Dua minggu telah berlalu, sejak ia tahu tentang dirinya hamil. Mysha tentu merawat sang anak dengan suka cita.
Tapi, berbeda jika suaminya berada di sekitar nya, dia seolah menjadi orang yang tidak menginginkan anak ini. Wah, emang Mysha drama queen sekali.
Tapi, entah kenapa juga, suaminya itu terus saja pulang ke apartemen miliknya, maksudnya milik pria itu, yang sekarang Mysha tempati.
Kenapa tidak pulang ke rumah istri pertama nya? Padahal kalau berkata jujur, Mysha memang jengkel sungguhan dengan pria itu, saat pria itu mengantar dia, dan langsung menemui istri nya itu.
Bahkan, rasa jengkel Mysha itu berlangsung tiga hari, dia bahkan tidak mengizinkan pria itu masuk ke dalam apartemen nya sendiri, walaupun sebelum nya dia sempat masuk, karena tahu pin apartemen ini. Hal itu, tentu membuat Mysha jengkel.
Lalu, untungnya ada pekerjaan yang mengharuskan pria itu untuk datang ke kantor entah kampus, Mysha tidak tahu, karena dia bingung dengan pekerjaan suaminya itu.
Saat pria itu pergi, Mysha memanfaatkan kesempatan nya, untuk mengganti pin apartemen nya, dan ya pria itu terkurung di luar.
Baru bisa masuk lagi, saat stok makanan di apartemen tidak ada lagi, yang mengharuskan Mysha untuk keluar, membelinya.
Mysha juga tak sadar, pria itu memasang tenda di depan pintu apartemen nya, bayangkan tenda. Sial, memalukan sekali, mana tiga harian, salahkan juga Mysha yang tak mencek cctv apartemen nya.
Lalu, setelah di perbolehkan masuk, pria itu tampak begitu baik, membelikan semua apa yang Mysha minta, walaupun bukan dia yang pergi membelinya, takut di kunci lagi di luar, mungkin meninggalkan trauma.
Tapi, seharusnya pria itu juga sadar, bukan hanya dia yang trauma. Tapi, Mysha juga, saat melihat tenda kemah di depan apartemen nya.
Oke, mari lupakan itu. Tapi, sekarang Mysha merindukan ayahnya di kampung dan juga bibi nya.
Untuk melepaskan rindu itu, Mysha sudah menghubungi distributor orang berharga itu dari kemarin, tapi tidak diangkat sama sekali.
Lalu, masalah lainnya, dia tidak mempunyai nomor orang kampung, sebenar ada dia simpan di catatan, tapi ia lupa meletakkan nya di mana, tapi dia juga ragu apa dia bawa kesini, atau tinggal di sana.
"Kenapa? " tanya Bima, sambil mendudukkan dirinya di samping Mysha, dengan laptop di pangkuan nya, menatap sang istri yang wajah frustasi istri nya itu. "Mau sesuatu? Mau aku pesan kan?" lanjut Bima bertanya, sambil meraih ponsel nya.
Mysha yang melihat itu berdecak sebal, apa semua bisa dipesan? Kalau gitu, tolong pesan kan ayahnya di kampung, dan pindahkan kesini. Dia rindu.
"Jadi, mau apa? " Bima mengulang pertanyaan nya, dengan tangan yang sibuk mengutak-atik ponselnya, membuka aplikasi belanja.
Hanya dengan satu tangan, karena tangan yang lain, ia gunakan untuk mengelus rambut istri kecil nya itu.
Sial pria tua ini, yang diacak rambut nya, kenapa yang berantakan hati nya! Mysha mendengus dari dalam hati.
"Mau ayah, " ujar Mysha pelan.
"Ha? Itu, makanan jenis apa? " tanya nya, menoleh pada Mysha, dengan dahi yang mengerut, berpikir.
Mysha yang mendengar pertanyaan bodoh Bima itu menyipitkan matanya, sebelum berkata kasar. "Bego! " Kesal nya sendiri.
"Mulutnya, Sabrina. Anak saya bisa meniru mya dari dalam sana, " Ujar Bima , lalu meletakkan tangan nya dan dibibir wanita itu, untuk di elus. "Kadang, itu barang? Ayah itu barang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
