Mysha terbangun, ketika mendengar alarm ponsel nya berbunyi, begitu keras, hingga membuat Mysha ingin melemparkan nya.
Sebenarnya, Mysha masih ingin tidur nyenyak, diatas kasur yang empuk, terlebih tubuh nya, masih begitu lelah, setelah di tempur luar biasa oleh Bima.
Ya, permainan panas nya berlangsung begitu lama, Mysha rasa berhenti di jam 2 pagi, saat kesadaran Mysha sudah terkuras habis, karena itu lah, Mysha masih ingin tidur.
Tapi, dia cukup sadar, dia masih berada di kediaman Surya, tempat di mana ia sedang mencari mangsa. Jadi, dia tak bisa seenaknya, bukan?
Karena itu, dengan tubuh lelahnya, Mysha mulai menurunkan kaki, untuk ke kamar mandi, membersihkan diri nya.
***
Setelah membersihkan diri, Mysha menggunakan pakaian yang ada di walk in closet. Karena, Mysha yakin, pakaian yang ada di sana, disiapkan untuk tamu yang berkunjung.
Dan Mysha adalah salah satu dari tamu yang berkunjung itu bukan? Jadi, tak ada masalah, kalau Mysha menggunakan nya, kan?
Tapi, tunggu ada yang ada aneh disini. Kenapa dosen gilanya itu, bersedia menikahinya? Padahal sebelum nya dia dengan begitu menolak bukan?
Di kamar mandi, malam tadi, mereka masih melempar ancaman serta penolakan.
"Perasaan, yang ditekan pisangnya. Kenapa otaknya yang kena, ya? " tanya Mysha pada dirinya sendiri, sambil menatap dirinya di cermin.
"Ini, serius bakal di nikahin? Nggak bakal di prank kan? Tapi, kenapa jadi gue yang ngebet ya? " lanjut Mysha kesal sendiri pada dirinya. "Tapi, badan gue pegal banget. " keluh Mysha lagi.
Masih banyak pertanyaan, yang berlayar di otaknya, hingga matanya melihat jarum jam, yang membuat nya harus turun, untuk mencari muka.
Karena itu, Mysha segera menyelesaikan aksinya, lalu keluar dari kamar. Dan disaat di tangga. Dia bertemu dengan Bima yang tampaknya baru selesai olahraga.
Itu bisa di lihat dari jejak keringat pada tubuh pria itu, yang begitu banyak. Hingga mencetak kaos yang ia gunakan. Memperlihatkan betapa kekarnya tubuh pria itu.
Tubuh yang tadi malam menyentuh serta menghangatkan nya.
Dan disaat Mysha masih bermonolog dengan dirinya, pinggang nya ditarik mendekat oleh tangan berurat itu. Hal yang membuat Mysha terkejut, tapi tangannya masih bisa memberi jarak, agar keringat pria itu tidak berpindah pada terusan yang ia gunakan.
Tapi, keterkejutan Mysha tak berhenti disana, saat merasakan bibir dingin pria itu bersatu dengan bibir nya. Tidak hanya menempel, tapi ada sedikit lumatan di sana.
"Morning kiss, " ujarnya, setelah ciuman mereka terputus.
Tangan pria itu, juga sibuk membersihkan sisa-sisa saliva yang tertinggal. Dan sebelum pergi, memberikan ciuman kecil di hidung Mysha.
Setelah itu, baru lah dia kembali menaiki tangga, meninggalkan Mysha dengan keterkejutan nya.
"Ini, dari kemarin malam dia kenapa dah? Ketiban HP apa gimana? " tanya Mysha pada diri nya.
Setelah bisa menguasai diri, dari apa yang telah terjadi. Menarik nafas kasar, Mysha melanjutkan langkah nya, menuruni tangga.
Mengabaikan dulu, apa yang terjadi pada Bima. Karena otak Mysha masih belum bisa diajak berpikir.
"Loh, Mysha kamu udah bangun? " tanya Tiwi, saat Mysha lihat wanita itu sibuk di depan kompor, mendampingi seseorang chef.
"Ha iya oma. Ada yang bisa Mysha bantu? " tanyanya pada Tiwi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Genç Kız EdebiyatıSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
