"Kok lama banget baby, ke toilet nya? " tanya Rendy, saat Mysha baru saja mendudukkan tubuh nya di kursi makan.
Semua orang sudah berada di sini, termasuk Bima yang sekarang menatap tajam ke arah nya.
Oh, takdir kenapa selalu memberikan ruang bagi Mysha, untuk melanjutkan aksi nya. Karena sekarang posisi nya berhadapan dengan Bima serta Aulia.
"Hmm, tadi ada sedikit insiden sayang, " ucap Mysha, menoleh ke arah Rendy.
"Ins-, loh bibir kamu kenapa, tadi nggak begini kan? " tanya Rendy panik, dan tanpa sengaja menyentuh luka bibir Mysha, yang tentu membuat wanita itu meringis sakit. "Maaf baby. " Kata Rendy, sadar akan kesalahan nya.
Sial, lipstik nya ternyata tak mampu menutupi luka ini, dan aksi sok pahlawan Rendy, membuat semua orang yang berada di meja makan menatap mereka. Termasuk tetua. Sungguh, menjadi pusat perhatian karena sakit, bukan lah keinginan Mysha.
"Rendy, ambilkan tissue dan petroleum jelly, " ujar Pertiwi. Surya, kepada Rendy.
"Baik, Oma." Rendy segera beranjak, mengambil apa yang diperintahkan Pertiwi.
Mysha ingin mencegah, tapi ia harus menjawab pertanyaan yang Tiwi berikan.
"Mysha, kenapa bibir mu bisa terluka seperti itu? " tanyanya.
"Ha, ini tadi ke peleset dikamar mandi, dan bibir aku nggak sengaja bentur pinggiran wastafel, " ujar Mysha, sambil mengerling nakal pada Bima, yang berada di seberang nya.
"Kamar mandi bawah memang sering membawa korban, makanya aku malas kesana," decak Dewi. "Mama, jangan pernah kesana, yah, " ujar nya, kepada sang ibu.
Dewi masih mengomel tentang kamar mandi bawah yang sering membawa korban, menyalahkan pekerja yang tidak memperhatikan itu. Sedangkan yang lain hanya diam.
Sampai kedatangan Rendy dengan tisue serta petroleum jelly yang diminta Tiwi.
"Ada micellar water? " tanya Tiwi, yang Mysha berikan gelengan.
"Aku ada, bunda, " ujar Aulia, mengeluarkan micellar water miliknya pada Tiwi, Tiwi langsung menerima nya, tanpa mengatakan apapun.
Setelah semua barang ada, wanita itu langsung membersihkan lipstik Mysha dengan tissue yang telah diberikan micellar water. Lalu mengoleskan petroleum jelly pada bibir nya.
Wanita itu berhati-hati melakukan nya. Setelah semua selesai, dia menyimpan nya semua barang itu, Rendy yang sadar, segera mengambil nya untuk diletakkan kembali di belakang.
"Kalau lagi luka gitu, jangan pakai lipstik dulu, takut nya infeksi. Dan hati-hati dalam berjalan, " ujar nya dengan penuh wibawa.
Mysha yang mendengar itu, menganggukan kepala nya. Ah dia segan sekali rasanya. Dan wanita itu, kembali duduk di tempat nya, karena saat mengobati nya, dia berada di samping Mysha.
"Kamu, bisa makan sayang? " tanya Rendy, saat kembali dari belakang.
"Bisa."
"Oke, aku tambah obatnya, " ujar Rendy, yang sesungguhnya tak Mysha mengerti.
Sebelum merasakan bibir Rendy berada di sudut bibir nya, kecupan itu bersamaan dengan teriakan orang di sekitar nya.
"RENDY! "
Dan, sesungguhnya teriakan itu hanya ditujukan untuk Rendy, tapi membuat Mysha ter lonjak kaget.
"Kamu ini, di sini masih ada eyang putri sama eyang kakungmu! " ujar Tiwi tegas.
"Astaga, Risma anak mu ini! " kesal Dewi, sambil menutup mata nya.
Si pelaku hanya tertawa, dan korban tertunduk malu.
Sial, biasanya dia tidak pernah merasakan perasaan malu, bahkan disaat semua orang menatap nya berbelit lidah. Tapi, sekarang sungguh ia malu, di lihat para tetua dari keluarga Surya ini.
