Bab-42

64.1K 2.6K 241
                                        

Mysha menatap gedung-gedung tinggi dari apartemen nya. Tak ada hal indah yang bisa di nikmati. Karena udara yang banyak polusi ini, yang begitu mengganggu kesehatan tentu nya.

Dia sedang memikirkan rencana apa yang bisa membuat nya pergi menjauh dari Bima dengan membawa anak nya, tanpa pria itu mencari mereka lagi.

"Sebar video sama foto mesra gue aja kali ya, sama dia. Nanti wajah gue di blur aja. " Mysha bicara sendiri tentang rencana apa yang akan ia  lakukan itu.

"Tapi, jejak digital bisa di hapus, asal  banyak uang. " Keluh Mysha pada dirinya lagi. "Lagian sebar video pun, emang di lihat keluarga nya? Kan, pada sibuk semua. Atau kirim foto-fotonya nya ke rumah utama aja. Nanti bilang dia cuma memanfaatkan tubuh anak kecil ini, untuk mendapatkan uang.

" Sial ini gimana cara nya. Atau kita dorong aja dari lantai ini. Paling meninggal dan dia nggak bakal ngejar kita lagi," ujar Mysha dengan santai. "Tapi, cuma selamat di dunia aja, karena di alam sana pasti bakal tetap di kejar. Karena udah ambil nyawa dia dulu dari pada Tuhan. "

"Dulu daripada Tuhan. Siapa sayang? " tanya seseorang di belakang Mysha, hal yang tentu nya membuat wanita itu tersentak kaget.

Lalu, saat wanita itu tahu pelakunya, dia langsung membesarkan matanya kesal. "Bisa jangan ngagetin?! "

"Maaf, tadi aku nggak niat bikin kaget sayang. "

Ucapan dari Bima itu membuat Mysha mendengus, tak tahu harus percaya, apa tidak dengan pria itu. Karena sekarang, susah sekali melakukan nya.

Bisa saja pria itu membuat dia jantungan kan? Lalu dia akan meninggal, kerena serangan jantung mendapat.

Tapi, kalau dia meninggal. Berarti Bima dan Aulia tak akan mendapatkan anaknya. Tapi, pria itu bisa saja menikah lagi dengan wanita lain setelah dia meninggal.

Jika itu terjadi. Mysha berjanji pada dirinya untuk menghantui pria itu, karena telah memilih menikah lagi, saat dia tiada. Mysha berjanji tidak akan menerima alasan apapun nanti nya.

"Udah makan? "

"Menurut mu, gimana? " tanya Mysha balik.

Bima yang mendengar pertanyaan itu, menganggukkan kepala nya. Berkata seolah sudah.

"Kenapa disini? Nggak istirahat? Tadi katanya capek? "tanya Bima lagi, sembari meletakkan dagu nya diatas kepala sang istri.

" Bosan rebahan mulu, "Jawab Mysha.

" Mau jalan-jalan? Aku akan nemenin kamu, kalau kamu bosan. "

Mysha tak tahu ini tulus atau tidak, tapi mendengar tawaran dari Bima itu membuat Mysha ingin sekali menganggukkan kepala nya. Tapi, entah kenapa berat sekali.

"Capek, di luar panas. " Balas Mysha membuat Bima mengangkat alisnya.

"Jadi mau gimana? Di apartemen bosan, keluar panas? "

"Nggak gimana-gimana. Pengen gini aja. " Balas Mysha santai.

Sedangkan Bima hanya menggeleng kan kepala nya, tak percaya dengan jawaban yang istri nya berikan itu.

"Okey, " balas Bima, sambil menyematkan ciuman di rambut Mysha yang harum. "Kapan cek kandungan. Biar aku temani. "

Mendengar pertanyaan itu, membuat Mysha mendengus. Cek kehamilan hanya untuk mendapatkan kondisi kandungan nya, agar istri kesayangan nya itu bisa pura-pura hamil begitu?

Di puji dan di sayang keluarga begitu? Tidak akan Mysha biarkan itu terjadi. Dia akan cek kandungan sendiri.

Lalu, akan menyimpan semua kondisi kesehatan nya dengan begitu rapi. Tak akan Mysha biarkan Bima mendapatkan salinan apapun tentang kondisi kehamilan nya.

Lihat saja! Tidak akan ia biarkan.

"Nggak tahu. Belum lihat tanggal. "

"Oke. Kalau udah tahu, bilang aku. Aku akan nemenin, sesibuk apapun aku nanti nya. "

"Hmm, " gumam Mysha.

