Masih di Rumah Sakit

1.8K 76 0
                                        

Untuk heat stroke memang memerlukan waktu beristirahat beberapa hari. Dan ini adalah hari kedua dino dirawat. Untuk sifatnya yang aktif tersebut, ia kerap kali merasa bosan dan kesepian. Seungcheol yang harus bekerja tidak dapat menemaninya terus. Sekalipun ia minta ke ART nya, namun ART juga harus mengerjakan pekerjaan dirumah.

Tok tok tok
"Permisi"
Pintu terbuka dan menampilkan 4 orang yang memasuki ruangan.
"Wahh.." dino tampak excited
"Apa kabar? " tanya Wonwoo
"Kok kalian tau gue disini?" Tanya balik Chan
"Kemarin kita nongkrong sama mingyu dan yang lainnya, terus kata mereka lo sakit."
"Dih ga asik banget. Harusnya kalian ngajak gue juga." Ucap chan agak merajuk.
"Gila lu? Mau nongkrong sambil nyeret infus lo?" Jawab Soonyoung.
"Ah iya sebel sih gue harus diinfus gini. Mana tangan jadi sakit, ga bebas gerak."
"Makanya gausah maksa-maksa" ucap Jun
"Yaudah si dah terjadi. Btw thanks udah dateng, gue kesepian banget."
"Iya, kebetulan kita free kok hari ini." -soonyoung
"Btw perasaan lo gimana? Apa yang sakit?" Tanya Jihoon.
"Hyung kepala gue nih yang paling sakit. Hmm gue masih demam juga sih kayaknya. Coba deh pegang" chan menarik tangan jihoon ke dahinya.
"Oh iya, panas." Jawab jihoon

Selama chan bersama beberapa temannya itu di rumah sakit, mereka bermain game, ngobrol, dan ngemil bersama-sama. Hingga beberapa jam kemudian, chan pun ditinggal pulang oleh mereka.

"Ahh sial.. rumah sakit engga enak banget. Mana sekarang gaada siapapun lagi yang nemenin."

Ceklek
"Siang anak mama, gimana kondisinya sayang?" Mama Yoon masuk ke kamar Chan.
"Aaaa mama yoon! Kebetulan sekali chan kesepian banget gaada yang nemenin." Chan sumringah
"Hehe iya, ini mama ada bikin makanan buat kamu. Kamu mau makan sekarang gak?"
"Wahh mau banget, makasi mama." Chan tidak bisa untuk tidak bertingkah seperti anak kecil saat itu. Bahkan ia disuapi makan oleh mama yoon.

"Ma, chan mau pulang dong. Rumah sakit gak enak banget. Chan udah mendingan ma. Ini infus juga aku engga butuh."
Mama Yoon terkekeh "Sayang, sabar dong. Dokter tau yang terbaik."
Chan hanya memanyunkan bibirnya.
"Hehe kan mama disini, mama bakal jagain kamu kok." Ucap mama yoon sambil mengelus rambut chan.

"Ma, sekarang di Inggris jam berapa ya?"
"Kamu mau nelpon mama sama papa?"
Saat mama yoon bertanya itu, chan malah menggeleng.
"Eeh kenapa?"
"Ga jadi deh, biar mereka ga nanya-nanya hehe."

Chan memang bisa menjadi sangat soft ketika bersama orangtua. Tapi beda lagi kalau sama hyung atau temannya hehe.










Malam harinya, ia sedang berasama seungcheol.
"Hyung"
"Hm?"
"Pernah diinfus ga?"
"Pernah, gue juga pernah dirawat gini. Kenapa?"
"Sakit ga tangan lo? Ga bebas gerak kan?"
"Ya lalu?"
"Hyung sumpah gue bosen banget, ga enak banget. Pulang kuy"
"Enteng bener lu ngomong! Ya sapa suruh sakit. Terima nasib aja dulu."
"Yaahh please lah bantu gue."

Alih-alih mendapat jawaban, chan malah mendapat tatapan tajam dari seungcheol.
"I-iya deh maap. Ga jadi" ucap chan pelan
"Hehe. Mau ke taman rumah sakit ini aja ga? Kebetulan hari ini cuacanya bagus." Ajak seungcheol
"Boleh deh"











Tbc.

abitudine || Dino seventeen (Brothership)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang