Hari ini, adalah hari dimana dia akan berangkat ke Landon, karena dia hari kedepan, pernikahan nya akan dilangsungkan. Tanpa siapapun yang tahu dari orang terdekat nya. Termasuk orang tua nya di kampung.
Sungguh bukan suatu hal yang Mysha harapkan, pernikahan impian nya memang di luar negeri, tapi didampingi oleh orang tuanya.
Dimana saat acara pemberkatan, ayahnya akan mengantarkan dia ke altar pernikahan, tapi sebelum itu, saat dia berjalan menuju altar, ada anak kecil yang berjalan di depan nya, sambil menabur bunga yang indah.
Tapi, sekarang semua harapan itu, cuma satu terwujud, karena dia memilih menikah dengan suami orang.
Tapi, selalu ada untungnya, dari semua langkah yang Mysha pilih. Ia bisa lebih tahu, titik lengah dalam melawan Aulia, bukan?
Oh, iya. Mysha berangkat ke Landon hanya bersama dengan pekerja yang dikhususkan oleh Bima untuk nya di apartemen.
Untuk pria itu sendiri, terakhir kali Mysha melihat nya, hanya waktu itu. Waktu ia di tegur, karena masuk ruangan pria itu sembarangan.
Janji pria itu untuk menemuinya, setelah sampai ke apartemen juga tidak di tepati. Karena, pria itu mengirimkan pesan yang mengatakan ia sibuk.
Yang Mysha tahu di pagi hari nya, keluarga Surya, sedang melakukan kegiatan berbagi. Oh, mulia sekali, bukan?
Dan, sejak saat itu, Mysha tak mengetahui kabar nya, dan juga tidak melihat nya,bahkan di kampus. Sebenarnya Mysha juga tak peduli dengan kabar pria itu.
Oh, baiklah. Jangan memikirkan pria itu lagi. Kita akan berangkat ke Landon bukan? Suatu kota yang pernah menjadi list impian Mysha untuk berlibur. Anggap hanya berlibur, jangan ada yang mengingatkan Mysha tentang pernikahan.
"Nyonya, pesawat sebentar lagu berangkat, ayo kita kesana, " ujar salah satu asisten Mysha, bernama Vivi.
"Oke, " balas Mysha, kemudian melangkahkan kaki nya, ditengah ramainya bandara ibu kota.
***
Bima sibuk membaca beberapa berkas yang berada di tangan nya, saat pintu ruang kerja nya dibuka.
Dan, langsung menampilkan sang ibu, dengan penampilan yang elegan nya.
Baiklah, agar semua tidak bingung. Menjadi dosen hanya pekerjaan sampingan nya. Sedangkan pekerjaan utama nya adalah menjadi ceo di perusahaan milik keluarga nya. Jadi, jangan bingung, kenapa Bima bisa berada disini.
"Apa, wanita kamu sudah berangkat? " tanya Tiwi Surya, sambil melangkah ke sofa, melihat putra nya dari sana.
Sedangkan Bima yang mendengar pertanyaan ibu nya itu, segera menutup berkas yang tadi ia baca, dan berjalan menuju sang ibu yang ada di sofa.
"Sudah, dia berangkat bersama para asisten pribadi ku, " ujar Bima, menjawab pertanyaan Ibu nya itu.
Tiwi menganggukkan kepala nya, mendengar jawaban yang Bima berikan. "Bunda, tidak mengerti apa yang menjadi alasan kamu, memilih dia untuk mengandung anak kamu, pacar keponakan mu sendiri, Bima. " Tiwi kembali membuka suara nya, menyuarakan isi pikiran nya kepada sang putra.
"Mantan. Dia bukan lagi pacar Rendy." Bima membantah ucapan yang diberikan ibu nya itu.
Sedangkan Tiwi, hanya menaikan alisnya, sebelumnya menganggukkan kepala nya mengerti.
Ya, seharusnya memang mantan pacar, bukan pacar lagi. Karena tidak sampai seminggu lagi, dia akan menjadi istri kedua putra nya.
Bukan menjadi calon cucu mantu, tapi menjadi mantu.
"Dia pintar, itu alasan utama menjadikan dia orang yang akan menjadi ibu dari anak ku, " ujar Bima, menjawab pertanyaan yang Ibu nya berikan tadi.
"Apa hanya pintar menjadi alasan kamu menikahi dia? Karena, sebelum kamu menikahi Aulia, Bunda juga memberikan wanita pintar, tapi kamu tolak, karena Aulia. Dan, kita tahu, Aulia bukan wanita pintar itu. Bahkan, setelah tahu Aulia tidak bisa memberikan penerus keluarga Surya, dan Bunda berikan banyak wanita pintar, tapi kamu tolak. Bahkan sekelas lulusan luar negeri. " Jelas Tiwi, sambil menatap lurus kedepan.
"Ya, mereka memang pintar, tapi keberadaan mereka bisa diketahui banyak orang. Aku tidak suka mendengar kalimat 'Pria dari keluarga Surya memiliki dua istri.' Cukup pria itu saja, aku tidak ingin mendengar lagi. Karena aku dengan dia berbeda. "
Pria yang disebut Bima adalah Ayahnya, yang keberadaan nya tidak Bima ketahui lagi, ah atau memang dia memilih tidak tahu, karena luka yang diberikan semasa kecil nya.
Sedangkan sang bunda, yang ingin buka suara mengurungkan niatnya, saat melihat wajah menyeramkan sang putra.
Yang sering kali muncul, jika pembicaraan tentang ayah keluar.
"Oke, tapi apakah dia bisa menjaga citra yang kamu bangun itu, dengan terus menyembunyikan pernikahan kalian, bahkan seandainya dia memang hamil nanti, " ujar Tiwi, mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan mengontrol nya, " balas Bima, menoleh ke arah bunda nya.
"Dengan cara? "
"Cukup berikan dia uang, dia tidak akan berisik. Dan kepuasan di ranjang. " Untuk kalimat terakhir, Bima ucapkan dari dalam hati.
Dan, Pertiwi Surya kembali menganggukkan kepala nya, mendengar ucapan putra nya itu.
"Lalu, jika dia hamil bagaimana? Kamu juga harus memberitahu Aulia bukan? Dan, pada akhir nya, apapun yang kamu sembunyikan, akan terbongkar. "
"Untuk itu, aku punya cara sendiri. Semuanya akan baik-baik saja, " balas Bima, menutup bagaimana cara dia mengatasi nanti.
"Tapi, dari semua kita bicarakan tadi. Tentang kehamilan, apa kamu yakin Mysha bisa hamil? Bunda takut kejadian nya seperti Aulia, cek kesehatan semua baik. Tapi, kalian belum juga diberikan keturunan. " Kimi, Tiwi kembali menatap putra nya dengan fokus.
"Dia masih muda, dan pasti masih subur. " Dengan cueknya Bima membalas perkataan ibu nya itu.
"Kesuburan bukan dilihat dari muda atau tuanya, bahkan yang muda belum tentu bisa hamil, sedangkan yang tua bisa saja hamil. " Dengan tegas Tiwi menolak ucapan putra nya itu. "Bunda, tidak ingin pernikahan ketiga kamu lakukan, Bima. Sebenarnya pernikahan kedua bunda tolak. Tapi, kamu putra satu-satunya, bunda. "
"Tidak ada pernikahan ketiga, karena ini pernikahan terakhir ku bunda. Dan untuk kesuburan Mysha, aku menjamin. Dia subur. "
"Bunda berharap seperti itu, tidak seperti yang bunda katakan tadi, cek kesehatan bukan hanya dengan satu dokter yang kamu lakukan dengan Aulia, tapi dengan banyak dokter, atau perlu dengan dokter terbaik dari luar negeri. " Jelas Mysha.
"Baik bunda. Mereka memang tidak ku buat sama nanti nya. "
Tiwi sempat mengerutkan dahinya, karena tak paham dengan apa yang diucapkan oleh putranya itu. Namun, dia abaikan.
"Lalu, kamu berangkat ke Landon kapan? Bunda ingin ikut, tapi kamu larang. Padahal bunda tidak akan memberi tahu siapapun tentang ini. " Tiwi Surya, mengeluhkan kelakuan putra nya.
"Aku pergi nanti, setelah pekerjaan ku selesai, " ujar Bima, lalu menatap tumpukan kertas di meja kerja nya.
"Hmm, kamu benar larang, bunda untuk pergi? " Tiwi kembali berharap, sang putra untuk meralat ucapan nya.
"Untuk sekarang, bunda belum bisa pergi. Pernikahan ini, Mysha hanya menganggap dia dan aku yang tahu, ditambah pekerja ku. Dia tidak tahu bunda juga mengetahui nya. " Bima menjelaskan alasan larangan nya pergi. "Jika waktu sudah pas, aku akan beritahu dia, kalau bunda juga tahu. Karena, dia perlu dijinakkan dulu. Dia begitu luar. " Kalimat terakhir Bima ucapkan dari dalam hati.
"Oke, kamu hati-hati, beritahu bunda apapun yang kamu butuhkan nanti, " ujar Bima, menasehati. "Bunda, pulang dulu. See you. " Setelah mengatakan itu, Tiwi langsung ke luar ruangan putra nya.
Sedangkan Bima, setelah sang bunda pergi, kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda itu.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Genç Kız EdebiyatıSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
