Pernikahan sederhana telah diadakan tadi pagi, di salah satu gereja terbaik di kota yang indah ini.
Sebenarnya tak terlalu sederhana, karena gaun yang Mysha gunakan begitu mewah. Kenapa dikatakan mewah? Karena di hiasi mutiara-mutiara yang indah.
Serta mobil yang digunakan menuju gereja juga mewah. Tidak sesederhana itu sebenarnya.
Tapi, Mysha tetap dengan lantangnya mengatakan bahwa pernikahan nya sederhana.
"Ada beberapa lingerie di dalam paper bag itu, yang bisa kamu gunakan sekarang, " ujar Bima, setelah keluar dari kamar mandi, membersihkan diri.
Keadaan nya masih begitu terbuka, karena hanya bagian bawah yang ditutupi oleh handuk. Sedangkan yang lain, masih bisa dibidik oleh mata.
Sedangkan Mysha yang tadinya sibuk memotret dirinya didepan cermin, menolehkan ketika kepala nya , setelah mendengar ucapan Bima. Dan kembali melanjutkan kegiatan berfoto nya, karena menganggap apa yang diucapkan Bima itu tidak penting.
Oh, mengabdikan keindahan gaun nya lebih penting, bukan? Terlebih dia cantik sekali sekarang.
Bima yang melihat ucapan nya tak dianggap baik oleh Mysha menarik nafas nya sebentar. Lalu berjalan mendekati wanita itu.
Tanpa aba-aba, tangan nya segera ia lingkari di pinggang kecil Mysha. Sedangkan Mysha yang tadi sibuk berfoto, tersentak kaget, saat merasakan tangan kekar itu, memeluk tubuh kecil nya.
"Kenapa? Kenapa berhenti? Lanjut kan saja. Bukan kah ini terlihat menggoda? " ujar Bima, sambil mengedipkan matanya pada Mysha. "Kalau foto nya bagus, kita akan memasang nya dirumah kita nanti. Foto pernikahan kita tadi, saya rasa tidak ada yang menarik. Karena, raut kamu saat di foto, sangat tidak enak dilihat. Seperti wanita yang dipaksa menikah, padahal dari awal, kamu yang ngebet minta dinikahi. "lanjut nya.
Mendengar ucapan Bima itu, membuat Mysha berdecak sebal. Sial, apa pria itu baru saja menjelekkan nya, dengan mengatakan wajahnya tak enak dilihat?
Padahal, semua orang sering mengatakan wajah Mysha itu cantik sekali. Dia selalu terlihat cantik, cantik dari berbagai sudut.
Lalu, untuk pernikahan. Emang terpaksa. Sudah berulang kali Mysha katakan, apa semua orang tak mengerti.
"Ayo foto. Atau, kamu senang dengan posisi seperti ini? Dan, apa kamu bisa merasakan nya? " bisiknya, dengan meniup telinga Mysha menggoda.
Tak hanya itu, tangan nya juga naik turun di punggung Mysha yang terbuka itu.
"Saya juga tak akan melepaskan kamu, jika foto yang kamu ambil tidak menarik. " Lanjut nya.
Sebenarnya Mysha bisa saja melawan, tapi dia malas saja membuang energinya untuk orang tua.
Jadi, menarik nafasnya pelan. Dia mulai mengarah kamera nya pada dirinya dan Bima. Memasang ekspresi yang menarik.
"Tidak bagus sekali, senyum kamu tidak ada Sabrina. Hanya saya yang senyum disini! " tunjuk Bima, pada hasil foto yang Mysha berikan.
Ini entah sudah penolakan ke berapa yang Bima berikan kepada nya. Sungguh Mysha kesal sekali. Karena lelah sekali tangan nya, mengambil foto ini.
"Ambil foto nya sendiri aja! " kesal Mysha, sambil menyerahkan ponsel nya secara keseluruhan pada Bima.
Dan, tanpa tahu malu, Bima segera meraih ponsel Mysha itu, untuk mengambil foto.
"Senyum. Sebenarnya tak masalah kalau tidak senyum, berarti siap dengan posisi seperti ini. "
Lagi, Mysha mengatur posisi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Chick-LitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
