Mysha meraih beberapa lembar tissue yang berada di atas meja yang ada di dalam kamar hotel.
Lalu, meraih obat bius yang tadi di belikan salah satu orang terdekat nya, tak hanya sebuah biusan. Tapi juga obat perangsang.
Nah, untuk obat perangsang sendiri sudah diminum oleh target nya. Tinggal bius ini yang harus Mysha jalankan.
Jadi, dia meneteskan beberapa tetes obat bius ke atas tissue, tapi sebelum itu, ia sudah terlebih dahulu menutup hidungnya dengan tissue yang lainnya.
Dan setelah selesai, barulah ia memanggil Aulia. "Tan, itu lipstik tante sedikit berlepotan deh. Sini aku bersihin, " ujar Mysha mendekat.
Dan, kebetulan sekali cermin yang berada di belakang pintu kamar mandi tertutup. Jadi, Aulia tampak percaya dengan ucapan yang Mysha katakan.
"Masa iya? Astaga? Padahal tante belum makan, tapi kenapa belepotan, ya? " tanya Aulia, dengan nada tak percaya nya.
Mysha yang mendengar itu, langsung mencibir, memang tidak makan, tapi kan dia habis beradu bibir. Jadi, belepotan lah.
"Maaf, tan. Tapi, tadi aku lihat tante ciuman bibir sama Bapak, " ujar Mysha, dengan jujur.
Aulia yang mendengar itu, langsung membesarkan matanya. "Astaga? Kamu lihat Sha? Aduh, malu banget tante. "
"It's o--"
Mysha harus menghentikan kalimatnya, ketika melihat Aulia yang sudah jatuh tertidur di lantai kamar mandi. Tampaknya wanita itu, sudah menghirup obat bius yang ada di tissue pembersih noda lipstik itu.
"Its okay tante Aulia. Malam ini, suami ksmu, akan berada di dalam genggaman ku, " ujar Mysha, sambil tersenyum miring.
Lalu, segera keluar kamar mandi, ia biarkan saja Aulia di sana dulu, dia harus mengatasi Bima agar bisa sekamar. Nanti, dia akan menyuruh orang terdekat nya tadi, untuk mengurus Aulia.
Mysha tak hanya keluar kamar mandi, dia juga keluar dari kamar, lalu mengunci nya. Melempar kunci itu pada seseorang yang sedari tadi menunggu di depan kamar.
"Bereskan! " ujar Mysha memerintah, yang di balas anggukan. "Udah pesan kamar sebelah kan? "
Lagi-lagi pertanyaan yang Mysha berikan, ia balas dengan anggukan.
"Oke! "
Respon Mysha itu bersamaan dengan lift berdenting, dan keluar lah inti dari pembalasan yang akan ia lakukan.
Tampaknya pria itu dalam keadaan mabuk, tapi minuman yang ia berikan hanya jus biasa tanpa alkohol. Yang ia campur cuma obat perangsang.
Karena bingung, Mysha segera menoleh kepada orang terdekat nya, yang masih berdiri santai disana dengan masker wajahnya.
Obat perangsang tanpa alkohol percuma, dia bisa menahan agar tak menyentuh wanita lain. Karena obat perangsang bisa diatasi dengan air dingin. Jadi, kita butuh salah satu obat yang menghilangkan akal sehat nya, salah satu alkohol. Kita cuma beri sedikit, tapi dia dapat banyak dari rekan nya. Makanya dia lama sampai di sini, karena di tahan.
Orang yang menggunakan masker itu menyampaikan nya melalui tulisan yang berada di atas kertas putih kepada Mysha.
Dan Mysha yang membaca itu menganggukkan kepala nya, tanda mengerti.
"Oke! "
Sekarang ia berjalan kesana, memulai drama baru.
Lalu, pesan sekarang ia ketik melalui ponsel.
Mysha pun merespon nya dengan anggukan kepala. Dengan segera ia berjalan pada Bima.
"Sayang, kita di kamar sebelah ya, aku pesan. Karena mahasiswa kamu tidur di kamar kita, dia pingsan saat sampai di kamar, " ujar Mysha, penuh akan kebohongan, sembari membawa Bima berjalan ke kamar yang bersebelahan dengan kamar milik pria itu.
"Dia selalu seperti itu, pingsan dan menyusahkan, " ujar Bima, membuat Mysha mengerutkan dahinya, tak terima dengan apa yang diucapkan Bima.
Ingin sekali ia berteriak, tentang kapan ia menyusahkan pria ini. Tapi, untuk kali ini ia tahan.
"Sayang, malam ini aku mau kamu menghangatkan ranjang ku. Tubuh ku panas, " ujar Bima, sembari menghembuskan nafas nya di sekitar leher terbuka Mysha.
Dan, sungguh perlakuan Bima itu, membuat Mysha merinding, walaupun hembusan nafas di leher bukan pertama kalinya untuk nya.
Karena bagaimana pun, mantan pacar nya juga sering melakukan nya, ciuman bibir pun juga bukan pertama bagi Mysha. Entah sudah berapa bibir yang ia rasakan.
Itu salah satu cara menyenangkan pacar dan mantan nya, selain hubungan badan, karena tak ada gaya pacaran baik yang selama ini Mysha rasakan di sini.
Lalu, yang membuat Mysha merinding adalah, tahap yang belum pernah ia sentuh, walaupun ia juga sudah pernah melihat milik pacarnya, untuk dimanjakan. Tapi, hanya sampai di tahap itu.
Ah, kalau bukan karena rasa sakit nya, dia tak akan memberikan milik nya yang berharga ini pada orang yang bukan suaminya. Ah, malang sekali.
Cepat, sebelum tertangkap.
Tulisan yang diberikan oleh orang itu, membuat Mysha mengganggukan kepala nya. Dengan kesusahan dia membawa Bima masuk.
Saat dia membalikkan tubuh nya, setelah mengunci pintu kamar. Mysha langsung di dorang ke dinding. Dan di cium dengan begitu brutal nya.
Sungguh, Mysha belum pernah merasakan ciuman seganas ini. Kenapa ciuman yang Bima berikan begitu panas. Namun juga terasa begitu nikmat.
"Ahhhh... " Lenguh Mysha , ketika salah satu payudaranya diremas oleh Bima, ditengah ciuman brutal yang ia berikan.
Ciuman itu terus berlanjut, dan Bima baru menghentikan nya saat sadar Mysha yang masih ia anggap sebagai istri nya itu sudah kehabisan nafas, karena ciuman yang ia berikan. Karena itu dia melepaskan lilitan lidahnya sesaat.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
