Papa&Mama pulang!!

727 59 1
                                        

Dua hari sebelum pulang ke Korea, papa Lee dengan tiba-tiba mengirimi Chan pesan.

✉️👨 : chan, papa berangkat lagi 2hari.

Chan sangat terkejut membacanya.
"Lagi 2 hari? Kok mendadak? Eh maksudnya tuh kok baru bilang ya?" Gumam chan

"HYUNGGGG !!!!!!!!!!" Panggilnya dengan heboh.
Seungcheol yang sedang berada dikamarnya pun kaget dengan teriakan itu.
"Kenapa chan??" Tanya seungcheol

Chan lari grasak-grusuk ke kamar seungcheol.
"Papa 2 hari lagi bakal pulang!" Ucapnya
"Hah?"
"Lo kaget kan? Gue juga!" Ucap chan

Seungcheol mematung sejenak.
"Kan emang?! Chan baru dikasi tau hari ini? Mungkin biar surprise kah?" Batin seungcheol

"Woi kok malah bengong?" Ucap chan
"Eh anu.. enggak, kaget aja gue. Wahhh asyiikk 2 hari lagi." Jawab Seungcheol.


Skipp...

Hari itu telah tiba, Mama dan Papa Lee sudah dibandara menunggu waktu keberangkatan mereka. Mereka membeli tiket business class untuk menempuh perjalanan belasan jam itu.

"Sayang, aku akan mengabari anak-anak sekali lagi." Ucap mama Lee dan diangguki oleh papa Lee.

Mama lee mengirim pesan dan foto di grup keluarga mereka. Chan yang pertama kali melihat itu sangatlah antusias. Dia sangat bahagia, hingga temannya pun heran.

"Lo kenapa chan? Ada cewe kah?" Goda seungkwan
"Ngawur lo! Nih liat!" Chan menunjukkan ponselnya.
"Ohh tante Alinne. Hehe"
"Kira-kira kapan sampe sini chan?" Tanya vernon
"Besok. Duhh gak sabar gue." Jawab chan.





Chan sangat bersemangat sepanjang hari, Bibi Kang maupun Seungcheol yang melihatnya mengerti perasaan bahagia si bungsu itu.
"Dino, malem ini gue tidur di kamar lo." Ucap seungcheol
"Hah?" Chan merasa bingung
"Iya gue harus mastiin lo tidur malam ini. Soalnya lo terlalu bahagia gini takutnya lo gak tidur."
"Ya emang napa kalo gue ga tidur?"
"Macem-macem lo?"
"Hehehehe becanda hyung. Ya serah lo aja."

Keesokan harinya, menurut flight radar yang dipantau oleh seungcheol, orang tuanya akan sampai di Korea sekitar pukul 11.00. Maka dari itu seungcheol dan chan bersiap-siap dan berangkat 30menit sebelum jam.

Di bandara, mereka berdua duduk dengan masing-masing memegang gelas minuman ditangannya. Sampai akhirnya pesawat yang ditumpangi orangtua nya landing. Chan mengamati Satu persatu orang yang muncul.
"Sabar nak, baru juga keluar orang-orang. Mungkin aja mama papa duduknya dibelakang kan?" Ucap seungcheol sambil mencolek pipi Dino.
Dino? Tentu saja ia tak menghiraukan kakaknya. Ia tetap fokus menunggu orangtua nya muncul.

Seorang wanita berparas cantik nan elegant, dengan pria menawan berjalan sambil membawa kopernya muncul dan langsung tersenyum ketika melihat seungcheol dan jungchan.

"Papa, mama." Ucap seungcheol dan chan penuh haru.
"Seungcheol, Jungchan.." ucap mama lee merentangkan tangannya.
Chan berlari lebih cepat daripada seungcheol, dia memeluk mama nya.
"Aigoo bungsuku."
"Ahh anakku, seungcheol." Mama lee memeluk dan mengelus rambut kedua putranya.
Selanjutnya, seungcheol mendahului memeluk papanya.

"Astaga berapa lama aku tak pulang, sehingga aku tak mengetahui putraku sudah sedewasa ini. Juga sangat tampan." Ucap papa Lee untuk seungcheol.
Selanjutnya, chan menghampiri dan ikut memeluk papanya. Pelukannya pun dibalas, papa lee juga mengusap kepala chan.

"Biar aku bawakan kopernya." Ucap chan meraih koper dari tangan mama nya. Saat itu mata papa lee tertuju pada wrist splint di pergelangan tangan chan. Sebenarnya hal itu membuat perasaan papa lee kurang enak, namun ia menahannya.

"Bagaimana kondisi tangan jungchan?" Tanya papa lee pelan
"Tinggal recorvery nya aja. Udah hampir sembuh." Jawab seungcheol.


"It's okay, aku akan mendidikmu lebih teliti Jungchan." Batin papa Lee.














Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang