"Jadi, seluruh keluarga kamu tidak menyukai istri kamukamu ya, pak? " tanya Mysha langsung, saat Bima baru saja keluar kamar mandi.
Tampaknya, pria ini memang ke kamar mandi untuk buang air kecil, berbeda dengan Mysha yang datang ke kamar mandi, hanya untuk menyusul Bima, lalu menggoda nya.
Sedangkan Bima, yang mendengar suara wanita itu, dan menerima sebuah pertanyaan yang memang ditujukan untuk nya, segera menolehkan kepala nya.
Namun, dia sama sekali tak ada niatan untuk menjawab, hanya memberikan tatapan tajam pada Mysha.
Wanita yang datang bersama keponakan nya, dengan pakaian yang bisa dikatakan terbuka, tak cocok sekali dengan acara yang ada di rumah besar ini.
"Yah, kelihatan memang seperti itu, kan? Dan apa kata tante mu, tadi? Istri baru, aku? Terlihat dia memiliki sebuah keajaiban, karena bisa nebak, kalau aku ini adalah calon istri kedua mu. " Kata-kata itu, Mysha keluarkan bersamaan dengan dirinya yang mendorong masuk Bima ke dalam kamar mandi.
Mysha tak tahu, entah tenaganya yang kuat atau pria itu yang memasrahkan Mysha untuk mendorong nya, masuk.
Seperti yang ada di pikiran Mysha, Bima memang memasrahkan dirinya didorong masuk. Karena, yang sesungguhnya. Tenaga wanita itu, sama sekali tidak bisa mendorong tubuh nya.
Tubuh kecil dengan tenaga kecil itu, tentu tidak bisa mendorong tubuh besar dan tenaga besar nya.
Dan, setelah pintu tertutup. Bima langsung mendorong tubuh Mysha bersandar ke dinding kamar mandi.
"Jangan ikut campur dengan urusan saya! " Bima mengatakan itu, dengan tubuh yang memenjarakan Mysha.
"Kenapa? Beberapa waktu lagi kita akan menikah bukan? Dan itu, juga di setujui oleh anggota keluarga mu. "
"Terus lah bermimpi, karena tidak ada pernikahan. Tinggal beberapa jam lagi bukan? Segera katakan untuk menerima uang,daripada kamu membagikan milik mu yang berharga itu dengan sukarela,karena sesungguhnya tak ada menarik juga," ujar Bima dengan senyum miring nya
Mysha yang mendengar ucapan Bima itu, mengepalkan tangan nya. "Kenapa? Kamu masih ingin bertahan dengan istri mu itu, pak? Disaat anggota keluarga mu tidak menyetujui dan dia belum juga memberikan kamu keturunan, disaat pernikahan kalian sudah menginjak tahun ke empat? Apa dia mandul? " ujar Mysha dengan kurang ajar.
Selain itu, dia memang mencari tahu usia pernikahan Bima dan Aulia. Sungguh, sudah begitu lamanya.
"Jangan kurang ajar, sialan! " teriak Bima marah.
"Yah, kenapa? Cuma bertanya bukan, kenapa masih bertahan? Disaat aku bisa saja memberikan kamu keturunan? " ujar Mysha, dengan tubuh yang ia rapatkan pada Bima. "Malam itu, kamu tidak memakai pengaman kan? Tidak ada pengaman di kamar kita malam itu, dan milik ku, terdapat cairan milik mu. Dan, kamu harus tahu, aku sama sekali tidak meminum apapun, " bisik Mysha.
"Sialan! Gugurkan, kalau dia tumbuh gugurkan! "
"Waw. Selain pendosa, kamu ingin menjadi seorang pem--"
Mysha belum menyelesaikan kalimat nya, tapi Bima sudah terlebih dahulu mencium bibir nya dengan begitu brutalnya.
Bahkan pria itu, juga mengigit bibirnya hingga mengeluarkan darah, Mysha mengetahuinya, karena merasakan bibir nya itu terasa asin.
Sialan sekali pria ini, kalau bukan untuk tujuan nya, sudah Mysha benturkan kepala sok jenius itu ke dinding. Karena berani sekali dia membuat bibir sexy Mysha berdarah. Kalau cium-cium saja, tidak usah membuat terluka!
Nampaknya Bima belum selesai membuat Mysha kesal, karena ciuman pria itu tak kunjung selesai, padahal Mysha sudah begitu kehilangan nafas.
Sungguh manusia tak punya otak!
Gelar yang dimilikinya sungguh tak berguna!
Karena sadar butuh oksigen, untuk bernafas. Mysha dengan segera memukul dada pria itu, untuk di lepaskan. Tidak cukup sekali, karena pria itu baru melepaskan nya, ketika Mysha melakukan nya, berulang kali.
Begitu ciuman bibir mereka terputus, Mysha dengan segera menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Sedangkan Bima, segera menberikan jarak dengan wanita itu.
Dan dengan angkuhnya pria itu, melipat tangannya didada, sambil tersenyum miring, menatap Mysha yang kehabisan nafas , karena ulah nya itu.
"Baru segitu saja, sudah seperti orang sekarat. Tapi selalu mengagungkan menikah dengan saya. Merendahkan istri saya, seolah lebih hebat dari dia, " ujar Bima, saat Mysha sudah bisa menguasai dirinya. "Kamu, harus tahu Mysha, apapun yang ada dalam dirimu itu, tak seenaknya istri saya, tidak seanggun istri saya. Jadi, berhenti dengan cita-cita mu itu. Terima uang saya, dan berhenti bermain dengan saya!"
Mysha yang mendengar ucapan Bima itu, ingin sekali mengumpat keras pada pria itu. Apa katanya tadi, tidak lebih enak dari istri nya! Sial sekali pria itu, berani menyamakan dirinya dengan pria ini.
Mysha juga ingin berteriak, kalau milik pria itu juga tidak enak! Tapi, dia harus menjaga imagenya. Jadi, dia hanya diam, sebelum menurunkan pandangan pada sesuatu, sebelum tersenyum miring.
Tidak nikmat ya, lalu kenapa milik pria itu bisa berdiri di celana bahan nya itu.
"Oh, baik tidak enak, Pak? Tapi milik bapak berdiri begitu. Apa ciuman tidak nikmat ini, bisa melakukan nya? " tanya Mysha, dengan tangan yang terlipat di dada.
Bima yang mendengar ucapan Mysha itu, segera melihat milik nya yang berdiri tegak itu. Sial sekali. Lalu, tanpa aba-aba, dia segera berjalan menuju pintu, dan keluar kamar mandi.
Mengumpat kasar, ketika mendengar tawa mengejek milik Mysha yang ditujukan kepada nya.
Saat tidak melihat lagi tubuh Bima, Mysha menghentikan tawanya, dan sekarang memberikan umpatan kasar pada Bima.
"Bastard! Apa katanya tadi? Tidak ada dari tubuh gue yang nikmat? Dan setiap gue cium, selalu pasrah dan nggak dorong! Katanya benci, tapi nerima, " ujar Mysha, masih begitu tak terima. "Emang Lucifer couple tu orang, " lanjut nya, sambil menatap penampilan nya di cermin.
Begitu berantakan, dengan pewarna bibir yang sudah tak merata, bibir terluka dan sedikit bercak darah.
"Bibir menggoda gue! " kesal Mysha, sambil meringis pelan karena luka pada bibir nya, yang di sebabkan oleh Bima.
Namun, tak lama setelah itu, dia segera meraih sesuatu yang ada di kalung nya, sebuah kamera kecil, yang sedari tadi bisa menangkap apapun yang terjadi pada dirinya.
Memang sengaja Mysha pasang di sini, untuk membuat sebuah bukti, yang bisa digunakan untuk mengancam Bima.
Ah, Sabrina Mysha memang memiliki otak yang cemerlang.
Lalu, setelah itu Mysha segera memindahkan rekaman itu, kedalam ponsel barunya. Tak lupa, ia juga membuat sebuah drive, untuk berjaga-jaga.
Setelah selesai, barulah dia merapikan make-up nya. Namun sebelum itu, dia memotret dirinya yang berantakan itu. Dan setelah itu barulah dia mengoleskan lipstik pada bibir nya yang terluka walaupun sempat meringis kesakitan. Namun Mysha tetap melanjutkan nya.
Setelah semua selesai, barulah Mysha kembali berkumpul dengan keluarga Surya.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Chick-LitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
