Bab-17

123K 1.8K 47
                                        

Tak ada yang memberitahu Mysha, bahwa berurusan dengan keluarga Surya, begitu melelahkan.

Sungguh, sejak hari dimana ia memutuskan hubungan nya dengan Rendy, atau lebih tepat nya, sejak pembicaraan nya dengan Bima terakhir kali. Hidup nya tak tenang.

Tidak keponakan, tidak om, sama saja. Menyusahkan Mysha.

"Kamu, harus jelaskan, kenapa minta putus? Kita bahkan baru datang ke acara keluarga loh. Apa karena aku ada kelas pagi itu, dan nggak bisa antar kamu ke kos? " tanya Rendy, yang mengiringi langkah Mysha.

Tapi, Mysha sama sekali tak membalas apa yang Rendy katakan itu. "Sayang, tolong jawab. Keluarga aku, ada yang bikin kamu nggak nyaman? Oma, orang tua ku atau om ku? "

Pertanyaan terakhir Rendy itu, bersamaan dengan Bima yang lewat, melihat ke arah mereka.

"Mysha, ke ruangan saya sekarang. "

Bima mengatakan itu dengan tegas, bahkan tangan Rendy yang ingin meraih tangan Mysha, harus terhenti.

Mysha menganggukkan kepala nya dengan malas, astaga. Tak ada lah, yang ingin menyelamatkan nya?

"Nanti, kita ngobrol lagi ya. Aku juga ada kelas, " ujar Rendy, membuat Mysha yang tadi nya memperhatikan langkah pergi Bima, menolehkan kepala nya. Lalu, mendengus kesal.

See! Dia itu benar-benar, seperti takut om nya. Padahal, tubuh nya juga tak kalah besar dari Bima. Ya, memang tubuh Bima itu profesional.

Setelah mengatakan itu, Rendy melangkah pergi, yang juga diikuti oleh Mysha, tanpa mengatakan apapun, karena ia langsung mengejar langkah Bima.

Bima mengetuk sebentar, bentuk profesional, dan membuka nya dengan keras, bentuk pelampiasan rasa kesalnya, terhadap pria itu.

"Sabrina Mysha? Kenapa masuk dengan kasar begitu? Dan, siapa mengizinkan masuk? " Suara tegas itu terdengar, membuat Mysha menahan nafas, karena sadar tak hanya dirinya dan Bima saja di ruangan itu, tapi ada dosen lainnya.

"Dia memang pintar, tapi akhlak nya, minus sekali. " Terdengar suara lain, yang terdengar merendahkan di telinga Mysha.

Ya, dia dosen muda di sini, Bella Devita. Dosen yang selalu menatap Mysha dengan tatapan tak senang.

Mungkin, wanita itu iri dengan kecantikan yang Mysha miliki

Oke, lupakan Bella, yang bisa membuat nya sakit kepala, karena sekarang Mysha sudah ingin pingsan rasanya, melihat satu dosen yang berperan penting dalam hidup nya, memergoki sikap tak sopan nya, yang baru ia lakukan itu.

"Ma-af Pak, tadi saya dengar udah diperbolehkan masuk. " Mysha mengatakan itu, bersamaan dengan matanya yang melotot tajam pada Bima, seolah meminta pertolongan.

"Tapi, kami yang berada diruangan ini, tak ada yang mempersilahkan kamu masuk. Bahkan, pemilik ruangan tidak buka suara sama sekali. Iya kan, mas? " balas Bella, sambil melihat Bima.

Mysha yang mendengar panggilan itu, mendengus kasar. Mas mis mus. Dasar, wanita gatal, apa dia tak sadar, pria yang ia panggil mas itu sudah memiliki istri? Tidak hanya satu, bahkan dua!

Dasar pelakor, cibir Mysha dari dalam hati. Tak sadar diri, hanya bisa mengatai Bella saja.

"Mungkin dia salah dengar tadi. Karena tadi, say memang menyuruh nya datang untuk melengkapi tugasnya yang tidak lengkap. Tapi, saya salah, saat menyampaikan itu, dia terlihat sedang bertengkar dengan pacar nya, yang kebetulan keponakan saya, " ujar Bima sambil melihat Mysha.

Mysha yang mendengar itu, tentu langsung menoleh pada Bima. Tak percaya dengan kalimat yang dikatakan pria itu. "Mungkin, tadi keponakan saya bilang 'Ya, masuk. ' mungkin dipikir saya, karena memang suara kami mirip. " Bima melanjutkan kalimat nya.

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang