Setelah Ditata Ulang

493 45 18
                                        

"Ahhh... Pinter banget sayang...."

Ujung penis Singto sejujurnya begitu dimanjakan oleh lidah nakal Krist yang memang sengaja bergerak secara memutar sebelum akhirnya Krist melahap keseluruhannya tanpa sedikitpun mengenai gigi, padahal Krist bukan pro player tetapi kekasihnya belajar begitu cepat.

"Ughh... Krist Leong...."

Singto memejamkan mata, mulutnya juga terbuka saat kepalanya menengadah, ia sedang berusaha untuk menahan diri agar tidak cum secepat itu karena aksi kulum kulum yang sedang dilakukan kekasihnya benar-benar penuh kenikmatan.

"Achh... Enak banget bangsat"

Krist sempat berhenti karena terkejut saat mendengar Singto sampai berkata kasar dengan geraman rendah, tetapi justru rasanya semakin membakar birahinya juga.

"Stop sayang... Stop"

Plop!

"Kenapa?" Krist mengangkat kepalanya dan menatap Singto.

Singto justru tersenyum tampan, tangannya yang tadi sempat ia gunakan untuk menjambak pelan rambut Krist, sekarang justru sibuk merapihkan setiap helai rambut kekasihnya yang berantakan.

"Aku tidak suka cum di dalam mulutmu, kemari sayang"

Singto memberi titah agar Krist naik di atas pangkuannya, posisi mereka kini sedang duduk di sebuah sofa yang berada di Kamar Krist dimana Singto sudah bersandar nyaman.

"Malam ini kamu di atas ya, belum pernah kan?"

Krist hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala, ya memang posisi dia mendominasi di atas belum pernah mereka lakukan, karena Singto lebih suka doggy-style yang menurut pria itu bisa membuat sensasi setiap hentakannya berbeda.

"Tolong manjakan penisku malam ini, rindu sekali diremat lubangmu"

Krist tidak menolak, apalagi sejak tadi ia juga sudah terbakar nafsu, Singto yang seorang pemain ulung bukan hanya memberikan perintah dengan kalimat saja, tetapi juga tangannya yang selalu bergerak acak di atas kedua puting Krist.

Dengan bersusah payah, Krist mencoba memasukan sendiri penis Tanos itu ke dalam lubangnya yang dirasa masih terlalu sempit, padahal sudah beberapa kali ia dibobol.

Singto bahkan sudah merasakan ngilu dan kebas padahal penisnya baru saja masuk dibagian ujung.

Sementara Krist, menahan sakit beserta geli nikmat karena disaat lubangnya semakin menelan habis penis Singto dan sejujurnya itu sakit sekali, tetapi ia juga merasakan geli serta basah yang menimbulkan getaran aneh pada tubuhnya, itu karena Singto tak berhenti menjilati kedua putingnya secara bergantian.

"Sakithhhh....."

Sungguh, tubuh Krist rasanya seperti hancur lebur dengan posisi sex on top, tetapi mungkin dia saja yang belum terbiasa karena ini memang yang pertama.

"Cantik sekali" Puji Singto saat melihat Krist terengah-engah yang ia yakini antara menahan sakit lebih banyak atau nikmat.

"Bergeraklah jika dirasa tidak sakit lagi sayang, atau kita ganti gaya saja"

Krist langsung menggeleng "No... Aku ok, hanya beri waktu sebentar lagi"

Singto sebenenarnya tidak tega, tetapi posisi yang sekarang mereka lakukan sungguh membuat penisnya diberi jackpot dengan rematan dan juga kedutan hebat, Singto mati-matian menahan betapa ngilu miliknya dan kapan saja bisa menyemburkan sperma.

"Aku bergerak"

Perlahan dan konstan, Krist mulai menaik turunkan tubuhnya, menikmati sensasi penuh serta lebih kebas di area lubangnya, karena setiap kali tubuhnya turun ke bawah Singto juga meremat dengan cukup kuat pipi bokongnya.

INTERNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang