"Menginap di sini saja. Di luar hujan deras sekali. Kalau dipaksakan, kalian bisa celaka, " ujar Tiwi, pada Mysha yang sekarang sedang melihat kondisi luar, hujan deras disertai petir dari jendela.
Memang, saat makan malam masih berlangsung, bumi sudah diturunkan hujan yang begitu deras. Mysha kira hanya sebentar, ternyata lama.
Sudah satu jam lebih ia menunggu, tapi tetap saja tak ada tanda-tanda akan reda. Bahkan para lelaki yang tadi rapat sebentar di ruang yang Mysha tak tahu, sudah keluar, duduk diruang tamu, menikmati beberapa makanan ringan yang tersedia.
"Benar kata oma sayang. Kamu nginap aja, tidurnya di kamar ku, bareng aku, " ujar Rendy, menggoda.
"Nginap, tapi tidak tidur sekamar. Mysha tidur di sebelah kamar Aulia dan Bima. " Tiwi mengatakan itu, bersamaan dengan Bima yang baru turun dari kamar nya.
Terlihat sudah berganti pakaian, dengan kaos, yang tampak begitu pas ditubuh tegap nya.
"Kamar tamu bawah, masih banyak, bunda, " ujar Bima, tampak tak suka dengan pemikiran yang Tiwi katakan.
"Ya, memang masih banyak. Tapi Mysha tidak akan aman di sana, keponakan mu bisa menyusup masuk, tanpa sepengetahuan kita, " ujar Tiwi.
"Lalu, apa bedanya kalau dia tidur di samping kamar ku? Rendy tetap bisa masuk, kalau dibukakan pintu, kan? " Bima mengatakan itu, sambil menatap Rendy dan Mysha bergantian.
"Beda. Kamu bisa mencegah, kalau mendengar sesuatu yang berbeda. "
"Kalau bunda lupa. Kamar dirumah ini, kedap suara. Jadi, semua ide yang bunda sampaikan itu percuma saja, " ujar Bima lagi.
Pria itu terus saja menyuarakan kebenaran pada ibunya, Mysha yang melihat itu, hanya tersenyum miring. Tapi ibunya, tampaknya lebih keras daripada itu.
Tiwi yang mendengar penolakan Mysha itu, menarik nafasnya kasar. "Percuma bagi kamu, tapi tidak untuk bunda. Mysha tetap akan tidur di kamar tamu, yang berada du sebelah kamar kamu, " ujar nya dengan tegas. "Aulia, bawa Mysha ke atas. Dan kalian semua harus istirahat. " Tiwi mengatakan itu, kepada Aulia.
Berakhirnya ucapan Tiwi itu, bersamaan dengan semua orang yang berada diruang keluarga bangkit, untuk kembali ke kamar nya, untuk beristirahat.
"Good night, baby. Ketemu besok pagi ya, " ujar Rendy, memberikan ciuman di dahi Mysha.
Namun, pria itu sepertinya ingin mencium bibir Mysha, tapi Bima masih berada di sana. Jadi, dia beralih ke sisi lain.
"Ayo, Mysha. Biar tante antarkan, " ujar nya, menarik tangan Mysha mendekat, untuk berjalan bersisihan.
Sebenarnya Mysha ingin melepas, tapi ia tetap harus menjaga sikap nya. Terlebih Bima berjalan dibelakang mereka.
Dan, setelah mereka sampai di lantai dua, dan berjalan ke satu kamar, yang Mysha yakinin tempat yang akan ia tiduri malam ini. Jika Aulia mengantarkan nya, sampai pintu kamar. Bima malah langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Kamar kamu, disini. Kalau ada sesuatu, bisa panggil tante di sebelah, " ujar Aulia.
"Baik tante, " ujar Mysha.
Setelah itu, barulah kedua wanita itu, memasuki kamar nya.
***
Mysha sudah selesai membersihkan dirinya, salah satunya dari sisa-sisa pelepasan belum jadi itu.
Dan, sekarang Mysha sudah menggunakan bathrobe, untuk menutupi tubuh polosnya.
Namun, baru beberapa langkah dari kamar mandi, Mysha dikejutkan dengan seorang pria yang duduk di atas ranjang kamar nya.
Menatap nya dengan tatapan yang begitu tajam.
"Woah, i'm surprise. Ada gerangan apa kamu kesini, pak? " Tanya Mysha, dengan langkah menggoda menghampiri Bima. "Apa, sebelum 7 hari, bapak sudah berubah pikiran untuk menikahi saya? Padahal saya belum beri ancaman apapun loh. Eh, udah deh, tapi udah keburu rusak. Jadi, ada ap---"
Mysha belum selesai dengan kalimat nya, tapi tangan nya ditarik dengan kencang oleh Bima, membuat tubuh nya terduduk di atas pangkuan Bima.
Sungguh gerakan itu, membuat Mysha terkejut, apalagi merasakan remasan begitu kuat pada pinggang nya, yang diberikan oleh Bima.
"Kamu suka membuat masalah, bermain-main, dan ingin pernikahan bukan? Baik, saya akan menuruti apa yang kamu inginkan. Pernikahan bukan? Tapi, sebuah pernikahan rahasia, " ujar Bima, membuat Mysha langsung mengerutkan dahinya.
"Namun, sebelum itu, kamu harus puaskan saya."
Setelah mengatakan itu. Bima langsung mencium Mysha dengan begitu kasar, yang tentunya Mysha tak bisa untuk menikmati apapun.
Karena, apa yang bisa dinikmati, saat bibir nya yang masih terluka itu, kembali diberikan ciuman kasar?? Sial, padahal baru saja tadi diobati, dan sekarang kembali terluka.
Tak hanya itu, Bima juga memberikan godaan pada puncak dada Mysha. Tidak dari luar, karena tangan pria itu, langsung menyusup masuk.
Begitu mudah, karena tubuh nya tidak ditutupi apapun sekarang. Sedangkan Mysha, hanya bisa mengadahkan kepalanya. Menerima semua serangan pada tubuh nya.
Pusing sekali kepala nya, ketika semua titik sensitif pada tubuh nya di serang seperti ini. Dan sekarang, dia bisa merasakan lidah pria itu bermain di lehernya, memberikan godaan di sana , sebelum menghisap nya dengan kencang.
Dan tentunya, membuat Mysha melenguh panjang. "Ouhhh, "
Sepertinya, pria itu juga puas bermain-main di puncak dadanya, hingga sekarang tangannya sudah berada di Liang kenikmatan nya.
Awalnya memasukkan satu jari, hingga berakhir tiga jari. Yang awalnya gerakan lambat, berubah menjadi cepat.
Dan kembali, disaat Mysha akan memperoleh pelepasan nya, pria itu menarik tangannya di bawah sana, serta menghentikan lidahnya yang bergerilya itu.
Mysha tentu rasanya ingin mengumpati Bima, tapi tak bisa entah kenapa. Karena sekarang, yang bisa Mysha lakukan adalah mencengkram lengan Bima, untuk menyalurkan rasa tak terima nya, atas perlakuan Bima itu.
Sungguh pria itu kejam sekali, bukan? Dan saat Mysha melihat wajahnya, Mysha bisa mengatakan kejahatan nya berlipat kali, karena Mysha melihat senyum miring pria itu.
"Kenapa? Ingin lebih? " tanya Bima, dengan suara seraknya.
Dan Mysha ingin sekali berteriak 'iya'. Karena, memang dia menginginkan lebih dari ini, terlebih hasrat yang tadinya padam, kembali membara. Karena ulah pria itu, yang menggoda Mysha, hingga titik terendah.
Ah, kasihan sekali Tiwi. Niat hati ingin menjauhkan Mysha dari kemesuman keponakan nya, tapi tak sadar dengan bagaimana putra nya.
Mungkin Tiwi mengira tak akan terjadi apapun, karena pria itu sudah beristri. Tapi, Mysha juga berpikir begitu.
Mysha tak menyangka akan ada malam ini, malam bergairah, selain hari itu. Karena, Mysha berpikir esok hari, mereka tetap akan berdebat, tentang sesuatu yang membosankan.
Mysha juga sempat berpikir, malam ini juga terjadi, karena itu dia mengantisipasi dengan memberikan langkah serta tatapan menggoda pada Bima.
Tapi, apa yang Mysha dapatkan sekarang, sungguh jauh dari ekspetasi nya.
Saat Mysha masih memikirkan apa yang terjadi, Bima kembali memberikan ciuman pada nya, menggoda nya dengan luar biasa. Godaan yang berulang kali membuat Mysha sakit kepala, karena nikmat yang tak bisa diungkapkan.
T. B. C
Maaf, baru sempat upload. Sibuk banget yaa. Tapi, udah ku info kok di ig, kalau nggak update. Selamat membaca semuanya..
BERIKAN KOMEN DISINI, SEBANYAK MUNGKIN. MANA TAU DOUBLE UP KAN🗿
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
Genç Kız EdebiyatıSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
