Mysha menghela nafasnya kasar, melihat Bima yang sibuk memamerkan otot lengannya yang begitu pas di tubuhnya.
Ya, setelah membuat Mysha kesal dengan mengganggu waktu istirahat nya, serta mengajaknya berolahraga, sekarang Mysha malah di biarkan sendiri.
Oh, tolong. Mysha bukan ingin meminta perhatian, tapi setidaknya kalau sudah menganggu hidup tenang nya. Jangan biarkan dirinya dalam kesendirian begini. Apalagi setelah melihat kondisi Bima yang begitu sexy dan menggoda dengan keringat ditubuh nya itu.
Serius? Gue diginiin???
Mysha ingin sekali berteriak seperti itu dihadapan Bima. Memang sial sekali pria tua itu.
Karena rasa kesal yang sudah luar biasa menggunung nya itu, Mysha segera mengambil ponsel yang sejak tadi di posisi nya.
Lalu, ia buka dering yang biasa ia gunakan untuk menandai orang yang menghubungi nya. Menempelkan ponsel itu, di pipi nya, seolah benar ada yang menghubungi nya.
"Hallo, iya, di mana Ren? " ujar Mysha, seolah yang mengubungi nya, benar Rendy.
Seolah-olah sedang menghubungi Rendy itu, mampu membuat Bima menaruh perhatian pada nya. Terbukti, pria yang tadinya sibuk dengan alat yang ia angkat, menoleh ke arah nya.
Pandangan mereka bertemu, Bima dengan dahi berkerutnya, sedangkan Mysha dengan tatapan menantang nya pada Bima.
Lalu, tanpa banyak bicara, Bima segera meletakkan barbel nya. Mengusap keringat yang tentunya masih membasahi tubuhnya. Semua gerak-gerik yang Bima lakukan itu, tentu tak lepas dari pandangan Mysha.
Entah kenapa, Mysha merasa ia munyukai setiap gerakan yang Bima lakukan, karena itulah, ia perhatikan semua gerak-gerik pria itu, walaupun sesederhana mungkin.
Apalagi saat pria itu berjalan ke arahnya, dengan tatapan tajam nya, seolah mata nya bisa merobek tubuh Mysha. Entah kenapa juga Mysha merasa tertantang untuk membuat pria itu marah kepada nya.
Setelah berada di jarak yang dekat, Bima dengan segera mengambil ponsel Mysha, tanpa melihat apa benar ada telfon dari seseorang, Bima langsung melempar ponsel itu ke samping, sedangkan Mysha yang melihat kelakuan Bima itu hanya mengangkat alisnya.
Lalu, wanita itu dengan segera melipat tangannya di dada. "Kenapa? " tanya Mysha dengan wajah menantang. "Kenapa main lempar?"
Bima tak menjawab pertanyaan yang Mysha berikan, dan Mysha juga menyadari itu. Karena hal itu, wanita itu menyeringai kecil, saat tahu tak akan mendapat jawaban apapun dari Bima.
"Kamu itu ya pak, udah ganggu pagi cerah orang, maksa ini itu. Terus di sini, dianggurin. Dah dianggurin, seenaknya main lempar ponsel orang. Situ pikir, beli nya nggak pake uang apa? " Kesal Mysha, dengan tangan yang terlipat didada.
Bima kembali memilih diam, lalu tangan nya bergerak meraih tangan Mysha, dibawa nya wanita yang tadinya duduk itu berjalan menuju treadmill.
Mysha hanya diam saja, mengikuti gerakan yang Bima berikan, karena jujur saja dia merasa deg-degan. Tak tahu kenapa.
Pria itu masih diam saat mengatur kecepatan lari Mysha di treadmill. Mysha pun hanya diam, dengan apa yang dilakukan Bima kepada nya.
Saat Mysha mulai bergerak, pria itu tak beranjak, dan malah berpindah ke belakang Mysha. Ternyata ikut berlari di belakang wanita itu.
Mysha merasakan gugup, karena tindakan yang Bima berikan kepada nya itu.
"Jangan membuat saya cemburu, Sabrina. Saya menyuruh kamu diam sebentar, untuk menyesuaikan kondisi kamu. Kalau kamu memang ingin berolahraga, ayo kita lakukan. " Akhirnya Bima membuka suaranya, setelah sedari tadi diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Chick-LitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