Lalu pasangan suami istri hanya diisi oleh keheningan, karena di antara mereka tidak ada yang ingin buka suara.

Karena Bima menikmati kebersamaan nya dengan sang istri dan anak kandungan nya, setelah sebelumnya salah paham tentang istri nya anak siapa.

Berbeda dengan Mysha yang memang malas buka suara, tapi menikmati semua sentuhan fisik yang Bima berikan kepada nya.

Terdengar munafik, tapi ini keinginan anaknya. Bukan keinginan nya. Jadi, jangan salahkan Mysha.

"Hmm, pengen anak cewek apa cowok? " tanya Mysha tiba-tiba.

Bima yang mendengar pertanyaan Mysha ditengah keheningan tadi, mengernyitkan dahinya. "Terserah. Aku yang dari lama pengen anak, tidak mempedulikan gendernya, Sabrina. "

Mendengar pertanyaan itu, membuat Mysha menganggukkan kepala nya. "Emang anak cewek nggak masalah jadi penerus perusahaan ? Bukannya harus cowok yah? "

Mysha menanyakan itu, bertujuan bisa berdoa pada Tuhan tentang anak yang diinginkan suami nya itu. Jika dibutuhkan cowok, maka Mysha akan berdoa agar cewek.

"Hmm, tidak masalah. Sudah aku katakan apapun gendernya, yang penting kalian sehat. Itu sudah cukup bagi saya. "

Mysha yang mendengar kalimat munafik itu, mendengus dari dalam hati. Uh, Mysha tak percaya. Sungguh.

"Sebenarnya, aku menginginkan anak pertama laki-laki, biar bisa melindungi adik-adiknya nanti. Tapi, jika diberikan seorang anak perempuan. Tidak masalah, nanti anak berikut nya laki-laki, dia juga bisa melindungi kakak nya, bukan? " lanjut Bima, membuat membesarkan matanya. Tak percaya.

Siapa memangnya yang ingin memiliki banyak anak dari pria ini? Maksudnya siapa yang mau hamil lagi, setelah anak ini dilahirkan.

"Ha? Emang masih bisa? Bukan nya kamu udah tua? "

Mendengar pertanyaan istri kecil nya itu, membuat Bima berdecak kesal. "Masih bisa, aku berencana mau bikin tim sepak bola, menurut mu, gimana?

" Gila! "Mysha menjawab nya dengan spontan.

" Ya, gila karena kamu. Sudahlah, mari tidur. Pada akhirnya kamu ngejek umur suami mulu. " Bima mengatakan itu, sambil mengangkat Mysha, untuk masuk kedalam kamar mereka.

"Itu fakta. "

"Tapi, aku nggak suka. Aku nggak suka bahas umur sama kamu. "

Ucapan Bima itu membuat Mysha mendengus, tak berniat membalas lagi, saat dirinya sudah di tidurkan diatas ranjang mereka.

"Sekarang, tidur. Kamu butuh istirahat, " ucap Bima, sambil mencium dahi Mysha dengan lembut. "Aku keluar dulu, mau lanjutin kerja. Nanti nyusul. "

Setelah mengatakan itu, Bima langsung pergi, dan Mysha hanya menyaksikan kepergian suami nya itu dengan tenang, sebelum memilih memejamkan matanya, untuk tidur. Seperti perintah dari Bima tadi, entah kenapa ia turuti.

T. B. C

Sekarang, udah terhitung cuti ya. Jadi, Ly juga mau cuti.
Kembali update di tanggal 9 APRIL 2025.

Sebelum itu, Ly mau minta maaf yang kalo balasan komen Ly  ngegas. Jadi, Ly ingetin sekali lagi, Ly Update itu Rabu, Jum'at, Minggu dari jam 20.00-24.00.

Okey, paham.

Untuk minggu depan dan seminggu kedepan, Ly emang nggak update ya.

Tolong baca sampai akhir pengumuman ini!

Oke, sekian informasi ini diberikan. Mohon maaf lahir batin, selamat lebaran bagi yang merayakan. Emang duluan aja, soalnya ini hari terakhir update.

See you TANGGAL 9 APRIL 2025.

Eh, mau challenge dulu, sebelum tanggal 9, mana tau bisa 4 k vote dan 1 k komen. Kalau bisa tanggal 9 , aku double up. INGAT INI UNTUK TANGGAL 9 APRIL YAAA!!!!

Dilarang mendesak Ly, sebelum tanggal 9. Terima kasih!!!!!

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang