Bab-8

181K 1.6K 21
                                        

Ciuman itu semakin intens sekarang, bukan hanya Mysha yang memberikan Bima ciuman, tapi pria itu juga sudah membalas ciuman amatiran yang Mysha berikan.

Mungkin pria itu sudah nafsu. Laki-laki dan nafsunya memang mudah di pengaruhi.

Melihat reaksi yang diberikan Bima, Mysha tak bisa untuk tak tersenyum miring.

Lalu, bunyi "ceklek" dari kamera  ponsel, menghentikan ciuman terburu-buru Bima, karena pria itu segera menoleh ke asal suara.

Dia, bisa melihat tangan gadis di pangkuan nya ini, memegang ponsel, dengan kamera yang diarahkan kepada mereka.

"Apa yang kamu lakukan?! " tanya Bima geram. Berniat mengambil ponsel Mysha, tapi wanita itu, sudah terlebih dahulu melompat turun dari pangkuan nya.

Dia bergerak dengan cepat, karena tubuh kecil nya.

"Bapak, bapak kemarin berbicara bukti dengan saya kan? Dan hari ini, saya ada bukti nya. Jadi, gimana? " tanya Mysha, sambil menjaga jarak.

Setelah mengatakan itu, dia segera berlari ke pintu untuk keluar, takut-takut senjata nya di hancur kan Mysha.

Namun, saat dia meraih handle pintu. Pintu  itu terkunci. Dan tak ada kunci pintu disana, seperti nya dibuka hanya bisa menggunakan remot atau sidik jari saja.

"Apa kamu pikir, bisa kabur dari saya? " pertanyaan itu, bersamaan dengan langkah kaki mendekat.

Disaat Mysha berbalik, tubuh nya sudah di dorong untuk menempel dengan pintu, dan Bima langsung mengapit pipi Mysha dengan tangan nya.

Mysha berusaha melepaskan tangan Bima itu di pipi nya, tapi pria itu malah menahan kedua tangan nya keatas, menggunakan tangan yang lain.

Mysha merasa, semua tubuh nya kecil, jika berhadapan dengan Bima. Kenapa begitu? Dua tangan nya saja, bisa ditahan hanya menggunakan satu tangan. Ah, Mysha merasa tertindas.

"Kamu, ingin bermain-main dengan saya? " tanya Bima lagi, dengan nada rendah nya.

"Sayahmphhh, " ujar Mysha dengan tak jelas.

Bagaimana mau jelas, mulut nya saja ditahan. Bima yang sadar, segera melepas kan tangan nya di pipi Mysha.

"Saya tidak ingin bermain dengan anda, pak! Saya cuma ingin memperjuangkan milik saya yang telah bapak curi! " ujar Mysha dengan lantang nya.

"Saya memberikan sejumlah uang, bahkan nominal nya besar! " balas Bima tajam.

"Sudah saya katakan, saya tidak butuh uang, saya hanya butuh status jelas tentang ke perawanan saya! " ujar Mysha lagi.

"Kamu tahu, Sabrina. Saya sudah memiliki istri yang saya cintai dan dia juga mencintai saya, " balas Bima.

Balasan Bima itu, membuat Mysha mengepalkan tangan nya, dendam di dada kembali muncul, dengan berapi-api.

"Apa dia tetap akan men cintai bapak, setelah melihat foto kita berciuman? " tanya Mysha, dengan keras.

"Kamu, mengancam saya? " Bima mengatakan itu, sambil meraih ponsel Mysha dengan cepat.

Mysha, tak menyadari pergerakan cepat itu, saat dia ingin merebut kembali, ponsel itu sudah terlebih dahulu Bima lempar ke dinding.

"Sekarang, bukti yang kamu dapat kan, sekitar 10 menit yang lalu itu, sudah hancur. Jadi, tetap ingin keras kepala? " tanya Bima, yang kini melipat tangan nya di dada. "Terima uang saya lalu lupakan, atau kamu memberikan tubuh mu, dengan gratis kepada saya. "

"Saya akan mencari bukti yang lain, yang bisa membuat istri bapak tercinta menangis tersedu-sedu. Melihat suaminya bermain gila dengan mahasiswa nya, " ujar Mysha, tersenyum miring. Lalu berjinjit dan mengalungkan tangan nya di leher Bima, untuk memberikan ciuman, dan sebuah hisapan kasar di leher pria itu.

Hal yang kembali membuat Bima mendesis, dan Mysha baru melepaskan nya, saat bisa memberikan jejak disana.

"Lalu jejak merah ini, adalah awal pertanyaan yang menarik nantinya, " ujar Mysha dengan santai, sambil mengusap jejak yang ia tinggalkan.

Sedangkan Bima yang baru sadar, apa yang Mysha lakukan itu, langsung membesarkan matanya. Lalu, menatap tajam Mysha yang sekarang juga menatap dirinya, dengan senyum manisnya.

"Apa yang kamu lakukan?! "

"Tidak ada, cuma memberikan sedikit spoiler yang menarik, pak? " Mysha mengatakan itu, sambil terkekeh geli. "Sekarang, tolong bukain pintu nya, seperti nya bapak tidak ingin memberikan saya tugas tambahan, dan tugas minggu kemarin akan saya antar besok. Tapi, kalau bapak tidak mau membukakan pintu, saya masih bisa menghisap beberapa bagian leher bapak yang lain. "

"Vampir kamu?! "

"Bukan saya saja yang vampir, bapak juga. Tau alasan kenapa saya libur dua hari kemarin, karena banyak tanda merah di tubuh saya, bahkan disini juga, " ujar Mysha, menarik tangan Bima, ke paha dalam nya. Tapi, Bima dengan segera menarik nya, menjauh. "Tapi, sekarang sudah memudar, kemarin merah banget, sampai concealer tidak bisa menutupi nya. Kamu vampir yang luar biasa, kan? " tawa Mysha , tapi terdengar garing.

"Jangan becanda kamu! " ujar Bima, menolak percaya dengan ucapan yang di katakan Mysha itu.

"Sebenarnya aku ada bukti nya, pak. Tapi ponsel ku udah bapak lempar dulu. Jadi hilang deh, " ujar Mysha dengan sedih, sambil menatap ponsel nya yang sudah rusak, karena baru saja menghantam dinding .

"Bagus kalau rusak, karena ponsel itu, menyimpan banyak keburukkan! " balas Bima, dengan ketus.

Mysha yang mendengar itu, terkekeh geli. "Padahal ada yang indah, pak. Foto ciuman kita, " ujar Mysha, lalu tertawa pelan. "Tapi, kalau bapak tetap ingin melihat, bisa ambil air, karena masih ada beberapa bagian yang merah nya menyala. Kita, cukup menambah air saja. "

"Kamu gila! " dengan Mysha.

"Jadi, gimana pak? Pasangan vampir serasi kan? Kita, bisa main gigit-gigitan nanti, " ujar Mysha, sambil mengedipkan matanya menggoda.

"Setelah berbicara vampir-vampiran, kamu masih berharap saya nikahi? Its you dream! "

"Yes, my dream babe. "

Bima yang mendengar balasan Mysha itu, langsung menyentuh kepala nya, pusing sekali mendengar celotehan wanita muda ini.

Ada saja kalimat nya yang bisa dia balas. Sungguh Bima tak mengerti, dari banyak nya mahasiswa yang hadir di acara kampus kemarin, kenapa dia terjebak dengan mahasiswa gila nya ini? Sungguh Bima tak mengerti.

"Terserah kamu Sabrina! Saya sudah lelah dengan kamu! Tapi yang pasti, apa yang saya katakan itu benar. Saya tidak bisa menikahi kamu. Lebih baik ambil uang yang saya berikan, yang bisa kamu gunakan untuk merapatkan milik mu, kalau kamu merasa longgar setelah saya masuki. Dan untuk darah di selaput darah. Kamu, bisa memberikan warna makanan di selimut mu nanti, saat pernikahan usai. Jika, butuh darah, bisa hubungi saya nantinya. "Bima mengatakan itu, dengan begitu jelas nya.

Sedangkan Mysha ingin mengumpat dari apa yang diucapkan Bima dan bagaimana jalan pikiran nya yang luar biasa diluar prediksi itu.

" Terserah bapak mau ngomong apa. Saya tetap teguh dengan ucapan saya. Lebih baik, pikirkan bagaimana cara bapak menutupi tanda yang saya berikan, "Ujar Mysha, santai.

Bima yang melihat kekerasan kepala Mysha itu, langsung mendengus kesal. Karena itu, dengan segera ia membuka kunci ruangan nya, menggunakan tangannya.

" Keluar kamu diruangan saya, "Ujar Bima, dengan raut masamnya.

Mysha yang melihat itu, tak bisa untuk tidak tertawa jahat. Tak peduli orang berkata, dia tertawa diatas penderitaan orang.

Karena, terkhusus tabiat Bima dan istri nya, wajib dijadikan bahan candaan.

" Oke, pak, "Uja Mysha, lalu meraih handle pintu , namun sebelum itu dia berjalan ke arah kepingan HP nya, untuk mengambil kartu nya. Setelah itu, barulah dia keluar.

Tapi, dari dalam hati ia berucap. " Itu baru permulaan,lihat permainan selanjutnya. "

T. B. C

Sampai ketemu selasa ya Lydears! Untuk yang disebelah, besok bakal ada tambahan part. Jadi stay tune, bagi yang mau!!!

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang