Bab-27

86.9K 2.1K 217
                                        

Mysha mendudukkan dirinya di ranjang apartemen nya dengan perasaan yang kalut. Setelah perbincangan dengan Tiwi tadi, otak Mysha seolah terkontaminasi dengan kehamilan.

Oh, apa keadaan Bima tadi benar disebabkan oleh istri nya yang sedang hamil? Lalu, kenapa Bima yang mengalami nya, sedangkan Mysha tidak. Berarti bukan dia yang hamil, kan?

Bisa saja Aulia yang sedang mengandung, dan ikut merasakan mual seperti Bima tadi. Tapi,  keadaannya bukan saat makan, tapi di pagi atau malam hari. Bisa saja, kan?

Ah, Mysha anak ekonomi , yang dari SMA belajar ilmu sosial ini, di paksa untuk memikirkan ilmu saintek? Ah, yang benar saja.

Karena rasa putus asa nya, Mysha segera meraih ponsel yang letaknya tak jauh dari nya itu, untuk searching di google tentang tanda-tanda kehamilan bagi pasangan suami istri. Oh lebih tepatnya, apakah suami bisa ngidam, disaat istri hamil?

Saat Mysha menekan bagian pencarian, informasi yang dikeluarkan membuat dahi Mysha mengernyit tak suka.

Ya, suami bisa ngidam saat istri hamil. Kondisi ini disebut sebagai sindrom couvade atau kehamilan simpatik.

Oh, ini bukan Mysha dan Bima sekali, mana ada dia simpati dengan Mysha?

Gejala yang dialami suami saat sindrom couvade, yaitu
Mual

Ya, tadi dia mual saat makan malam bersama.

Muntah
"Seperti nya, tadi juga muntah, " bisik Mysha pelan.

Berat badan bertambah.
"Mana gue tahu, dia nambah berat badan atau gimana. Tapi tubuh nya walaupun udah tua, tetap keren, " gumam Mysha yang diakhiri dengan kalimat pujian.

Nafsu makan berubah
"Mana gue tahu, dia kesini cuma buang miliknya , kalaupun ketemu, judes banget. Kalau dilihat nggak sih, dia kan susah makan. " Mysha berdecak, saat mengatakan aib Bima itu.

Ngidam
"Mana gue tahu, udah dibilang nggak serumah juga. " Mendadak Mysha kesal membaca beberapa gejala yang diberitahu google ini.

Kelelahan
"Nggak tahu, budeg ya! "

Perubahan suasana hati.
"Ini juga dari lama gini mulu sama gue mah. Lihat gue, berasa orang paling jahat sedunia dia. " Cemburut Mysha.

Nyeri perut
Kram kaki
Kecemasan

"Tanya sendiri. Jangan tanya gue! " setelah mengatakan itu, Mysha segera melemparkan ponselnya kembali keranjang, kemudian ikut menidurkan dirinya di sana.

Oh sungguh tubuh dan otak nya begitu lelah, sedari tadi di ajak untuk bekerja keras. Kalau ada yang tanya bekerja keras apa? Bekerja keras dalam memikirkan kondisi Bima yang kata ibu mertua nya sedang muak, yang di sebabkan oleh istri nya hamil.

"Kalau Aulia hamil, gimana cara balas dendam nya? Kasihan juga bayinya jadi broken home, karena ulah emaknya. Gue nggak mau dia kek gue. Terus, gue harus apa? Udah sejauh ini. Masa masih ngubah strategi? "  kesal Mysha pada dirinya sendiri.

"Tapi, kalau Bima kek gitu karena gue, masa secepat itu sih. " Mysha bertanya pada dirinya sendiri, tampak tak sadar diri, seberapa lama hubungan nya dengan Bima itu. "Ah, ini tu penyakit tua Bima, bukan karena istri nya pada hamil. Gila aja gue, percaya sama tontonan emak-emak. " Mysha memutuskan pemikiran nya, sambil menjentikkan jarinya. Yakin, kalau pemikiran terakhir nya, benar ada nya.

"Ah, ngantuk banget. Tidur. Bodoamat lah, sama make-up ini. Nggak bersihin sehari, nggak bakal bikin gue langsung jerawatan, " ujar Mysha, meraih guling untuk ia peluk saat tidur.

Tubuh nya begitu lelah, dan malas melakukan apa pun. Padahal, semalas dan selelah apa pun Mysha, dia tetap akan membersihkan sisa-sisa make-up nya.

Saat Mysha sudah mulai masuk ke alam mimpi, ia bisa mendengar  pin apartemen nya berbunyi, yang berarti seseorang telah berhasil memasukkan kata sandinya.

