Oke, hari ini adalah hari dimana Mysha kembali ke kegiatan nya, sebelum bertemu Aulia. Yaitu datang ke kampus untuk belajar.
Sebenarnya, dia tak ingin masuk. Tapi, bapak suaminya yang terhormat itu, memaksa nya, masuk. Dengan dalih mengancam beasiswa nya.
Selalu seperti itu, padahal tubuh Mysha masih begitu lelah. Ya, walaupun selama di pesawat dia beristirahat. Tetap saja lelah, bagaimana tidak lelah, setelah pernikahan nya. Dia selalu di gempur oleh pria tua itu.
Bahkan Mysha hanya bisa membeli sedikit oleh-oleh, setelah sebelumnya memohon agar pria itu bisa mengajak nya jalan-jalan, bukan hanya dikurung di dalam kamar.
Ya, kalau ada yang mengatakan suami nya sialan, memang itu faktanya. Dia memang seperti sedang puber kedua saja.
Bercinta, bercinta dan bercinta itulah aktivitas beberapa hari belakang, kalau kata pria itu, kalau di Jakarta dia tak punya waktu, karena pasti sibuk sekali, tapi Mysha yakin, bukan itu alasan sebenarnya.
Pria itu pasti tak ingin berpisah dengan istri tercinta nya, apalagi selama di Landon, pria itu sibuk dengan ponsel nya. Pasti sedang bertukar pesan dengan Aulia.
Apa Mysha peduli? Ah tidak, tapi Mysha lebih merasa marah, kenapa, ya karena setelah bermain ponsel itu, pria itu kembali menjajah tubuhnya.
Mysha rasa semua pakaian yang ia bawa dari Indonesia, cuma beberapa yang bisa ia gunakan dengan baik.
Oke, jangan bicarakan pria itu lagi, karena hanya akan membuat Mysha marah. Sungguh.
"Hey! " tepukan seseorang di bahunya, membuat Mysha menoleh, ternyata kedua sahabat nya, yang melakukan nya. Martha dan Rika.
"Kita pikir, hari ini juga absen? Apalagi hari ini pelajaran pak Bima, " ujar Martha, berjalan beringin dengan yang lain.
"Ya, lo jadi sering cuti juga. Misalnya, hari ini lo nggak datang, kami mau berkunjung ke kos lo tahu! " ujar Rika, memberitahu.
Mysha yang mendengar ucapan kedua sahabat nya itu, hanya menaikan alisnya. "Kalau mau niat mengunjungi, kenapa nggak dari kemarin sih, bawain gue makanan banyak! "
"Itu sih mau lo! " Teriak mereka serentak.
"Tapi, serius lo kemana aja. Kemarin kami memang mau berkunjung ke kos, tapi ada kesibukan. Jadi nggak jadi. Sorry ya. "
"Its okay, gue ada sedikit urusan kemarin. Jadi, pulang kampung. " Mysha mengeluarkan kalimat penuh kebohongan.
Oh, apa sekarang kampung nya beralih tempat ke Landon? Oh, tentu tidak.
"Terus, sekarang udah selesai? " tanya Martha yang dibalas gelengan oleh Mysha.
Masalah itu selesai, kalau Aulia sudah mendapatkan balasan. Baru urusan nya selesai dengan Bima.
Tapi, Bima meminta anak kepada nya bukan? Apa dia akan memberikan nya? Tentu saja tidak. Gila saja, jika dia beneran hamil. Dan pria itu menceraikan nya, karena telah menyakiti istri tercinta nya.
Dan, kalian pasti bilang kalau Mysha pasti tetap akan hamil. Tenang saja, dia sudah mengonsumsi pil pencegah kehamilan, sebelum berangkat ke Landon dan saat berada di Landon.
Jadi, bagaimana pun kerja keras Bima untuk memiliki anak, pasti tak akan berhasil, karena dirinya sudah mengatasi nya.
Lagian, walaupun pria itu memberikan uang kepada nya, Mysha kan juga memberikan kebutuhan biologis pria itu. Lalu, kenapa takut, kalau pria itu marah nantinya?
Dia juga sudah mengorbankan tubuh nya untuk di nikmati oleh pria itu, yang berarti tak ada hutang yang harus ia penuhi nantinya.
"Tapi, tenang saja. Udah gue atasi, " ujar Mysha melanjutkan kalimat nya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
