Bab-45

49.8K 2.1K 387
                                        

Bima mengumpat pelan saat mendengar orang diluar, mengetuk pintu kamarnya dengan begitu keras, seolah tidak mengizinkan Bima untuk beristirahat.

Sial, siapa yang melakukan ini, siapa pun di luar sana, yang menganggu waktu istirahat dengan sang istri, akan ia berikan pelajaran.

Dengan tangan yang menyentuh kepala, karena pusing waktu tidur nya sedikit, efek permainan panasnya bersama Mysha kemaren malam, yang baru berhenti dini hari.

Oh, istri nya kecil itu bisa sekali memberikan nya kepuasan.

Setelah membuka matanya, dan menyesuaikannya dengan cahaya lampu, Bima menoleh ke tempat di mana istri nya berbaring setelah percintaan panas mereka.

Tapi, yang ia temui hanya kekosongan dari tempat tidur sang istri. Bima pikir, setelah percintaan panas mereka kemaren, istri nya lebih banyak beristirahat. Tapi, wanita itu sudah bangun saja.

Apa dia mandi, tapi pintu kamar mandi terbuka, tak mungkin Mysha membuka pintu kamar mandi , sekalipun mereka suami istri.

Jadi, untuk memastikan istri nya baik-baik saja. Bima segera turun dari ranjang, tidak peduli dengan dia belum menggunakan apapun.

Ya, benar. Saat Bima memasuki kamar mandi itu, dia tak melihat siapa pun, tak ada istri nya di sana.

Sial, kemana pergi istri nya itu.

Apa, orang yang mengetuk pintu kamar nya itu, orang yang sedang memberi tahu keberadaan istri nya?

Bisa saja istri nya terjatuh saat membeli apapun dibawah, lalu ada yang memberitahu nya dengan datang ke apartemen. Mungkin saja, istri nya hanya memberitahu pin apartemen, tapi tidak dengan pin kamar mereka.

Ya, kamar mereka dari awal memang di pasangkan pin.

Bima yang panik segera keluar dari kamar mandi, mengambil boxer nya yang berserakan di lantai, dia hanya perlu menutupi bagian bawah nya, kan?

Bagian atas, biarkan saja, dia tak tahu kaosnya  dilempar ke mana oleh Mysha kemaren malam, dan ia juga tak ingin mencari kaos lain.

Jadi, dengan segera ia berjalan ke pintu, untuk memasukkan pin kamar nya.

Namun, saat pintu terbuka. Tamparan keras langsung mendatangi nya, bahkan membuat Bima menoleh ke samping.

Dia juga merasakan perih, mungkin bibir nya terluka, dan benar. Bima bisa melihat darah di sana, saat jempol nya mengusap bagian perih itu.

Saat Bima menoleh, siapa pelakunya. Dia langsung membesarkan matanya, saat melihat tetua Surya disini. Eyang ti.

Dina Surya di sana, berdiri dengan tegap menggunakan tongkat nya, menatap Bima dengan tatapan penuh amarah nya.

"Eyang? Kenapa ada sini? " tanya Bima kaget, tak ada yang tahu apartemen nya ini. Tak ada yang tahu, bahkan istri nya Aulia.

"Kenapa? Kamu kaget? Kaget kejahatan kamu terbongkar Bima Wiratama?! " Bentaknya penuh amarah.

"Kejahatan? Kejahatan apa eyang? " tanya Bima bingung, tak paham dengan kondisi apa yang terjadi.

"Jangan terlihat bodoh! Kamu berselingkuh dari istri mu! Bahkan sekarang, selingkuhan kamu hamil! " marah Dina pada Bima.

Bima yang tersadar kemana arah pembicaraan eyang nya itu langsung membesarkan matanya. Tak percaya, eyang nya tahu tentang kehadiran Mysha.

"Eyang, dari mana, tah-"

"Tidak peduli dari mana saya tahu, tapi kamu benar-benar mencoreng nama Surya! " Dina mengatakan itu, sambil memukul Bima menggunakan tongkat nya.

Tindakan yang Dina lakukan itu, tentu membuat Bima kaget, karena Dina belum pernah bertindak kasar seperti ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 18 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang