Cita-cita Bima, ketika bangun adalah memandangi wajah cantik istri kecil nya, yang pasti belum menggunakan apapun itu. Terdengar menyenangkan bukan?
Tapi, apa yang terjadi, jika dia bangun tidur yang ia dapati adalah istri kecilnya itu tersandung oleh tumpukan bantal yang mereka buang secara acak kemarin malam, ya sama kita tahu saja, untuk permainan yang panas butuh tempat yang luas bukan?
Bunyi sandungan itu tak keras, tapi tangan gadis itu tak sengaja menyenggol barang di atas meja, sebelum mendarat sempurna di lantai. Itulah yang membangunkan Bima.
Saat masih setengah sadar untuk membantu istri nya itu, sang istri sudah terlebih dahulu bangun dan menatap nya dengan tatapan penuh permusuhan.
Tatapan itu tentu membuat Bima mengernyitkan dahinya, bingung sekali. Terlebih bibir gadis itu sudah maju kedepan, mengomel kecil , dimana Bima tak bisa menangkap getaran suara itu.
Memijit pangkal hidung nya, untuk menghilangkan rasa kantuk, barulah Bima menatap Mysha secara keseluruhan.
Menatap wanita itu, yang sibuk mondar-mandir dengan jubah tidur tanpa dalaman itu, sungguh menggoda sekali. Terlebih wajahnya yang masih polos itu.
"Bisa berhenti bergerak kesana-kemari? Sebenarnya apa yang sedang kamu cari, Sabrina? " tanya Bima yang sesungguhnya sudah mulai jangah, dengan apa yang dilakukan Mysha itu.
Sedangkan Mysha yang ditanya seperti itu, menatap Bima sebentar, lalu melanjutkan kegiatan nya lagi, tanpa menjawab pertanyaan yang Bima berikan.
Melihat itu, sekarang Bima yang menatap Mysha penuh permusuhan. Apa susahnya membuka mulut, dan menjawab pertanyaan nya?
Bima yang tak mendapat petunjuk alasan apa yang membuat istri kecil nya itu mengitari kamar di pagi ini. Jadi, memilih memperhatikan saja.
Normal nya, wanita itu masih tidur, karena Bima gempur kemarin. Tapi, lihat tingkahnya, seperti wanita berolahraga pagi saja.
Saat masih berpikir, Bima cukup terkejut mendengar teriakan wanita itu, yang sekarang sedang terduduk di dekat tempat sampah, tak jauh dari kamar mandi, sambil memegang serpihan sampah, seperti nya.
"Ah, kenapa robek gini! " teriak Mysha kesal.
"Apa yang robek? " tanya Bima.
"Ini, kertas yang isinya yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan saat menikah dengan kamu, surat yang kamu suruh tulis kemarin, kenapa robek!" dengan nada kesal Mysha menjawab pertanyaan yang Bima berikan.
Mendengar ucapan Mysha itu, Bima menganggukkan kepala nya, mengerti.
"Ih, siapa sih yang masuk kamar ini kemarin! Enak aja main di robek! "kesal Mysha. " Disini, ada cctv kan, kesana yuk pak. Temani aku lihat siapa yang robek, nggak tahu apa nulisnya bikin mikir! " pinta Mysha kepada Bima, setelah menatap ke seluruh penjuru kamar, yang ia yakini ada cctv nya.
Mendengar permintaan Mysha itu, membuat Bima menaikan alisnya. "Seberapa penting isi permintaan mu itu, bisa dibuat lagi kan? Kenapa dibikin susah?"
Ucapan Bima itu, kembali mendapatkan tatapan tajam dari Mysha.
"Enak banget ngomong nya! Susah tahu mikirnya! "
Ucapan yang Mysha lontarkan itu, tentu mendapatkan kekehan oleh Bima. "Seorang mahasiswa penerima beasiswa, mengatakan itu susah? Lucu sekali. "
"Tolong ya, Pak. Mikir materi pelajaran itu lebih mudah, daripada mikirin sesuatu yang menguntungkan diri sendiri. "
"Oh, jadi itu alasan kamu menuliskan tidak ada kegiatan suami istri dalam permintaan mu? " Tanya Bima, dengan tangan yang terlipat di dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Chick-LitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