"Oma, aku cuma kasih obat cinta loh, obat cinta dari aku pasti lebih manjur dari milik oma. Dan ini, lumrah di kalangan anak muda. Oma pasti dulu juga pernah, iya kan baby? " ujar nya sambil menoleh pada Mysha yang sekarang menundukkan pandangan nya.
"Anak muda yang keluar norma, bukan sesuatu yang bisa di banggakan. Kalau mau ciuman, jangan di sini. Hargai para tetua! " ujar Bima tajam.
Mysha yang mendengar ucapan itu, dengan segera mengangkat kepala nya, dan dia bisa merasakan tatapan tajam itu kepada nya.
Mysha, merasa Bima menyalahkan dirinya, padahal disini dia korban. Sialan sekali om dan keponakan ini.
"Ah, maaf om. Aku cuma becanda, " ujar Rendy, dan Mysha yang mendengar itu segera menoleh.
Diawal sok jagoan, fakta nya tetap mental kerupuk.
"Rendy, jaga sikap mu. Lihat pacar mu kelihatan malu, mama nggak mau lihat seperti itu lagi! " ujar Risma Surya, ibu dari Rendy.
Dan lagi-lagi, pria itu menganggukan kepala nya. Pertanda paham.
Dan, setelah itu, kegiatan makan dimulai yang dipimpin oleh Dina Surya dan Erwin Surya.
"Huk!! " Bima terbatuk, membuat semua orang yang berada di meja makan menoleh.
"Kenapa sayang? " tanya Aulia panik, saat melihat wajah suaminya memerah.
"Astaga Aulia, dia itu tersedak, bukannya ambil minum, kamu malah nanya kenapa. Lihat wajahnya memerah! " kesal Dewi.
Aulia yang sadar akan kesalahan nya, dengan segera mengambil air, namun itu sudah keduluan oleh Mysha.
"Ini tan, udah aku ambilin, " ujar Mysha, memberikan nya pada Aulia, karena ia tahu Bima pasti akan menolak pemberian nya.
Ah, sesungguhnya Mysha tahu penyebab Bima tersedak seperti itu, karena ini ulah kaki nya dibawah sana.
Menggoda pria itu, mulai dari bawah. Sampai memberi sedikit tekanan pada kejantanan pria itu.
Saat Mysha melakukan nya, dia sudah menerima tatapan tajam dari pria itu, tapi Mysha yang keras kepala, tetap saja melakukan nya.
Hingga saat Mysha berada di titik sensitif pria itu, barulah pria itu tersedak. Hahah, Mysha menyukai semua kerja nya.
Di sela meneguk air nya, dia tetap memberikan tatapan tajam pada Mysha yang berubah menjadi sosok sok polos itu.
"Bima, hati-hati makannya, " ingat Tiwi kepada anaknya.
Yang dibalas Bima dengan anggukan kepala.
Dan, suasana meja makan kembali hening, tapi tidak dengan kaki Mysha dibawah sana, yang tetap menjalankan aksinya.
Mulai dibawah, menggoda disana, dan saat dia sudah berada di atas, kaki nya di tangkap oleh tangan Bima.
Ya, salah satu tangan Bima. Karena di atas meja, hanya ada satu tangan, dan tangan yang satu lagi, berada dibawah.
Dan sekarang wajah Mysha yang memerah, dan ia juga harus menggigit bibir nya yang terluka itu, saat merasakan belaian lembut pada kakinya.
Mysha sadar, tak hanya tangan pria itu yang bekerja, tapi juga kaki nya, yang sekarang mengelus kaki nya satu lagi.
Kedua kaki Mysha diserang oleh pria itu, dan oh Mysha juga dapat merasakan kaki Bima berada di pahanya yang terdalam.
Saat Mysha menatap pria itu, pria itu ternyata sedang menatap Mysha dengan seringai lebar.
Seolah berkata. Jangan pernah bermain dengan ku.
"Uhuk! " batuk Mysha, saat merasakan tekanan pada lembah kenikmatan nya.
"Ma-af, " ujar Mysha segera meminta maaf dengan terbata.
Sesungguhnya dia tidak takut, tapi dia sedang meminimalisir desahan yang keluar dari bibir nya.
Sial sekali pria itu, yang sekarang sedang menyiksa Mysha dari bawah sana, dengan gairah yang tak bisa Mysha ungkapkan.
Dan, disaat Mysha akan memperoleh pelepasan, pria itu melepaskan permainan nya. Dan kembali makan dengan nikmat, berbeda dengan Mysha yang sedang menahan sesuatu, karena ulahnya.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Chick-LitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