Namun, Mysha sama sekali tak segera bangkit, misalnya untuk melarikan diri, karena bisa saja yang masuk adalah orang jahat. Sungguh, Mysha tampak tak peduli, karena rasa kantuk yang sedang menyerang diri nya itu.

Di sela lelapnya, Mysha merasakan seseorang sedang membelai lembut wajahnya, telapak tangan besar itu, sungguh menenangkan dirinya.

Namun, tak lama, Mysha juga merasakan sesuatu yang basah menyentuh kulit wajahnya dengan begitu lembut, seolah menjaga Mysha dari kejahatan.

Setelah itu, Mysha juga merasakan seseorang memeluk tubuh nya dengan erat, begitu erat. Tapi, Mysha tak berani membuka matanya.

***

"Kamu ini, salah makan ya, Mas? " tanya Aulia, membantu sang suami yang sedang memuntahkan sesuatu di wastafel.

"Tapi, kamu itu nggak ada punya alergi, kan? Cuma ada beberapa makanan yang emang kamu nggak suka. Kek seafood, " lanjut Aulia, bertanya pada  Bima.

"It's okay. Jangan panik, mungkin aku maag, " jawab Bima, mencoba menenangkan Aulia.

"Gimana aku nggak panik, tante kamu bisa aja bilang, aku nggak becus rawat suami. " Aulia tak setuju dengan kalimat yang Bima katakan itu. "Terus, apa kamu bilang, kamu maag? Apa kamu lupa, hidup kamu tuh sehat banget, mas. Lebih sehat daripada aku, makan kamu aja selalu teratur. " Bantahan Aulia kembali terdengar, dan bantahan yang terakhir cukup menyadarkan Bima.

Benar, pola hidup nya memang sehat. Olahraga pun,  dia teratur? Lalu, bagaimana dia bisa mengatakan dirinya mendapat maag?

"Mas, gimana kalau kita di periksa ke dokter? " tanya Aulia, sambil menyentuh lengan Bima.

"Tidak usah. Seperti nya, aku cuma butuh istirahat. " Setelah mengatakan itu, dia langsung keluar dari kamar mandi, yang tentu diikuti Aulia dari belakang, dengan tatapan cemas nya.

Bima yang harus nya menaiki tangga, untuk pergi ke kamar nya. Harus terhenti, saat melihat istri kecilnya yang tampak nya ingin pulang bersama Rendy.

Oh, istri nya yang nakal itu, masih berhubungan dengan mantan nya, dan pergi ke sini pun tampa meminta izin pada Bima.

Walaupun begitu nakal, dia tampak begitu cantik. Hingga Bima begitu kesulitan untuk memalingkan wajahnya dari wanita itu.

"Kamu, yakin pulang? Nginep disini aja. Di kamar samping Bima dan Aulia, " ujar Tiwi pada Mysha.

Ibunya itu, tampak nya ingin menantu nya itu tinggal disini, lebih lama lagi.

"Disini kamu aman, Bunda tidak akan biarkan Rendy naik ke atas, selama kamu disini. Ada om nya disana. "

Oh, ibunya ini. Apa tidak sadar permintaannya itu, bisa saja membuat Mysha curiga. Kalau sebenarnya hubungan ini tidak hanya diketahui oleh mereka berdua dan orang kepercayaan nya.

Tapi, juga diketahui oleh ibu Bima, atau bisa dikatakan oleh ibu mertua Mysha.

Oh, Bima begitu menikmati raut tegang itu. Bagaimana kepanikan itu ada pada diri Mysha.

Entah tegang karena tidak tahu cara menolak atau tegang karena takut bahwa dirinya telah ketahuan ?

Lalu, entah keajaiban dari mana. Perut nya yang tadi mual, mendadak menghilang. Hanya dengan melihat Mysha disana.

Jadi, dia terus memperhatikan dua wanita itu, sampai pada akhir nya Mysha berhasil mendapatkan izin untuk pulang oleh Tiwi, sedangkan Tiwi terpaksa mengikhlaskan Mysha pergi. Sungguh drama sekali.

Sesungguhnya Bima juga terpaksa, saat melihat Mysha dan Rendy disana. Dia ingin melarang, tapi dia tidak ingin orang tahu semakin banyak.

"Mas, ini aku minta tolong bibi bikin wedang jahe. Semoga mual kamu hilang, " ujar Aulia, sambil menyodorkan gelasnya.

Terlalu fokus pada Mysha, hingga Bima tak menyadari istri nya sudah berbelok kedapur untuk membuatkan nya wedang jahe.

"Tidak usah. Aku cuma butuh istirahat. " Tapi, dengan kejamnya, Bima menolak minuman yang diberikan istri nya itu.

Lalu, dengan segera ia menaiki tangga menuju kamar nya, untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah.

T. B. C

Hari inii update!! Yang nunguin siapa???

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang