan itu, menatap dengan wajah polos kearah mama dan hyung nya.

"Chan kangen papa."

Mama lee tersenyum canggung lalu mengusap kepala chan. Sedangkan seungcheol hanya diam.












Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang