Chan segera mendapatkan pertolongan setelah sampai dirumah sakit. Kini ia dirawat di ruang UGD. Mama nya duduk depan ruang UGD dengan tatapan kosong.
"Mama!" Seungcheol berjalan dengan tergesa-gesa.
"Chan gimana? Sepanjang jalan gimana?" Tanya nya
"Dia tak sadarkan diri ditengah perjalanan." Jawab mama lee
"Mama takut nak.." air mata mama lee kembali tumpah.
"Perasaan pas gue VC semuanya masih baik-baik aja?" Ucap jeonghan
"Setelah itu dia mau naik, cuma entah kenapa dia tiba-tiba batuk ditengah-tengah berenang terus tenggelam. Gue langsung bantu dia, setelah keluar itu dia masih batuk terus muntah dan dia langsung lemes gitu juga." Jelas seungcheol.
"Lo checkout hari ini kan? Biar gue yang bantu ngurus itu."
"Jeonghan.. makasi ya nak. Maaf mama ngerepotin kamu terus." Ucap mama lee
"Mama nih kayak sama siapa aja. Hmm yaudah aku nelpon asistenku dulu ya."
Ceklek
Pintu UGD terbuka bersamaan dengan keluarnya ranjang chan.
"Dokter bagaimana adik saya?" Tanya seungcheol
"Kondisinya lemah. Sangat lemah." Jawaban dokter yang tidak pernah ingin didengar oleh siapapun.
"Dok?"
"Pasien masih harus diperiksa. Mari ikut keruang rawatnya."
Di ruang rawat, seungcheol dan mamanya terus menatap chan yang sedang terbaring dengan berbagai alat medis ditubuhnya itu.
"Ini minum dulu ma, cheol." Jeonghan masuk membawa 2 botol air untuk mereka.
"Gimana kata dokter?" Tanya jeonghan kepada seungcheol.
"Katanya kondisinya lemah. Aishhh mengapa dokter mengatakan hal itu?"
"Eugh.. hyungg.."
Ajaib! Chan perlahan sadar.
"Eh? HAH? Chan sadar, dokter ! Panggil dokter!"
Jeonghan menekan tombol dan dengan segera dokter tiba disana.
"Wah.. ini benar-benar keajaiban. Bahkan kondisinya 30menit yang lalu sangat tidak memungkinkan untuk bisa sadar hari ini."
"Hmm pasien sadar, tetapi monitor masih menunjukkan semuanya dibawah rata-rata."
"Tolong jangan terlalu banyak gerak, saya akan kembali lagi nanti." Jelas dokter.
"Ya tuhan.. terimakasih." Ucap mama lee.
Baik mama lee, jeonghan, dan seungcheol kini merasa cukup lega.
Semakin sore, chan menunjukkan perkembangan yang baik. Ia pun tampak tak selemah tadi, ia mulai banyak bicara.
"Seungcheol hyung.. gue pengen sesuatu deh." Ucap chan
"Apa ?"
"Hmm sebelumnya, karena gue masih disini nih.. gue boleh gak minjem uang lo?"
"Mau berapa? Pake apa? Gue beliin sekarang."
"Gue pengen makan sesuatu, cuma gue maunya rame-rame."
"Rame-rame?"
"Sama temen-temen kita hyung. Boleh gak?" Chan memelas.
"Boleh ya boleh aja. Maksudnya siapa aja? Kapan?"
"Malam ini sama Jeonghan hyung, seungkwan, vernon, mingyu, dokyeom, myungho, soonyoung, wonwoo, jihoon, jun, sama siapa ya nama yang sering sama jeonghan hyung? Jo.. jos.."
"Joshua?"
"Nah iya, joshua hyung juga."
"Jadi maksudnya lo mau ngundang mereka kerumah sakit buat makan bareng?"
"Iya hyung.. gapapa kan?" Lagi-lagi chan memelas.
"Nanti uang lo gue ganti, tar kalo lo pulang masuk ke kamar gue. Di laci meja belajar gue ada tas warna orange. Disana ada duit gue."
"Tas orange? Tas lo masih bayi dulu ya?" Seungcheol terkekeh.
"Yaudah si pokoknya disana."
"Gue ambil semua?"
"Ya sesuai gue pinjem lah.. banyak loh duit gue disana."
"Waduh.. gue curi sih entar ini."
"Ishh.. jadi boleh kan?"
Seungcheol tersenyum dan mengusap kepala dino "Iya, kabarin temen lo. Tar pesen aja apa yang lo mau. Pake aja, lebay amat minjem-minjem gitu."
"Thankyou hyung." Dino sangat bersemangat. Dan ia mulai menghubungi satu persatu temannya.
"Chan di rumah sakit?"
"Ngajak makan malem bersama?"
"Tiba-tiba banget?"
"Yaudah yuk sekalian jenguk?"
"Okey jadi kita semua bakal dateng!"
Begitulah kira-kira respon teman-teman chan.
"Eh? Chan juga minta gue dateng?" Ucap joshua setelah jeonghan memberitahunya.
"Iya, bisa?"
"Bisa dong.. sekalian mau jenguk. Lucu banget ya adek lo itu."
"Hehe iya adek gue satu-satunya"
Satu persatu dari mereka tiba dirumah sakit. Chan sangat antusias menyambutnya.
"Nih pake hp gue pesen makannya, udah ada saldonya. Aman. Gue samain kayak lo aja. Ohya karna mama pulang, katanya gak usah dibeliin makan."
"Oke makasi ya hyung."
"Kenapa cheol?" Tanya jeonghan yang penasaran dengan interaksi kakak beradik ini tadi.
"Gak, gue cuma ngasi hp gue ke dia buat pesen makannya. Masak tadi dia bilang minjem duit gue buat traktir kalian dulu, trus entar ambil simpenannya dia dirumah buat gantinya. Lucu banget gak sih tu bocah?"
"I told you, right? Chan emang menggemaskan. Adik kita bersama." Ucap joshua yang sejak tadi bersama jeonghan.
"Stop mengklaim sembarangan ya!" Ucap seungcheol kemudian mereka bertiga terkekeh.
Semua anggota telah lengkap. Chan pun mulai memesan makanan. Makanan tiba dan mereka menikmati makanannya. Chan makan diranjang rumah sakit dengan berbagai macam alat medis yang masih tertempel ditubuhnya.
Mereka semua juga banyak mengobrol sampai waktu semakin larut dan akhirnya pulang.
"Makasi makanannya chan, cepet sembuh. Tar giliran kita-kita yang traktir lo." Ucap jun.
"Bener, gue traktir lo di kantin 3hari berturut-turut asal lo cepet pulih. Kalo sampe seminggu lo masih disini, kupon nya hangus ya." Canda seungkwan
"Aman, besok juga gue pulang." Jawab chan sambil tekekeh.
"Yaudah kita balik. Istirahat ya chan."
"Terimakasih, gue seneng banget malam ini."
"Sama-sama." Jawab teman-temannya yang kemudian keluar ruangan.
"Semoga bertemu besok!" Ucap chan
"Hm, sampai bertemu besok." Jawab teman-temannya.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
abitudine || Dino seventeen (Brothership)
AcakSeungcheol be like : huuhh untung sayang :)) Btw cerita ini SLOW UPDATE nya ya hehe🙏
