"Dari mana aja? Kenapa baru pulang sekarang? Kamu nggak lupa kan, kamu lagi hamil?
Saat Mysha membuka pintu apartemen nya, setelah sebelumnya memutuskan jalan-jalan, untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Ya, tadi dari halte,dia memutuskan untuk ke mall, berbelanja, memanfaatkan uang yang diberikan Bima kepada nya.
Lalu,saat pulang ke apartemen, dan membuka pintu, ia langsung diberikan pertanyaan.
"Astaga,ini juga. Kenapa bawa barang banyak,kamu tahu kan kamu hamil?" kesal Bima, berjalan ke arah istri kecil nya itu, untuk mengambil jinjingan yang dibawa istri nya itu.
Sedangkan Mysha yang mendengar nada protes itu, berdecak dari dalam hati. Dasar Drama king.
Tapi, Mysha tidak mengutarakan nya, memilih berjalan ke sofa untuk membuka sepatu nya, sedangkan Bima mengikuti dari belakang, dengan membawa barang yang Mysha beli itu.
Setelah meletakkan nya di samping Mysha, Bima berjongkok di depan istri kecil nya itu, menolong membukakan sepatu milik Mysha.
Pria itu dengan begitu telaten melaksanakan. Jika kebenaran itu belum terungkap, mungkin saja Mysha tersenyum malu, berbunga-bunga karena di perhatikan. Tapi, sekarang? Yang tersisa hanya rasa kesal yang diterimanya. Sungguh.
"Kaki kamu sampai memar gini. Kamu pergi kemana aja sih?"tanya Bima, menyentuh memar yang ada di kaki Mysha.
Sebenarnya itu sentuhan ringan, yang tidak akan menimbulkan efek apapun. Singugu. Karena Mysha pernah jatuh dari motor di kampung dan berdarah,dan dia tidak menangis. Tapi, memar yang di sentuh oleh Bima, menimbulkan guncangan emosi pada dirinya.
"sakit,"ringis Mysha sebelum mulai terisak-isak. "Jangan sentuh,itu sa-sakit. " Mysha mengucap nya dengan kondisi menangis.
Bima yang melihat Mysha menangis tentu panik, terlebih karena ulahnya yang menyentuh memar kaki wanita itu.
"Sayang, sakit banget ya. Maaf aku nggak tau, apa kita perlu panggil dokter?" tanya Bima dengan panik, lalu berniat memeluk wanita itu, tapi segera di tepis nya.
"Ini, sakit!"tunjuk Mysha pada kaki memarnya, dengan tangan yang lain menyentuh dada nya, yang sedang menahan emosi.
Mysha menangis untuk meluapkan emosi nya, dia merasa dunia tidak adil pada nya. Kenapa dari kecil dia tidak merasakan bahagia? Kenapa?
Kalau kalian pikir, Mysha marah pada Aulia karena merebut perhatian ayahnya untuk mencari wanita itu yang hilang itu salah.
Ada hal lain yang membuat Mysha benci wanita itu, padahal dia tak kenal, yaitu ayahnya tetap mencari wanita itu, disaat ibu nya mengandung dirinya, hingga melahirkan sampai meninggal. Itu yang Tante Lena katakan kepada nya.
Disaat Mysha bertanya siapa anak kecil yang fotonya ada dirumah mereka.
Sebenarnya dia juga membenci ayahnya, tapi tidak bisa ia lakukan secara utuh. Karena sungguh, ayahnya masih peduli padanya, menangis saat Mysha pindah kota, memberikan hadiah kecil-kecilan saat Mysha juara kelas atau menang lomba.
Kalau kata Tente Lena, itu bentuk rasa bersalahnya karena tidak peduli saat Mysha di dalam kandungan ibu nya.
"Iya, sakit. Maaf, aku nyentuh nya tadi kasar ya?"
"Iya,kasar banget." Mysha mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.
"Mau di panggil dokter? Seperti nya,kamu kecapean jalan, emang dari mana, sampai memar gini?" tanya Bima dengan lembut.
Berharap sang istri menjawab,dan menghentikan tangisannya, karena jujur saja. Bima tak tahu harus berbuat apa. Dia bingung, adakah orang yang menolong nya, untuk harus melakukan apa?
"Dari mall, cari ayah baru buat adek. Karena Daddy nya udah jadi rumput!"
Kali ini memang pertanyaan nya di jawab, tapi jawaban itu, berhasil membuat dahi Bima berkerut, tak menyangka.
"Maksud nya?"
"Dari mana kamu? Kenapa nggak pulang? Ha? "
Pertanyaan yang Mysha layangkan, membuat tubuh Bima menegang. Itu, dapat Mysha rasakan saat tubuh pria itu ia sentuh.
"Oh cari istri baru ya, emang mau gitu? Buat dapet anak lagi?
Mendengar ucapan Mysha itu, Bima mengerutkan dahinya, tak menyangka.
"Aku, tapi nyari ayah mu,"Ujar Bima, yang membuat Mysha berdecak tak percaya.
Ya, Bima memang mencari ayah Mysha, walaupun di selingi kendala yang kebenaran nya, baru ia ketahui hari ini.
Lagian, selama dia pergi, dia selalu memantau kondisi Mysha melalui orang nya,dan tadi baru ia sedikit lalai, hingga panik saat kembali ke apartemen dia tak menemukan istri nya.
Menghubungi sang istri, tapi ponsel wanita itu mati. Bahkan Bima memarahi nya, hingga salah satu dari mereka mengatakan bahwa sang nyonya sedang di mall, berbelanja.
Sebenarnya, Bima ingin menghampiri wanita itu untuk memarahi nya, tapi seribu kali sial, pekerjaan nya datang begitu mendadak. Dan tidak bisa untuk di tinggal.
Karena hal itu, terpaksalah Bima menyuruh orang nya untuk mengawasi dari jauh. Tapi,para orang bodoh itu, tidak memperhatikan jinjingan istri nya yang banyak.
Apa salah nya mengambil? Lihat saja, nanti akan Bima marahi mereka semua.
"Terus, sekarang udah ketemu?"tanya Mysha, mengangkat alisnya, menuntut jawaban sesegera mungkin.
Dengan raut malasnya, Bima menggelengkan kepala nya,dia benar-benar belum mengetahui keberadaan ayah dan tante dari istri nya itu, padahal mereka sudah datang ke kampung itu.
Para tetangga juga tidak tahu, katanya sudah lama tak muncul.
Dia tak mungkin jujur pada istri nya, karena takut sang istri kepikiran yang tentunya nanti, akan berakibat pada anak nya.
"Wow, seorang Surya? Yang memiliki uang banyak, tidak bisa membawa dua orang saja kesini?"Ujar Mysha, sembari mengangkat dua jari tangan nya.
Mysha masih menyinggung tentang perkataan Aulia tadi, dimana keluarga Surya bisa mendapatkan apapun dengan uang banyak yang mereka miliki, termasuk anaknya nanti.
Lalu, kenapa, sekarang tidak bisa mereka lakukan? Untuk mencari dua orang, saja?
"Aku sedang berusaha sayang."
Bima mengatakan itu dengan tenang, membuka Mysha mendengus dari dalam hati.
Apalagi melihat pria itu yang berbicara pada anak mereka. Oh tidak,ini hanya anaknya.
Okey,jika kemarin Mysha berubah pikiran, dengan tidak membalas dendam nya, dan tidak masalah menjadi istri kedua yang di sembunyikan.
Sekarang, tidak. Dia akan membalas dendam pada dua manusia ini. Apa kata Aulia tadi? Mereka akan dipisahkan jika tidak ada anak.
Bagaimana seandainya keluarga Surya tahu, bahwa anak laki-laki nya telah memiliki anak yang sedang dikandung dengan wanita lain? Terlebih itu atas permintaan istri nya.
Mysha bisa saja mengirim foto saat dia bersama Bima. Jika, nanti respon nya tidak seperti yang Mysha inginkan, dia akan mengirimkan rekaman suara Aulia yang tadi sempat ia rekam.
Mereka menjebaknya karena tidak ingin bercerai, karena itu Mysha lah yang akan membuat dirinya bercerai. Lihat saja.
Mari hancur bersama. Mysha tidak ingin jadi janda sendiri, Aulia harus menemaninya juga. Itu, mutlak!
"Mau istirahat sekarang? Sepertinya, kamu kelelahan. Mau ku gendong?"
"Nggak usah, makasih."
Setelah itu, pergi meninggalkan Bima sendiri, dan Bima menganggap perubahan sikap istri nya itu, karena hormon kehamilan nya. Jadi dia memaklumi nya.
T. B. C
Nihh, update. Thankyou kerja keras kalian di bab sebelumnya... Ini jangan lupa banyakin juga, rameinnnn.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysha(21+)
ChickLitSemua orang tahu, seberapa tak suka nya Sabrina Mysha dengan dosennya yang bernama Bima Wiratama Surya. Karena pria itu selalu menatap tajam kearah nya ditengah jam perkuliahan berlangsung. Dan, karena satu kondisi, dia harus menjebak dosennya itu...
