Mysha menatap pantulan dirinya di cermin yang berada di toilet, setelah itu kedua tangan nya terkepal, mengingat semua kesulitan yang pernah ia alami sejak kecil, karena ulah seorang wanita ular.
Lalu, sekarang wanita ular itu ada disini, berada di dekatnya. Tampak begitu bahagia hingga membuat dendam yang sedari dulu Mysha agungkan, kembali meluap.
Wajah wanita itu saja masih jelas dalam ingat nya, apalagi dendam yang sedari dulu dia ucapkan dari dalam hati, dendam yang sering ia ucapkan ketika mendapatkan banyaknya perilaku buruk.
"Kehilangan? Dia juga harus menerima itu, kan? " ujar Mysha dengan nada rendah nya, matanya sudah mengobarkan api dendam.
Setelah mengatakan itu, Mysha segera meraih ponsel nya, yang ia simpan di slingbag nya, untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.
Setelah pesan terkirim, ia kembali menyimpan ponsel nya ke dalam slingbag. Kemudian merapikan penampilan nya, mulai dari rambut, riasan wajahnya.
Setelah semuanya rapi, barulah dia keluar dari toilet, dan saat pintu dibuka, Rendy sudah ada di sana, menunggu kehadiran nya.
"Kamu nggak kenapa-kenapa , kan? Lama banget di toilet nya? " tanya Rendy, sambil meraih pinggang Mysha, menuntunnya untuk kembali ke acara pesta.
"Its okay. Oh iya, aku tadi nggak sopan sama tante kamu, boleh aku ketemu lagi? Mau minta maaf, " ujar Mysha, di tengah langkahnya yang berdampingan dengan Rendy.
"Hmm, boleh. Tadi sikap kamu emang kurang sopan menurut om ku, walaupun menurut aku biasa aja. Tapi aku kena marah sama om ku, katanya pacar aku tidak bisa menghargai istri nya, " ujar Rendy, memberitahu apa yang terjadi kepada nya.
"Ha? Kena marah? " tanya Mysha, terkejut.
"Hmm, om aku tu terlalu protektif sama tante Aul, dia itu mau semua orang yang ngehargai dia, juga harus ngehargai istri nya. Pokoknya tante Aul itu dicintai banget lah, tante Aul juga gitu, ke om Bima. " Dengan santai, Rendy mengatakan itu, hal yang membuat Mysha mencibir.
"Kalau gitu, aku harus minta maaf secepatnya sih. Karena tadi sempat memotong ucapan istri nya. Nanti, nilai-nilai ku sama dia merah semua, " ujar Mysha, yang diakhiri kekehan geli.
Ucapan Mysha itu, tentu di sambut tawa oleh Rendy. "Harus sih. Tapi, kalau profesional dia harus bisa bedain antara urusan pribadi sama kerja, " ujar Rendy, sambil mengedikkan bahunya.
"Harusnya gitu, " balas Mysha.
Sebenarnya, dia sudah tak peduli dengan nilai nya bersama Bima. Sejak lama pria itu sudah tidak menyukai kehadiran nya di kelas. Kenapa begitu? Dia selalu memberikan tatapan tajam pada Mysha, berbeda dengan teman nya yang lain, yang selalu di sambut hangat.
Mysha merasa tak pernah membuat masalah dengan pria itu, kecuali ke depannya, dia akan membuat banyak masalah dengan pria itu.
***
Dengan tangan yang membawa nampan berisikan 3 jus jeruk, Mysha membawa langkah nya menuju pasangan suami istri yang sedari tadi sudah ia incar.
Memang hanya sendiri, karena keberadaan Rendy sudah tidak bisa ia deteksi, lagian Mysha juga tidak peduli kemana pergi pria itu, karena fokus utama nya sekarang pasangan suami istri ini.
Ah, dia membawakan tiga jus jeruk, untuk nya, untuk Aulia dan juga Bima. Disini sebenarnya ada alkohol, tapi hanya beberapa orang yang bisa menikmati nya.
Bagaimana pun, ini acara kampus, jadi semua panitia tampak membuat semua yang hadir nyaman dengan hidangan, tanpa menambahkan kekacauan dengan banyak nya manusia mabuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
