Bab- 43

50K 2.4K 132
                                        

Mysha bangun lebih pagi hari ini. Tapi, bukannya beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri.

Wanita itu malah sibuk memandangi wajah suami nya, yang tertidur begitu lelah. Itu terlihat dari kerutan di dahi pria itu.

Entah lelah atau faktor usia, Mysha tak tahu. Tapi, walaupun usia pria itu jauh di atas nya. Dia masih terlihat rupawan. Ah, tidak benar-benar rupawan.

Alisnya yang tebal, hidung nya yang mancung, bibir nya yang begitu indah, dan kulit wajahnya yang terawat.

Sungguh, sebagai seorang wanita, Mysha iri dengan visual pria itu dan kulit nya yang terawat. Apa suaminya ini melakukan perawatan? Kalau begitu, besok Mysha akan meminta rekomendasi nya dari pria itu, dia juga ingin memiliki kulit sehat dan terawat.

Walaupun suaminya ini sangat rupawan, Mysha tidak berharap anaknya mirip pria itu. Kalau kalian tanya kenapa? Padahal Mysha menyukai visual Bima.

Dia hanya tak ingin rencana kabur nya nanti sia-sia. Dia banyak membaca cerita, anak yang dibawa pergi ibu nya sejak lahir, lalu bertemu kembali ketika dewasa itu, karena saudara dan ayah sang anak menyadari kemiripan wajah mereka.

Jadi, Mysha tak menginginkan itu semua. Jadi, jika anak nya cewek. Tolong cantik seperti nya. Tapi, jika cowok, mirip artis luar boleh. Asal jangan mirip Bima.

Terdengar gila,. Ketika orang mendengar seorang ibu tak ingin anak yang di kandung, mirip dengan suami nya. Tapi, sekali lagi tak masalah.

Lalu, entah dorongan dari mana, jari tangan Mysha bergerak untuk menyelusuri wajah memesona suami nya itu.

Dari mulai alis , hidung , hingga terakhir bibir pria itu yang Mysha elus lama.

Mungkin, ini hari terakhir dia bisa berada dengan jarak sedekat ini dengan suaminya.

Ya, kenapa Mysha berkata begitu? Seperti yang telah kalian ketahui, Mysha memilih pergi. Dia tak ingin lagi ada goresan luka di hati nya.

Walaupun dia pergi, juga membawa luka karena meninggalkan orang yang ia cintai. Tapi tetap bertahan akan jauh lebih sakit kan?

Ya, Mysha mencintai Bima, dia tidak akan munafik dengan perasaan cinta nya itu. Tapi dengan bertahan bersama Bima nanti nya, dia akan kehilangan banyak hal. Anak dan suaminya.

Jadi, ketika dia pergi, dia cukup kehilangan suaminya, bukan anaknya.

Masih dalam posisi termenung, dengan tangan yang masih bergerak di dekat bibir Bima. Mysha tak sadar pria itu sudah membuka matanya, memperhatikan apa yang dilakukan Mysha.

Wanita itu, baru sadar ketika jari tangan nya masuk ke dalam mulut pria itu, dan pria itu langsung mengulum nya.

Hal itu, tentu membuat Mysha membelalakkan mata nya, kaget.

"Lepas! " ujar Mysha panik, sambil berusaha mengeluarkan jari tangan nya dari mulut Bima.

Namun, semua nya tentu tak mudah bagi pria itu. Hal yang membuat Mysha kesal.

Dia tidak jijik sungguh, karena mereka pernah melangkah lebih jauh daripada ini. Tapi, dia hanya merinding, apalagi setelah melihat tatapan pria itu kepada nya.

Karena sadar pria itu tak akan mendengarkan apa permintaan nya, dengan segera Mysha meraih jari tangan pria itu, gerakan Mysha itu tentu membuat Bima menaikan alisnya, ditengah kuluman nya.

Lalu, tersenyum manis saat jari tangan nya masuk ke dalam mulut Mysha. Namun, tak lama setelah itu pria itu menjerit kesakitan.

Tersadar, ternyata sang istri tidak melakukan hal yang sama seperti nya. Tapi, wanita itu menggigit jari nya.

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang