Bab-32

65K 1.8K 122
                                        

Jantung Mysha berdetak cepat, saat melihat layar monitor yang berada di hadapan nya itu. Disana terlihat sesuatu yang bergerak-gerak, berbentuk sebiji anggur.

Sesungguhnya, tak hanya itu yang membuat jantung Mysha berdetak begitu cepat, hal itu adalah adalah bunyi jantung lain, walaupun berdetak kecil, tapi sekarang berada du tubuh nya.

Entah kenapa, hal itu membuat dirinya meneteskan air mata. Sungguh ada perasaan yang tidak bisa ia sampaikan.

"Usia janinnya sekitar 9 minggu. Kita juga bisa mendengar detak jantung nya. Untuk bentuk badannya, memang belum terbentuk, " ujar Dokter itu, menjelaskan tentang kehamilan yang tengah Mysha jalani.

Sebenarnya, tak habis Mysha yang mendapatkan perasaan haru, Bima juga. Sesuatu yang sedari dulu ia tunggu, akan segera terwujud.

Ah, rasanya Bima ingin meneteskan air mata nya, karena perasaan bahagia yang ia terima ini.

"Kandungan Buk Mysha sehat, tapi tetap konsumsi vitamin yang nanti saya berikan, " ujar Dokter itu, yang entah Mysha sadari dia iyakan, dengan menganggukkan kepala nya. "Apa ada keluhan? "

"Hmm, cuma mood yang kurang stabil dok. Dia gampang marah. " Itu bukan jawaban Mysha tapi Bima, dan jawaban yang diberikan Bima itu, langsung ia hadiahi dengan tatapan tajam.

"Sekarang dia juga terlihat marah kepada saya, " lanjut nya.

"Hal itu wajar, tapi tetap perlu di kontrol dengan beristirahat yang teratur, dan lakukan hal-hal yang menyenangkan yang bisa mengurangi timbulnya perubahan suasana hati, " ujar sang dokter kepada pasangan suami istri itu.

"Baik dok, " jawab mereka bersamaan.

Setelah itu, diisi dengan konsultasi hal apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh nya selama kehamilan. Bima pun mendengarkan nya dengan serius.

***

"Mau es krim, " ujar Mysha, saat dia sudah berada di tempat tidur nya, ruangan vip rumah sakit.

Bima yang akan pergi untuk menebus vitamin Mysha, langsung menolehkan kepala nya. "Es krim? " tanya nya dengan nada tak percaya.

"Iya, lagi pengen ngurangin stress! Terus yang beliin jangan kamu, eh kamu jangan kesini lagi intinya. Aku muak banget liat kamu dari tadi tu, " ujar Mysha tak tahu malu nya.

"Sabrina, jangan becanda. Saya ingin dekat dengan anak saya, " ujar Bima yang berniat menyentuh perut itu, tapi Mysha sudah terlebih dahulu menepis nya.

"Nggak tau ya, tapi mendadak setelah keluar dari ruangan pemeriksaan tadi, aku punya perspektif negatif tentang kamu. Mungkin ini, firasat seorang ibu yang tahu anaknya bakal di culik, " ujar nya, yang membuat Bima menghembuskan nafasnya kasar.

"Kamu belum jadi ib-"

"Apa? Belum jadi ibu?! Kamu lupa pak, aku ini lagi hamil, belum jadi ibu apa nya? " potong Mysha segera. "Bener ya, kamu memancarkan aura negatif itu. " lanjut nya.

"Astaga, kamu benar kamu hamil, dan kamu nggak lupa kan siapa yang bikin kamu hamil gitu? Kerja keras siapa itu? " tanya Bima dengan kesal, dan entah kenapa Mysha merasakan malu.

Terlihat dari pipinya yang bersemu itu. "Apaan sih?! " kesal Mysha, sambil mengibaskan tangannya di wajah.

Oh, lihat sedikit marah, sedikit tersipu dan mungkin saja sebentar lagi menangis. Perubahan yang tidak bisa disampaikan dengan kata-kata itu.

"Sudah, sekarang istirahat. Aku bakal nebus vitamin kamu dulu, " ujar Bima, berharap Mysha mau mendengar perintah nya.

"Es krim nya, gimana? " tanya Mysha.

Tampaknya gadis itu, masih ingin dengan es krim nya.

"Nanti, kalau kita udah pulang ke rumah, akan aku beliin kamu es krim. Tidak untuk sekarang, pasti dokter marah dan melarang juga. " Bima memberikan penjelasan kepada Mysha.

"Kapan pulang? Pengen es krim! Nggak mau disini, " ujar nya, kesal sendiri.

"Nanti, kalau udah sehat."

"Sekarang udah sehat, pengen makan es krim, " ujar nya lagi.

Astaga, ibu hamil ini, membuat Bima pusing.

Sedangkan Mysha yang melihat raut pusing itu, tak bisa untuk tidak tersenyum miring. Oh, dia memang menginginkan es krim, tapi tidak terlalu menginginkan nya, dia hanya ingin membuat orang di sekitar nya pusing saja. Karena dia baru saja mendapatkan tittle baru. "Wanita Hamil" yang dimana Mysha yakinin dapat ia gunakan.

"Gimana es krim nya? " tuntut Mysha lagi.

Bima yang ingin menjawab terhenti, karena mendengar pintu luar di ketuk. Dan ia bersyukur untuk orang yang telah mengetuk pintu kamar iyu, yang membebaskan dirinya dari situasi yang rumit ini.

"Tunggu, saya ada urusan sebentar, dan saya juga harus mengambil vitamin mu, " ujar Bima, berbalik untuk berjalan menuju pintu, menemui siapa pun yang dibalik pintu itu.

Karena terburu-buru dengan langkahnya, Bima hampir saja tersungkur ke depan.

Mysha yang melihat tingkah konyol itu, ingin sekali tertawa dengan keras. Dia sadar Bima sedang mencoba untuk kabur.

Wah, kapan lagi ksn kta melihat dosen jahat itu bertingkah konyol? Dan tidak bisa mengiyakan dan menolak dengan tegas apa yang ia inginkan.

Jika sedang tidak hamil, pria itu bisa saja berbicara keras kepada nya, oh anaknya yang baik hati.

"Mommy nggak nyangka beneran jadi ayah loh, nak. Kamu datang nya sebenarnya di waktu yang nggak tepat, eh tepat deng. Sebentar lagi mommy juga bakal kesepian lagi, karena rencana nya udah hampir selesai. Untungnya ada kamu, sayang. " ujar Mysha pada dirinya sendiri, sambil mengelus perutnya.

Mysha memutuskan untuk mempercepat rencananya, tanpa melibatkan anaknya. Karena, Mysha tidak ingin dunia tahu akan anak yang sekarang di kandung nya.

"Mommy hanya perlu ngirim foto daddy kamu, tapi wajah mommy di blur. Menurut mu gimana? " tanya nya kepada sang bayi. Dengan posisi yang masih mengelus perut itu. "Eh, tapi kamu mau manggil daddy atau oppa sayang? "kembali bertanya dengan pertanyaan tak masuk akal nya.

" Terserah lah, kamu mau manggil apa. Tapi, rencana mommy harus tetap berhasil. Mommy bukan nggak mau berhenti, tapi ini sudah terlalu jauh. Mommy sudah mengorbankan banyak hal sayang, maaf seandainya kamu nggak suka," ujar nya lagi.

Mysha tak berhenti berbincang dengan anak yang berada di dalam perutnya itu, tangan nya pun tak berhenti mengusap perut yang sesungguhnya masih rata itu.

Kegiatan yang Mysha lakukan itu, terjadi sampai wanita itu tertidur. Karena rasa kantuk yang menyerangnya.

Sebenarnya dia berniat menunggu Bima, tapi pria itu seperti nya belum berniat kembali. Hal yang sesungguhnya membuat Mysha kesal. Katanya sebentar, kenapa lama? Bukan lama lagi. Tapi, lama sekali.

Karena itu lah, dia memilih tidur terlebih dahulu, jika bangun nanti. Dia berjanji akan menjewer telinga Bima, karena telah meninggalkan nya begitu lama. Itulah janji yang Mysha ucapkan sebelum menjemput mimpinya.

T. B. C

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang