Bab-35

57.4K 1.8K 65
                                        

Bima mengerutkan dahinya, saat Mysha terus saja menatap nya dengan tatapan yang penuh permusuhan.

Padahal ia sudah membelikan es krim yang diinginkan wanita itu, rasa vanila itu tadi yang di minta oleh istri kecil nya. Lalu, kenapa dia masih di tatap seperti itu?

Apa salahnya?

Ada yang bisa memberitahu?

Atau, Bima tanya langsung saja? Apa itu aman?

Entah kenapa dia menjadi takut dengan istri kecil nya ini? Ah tidak, dia tidak takut, dia hanya tidak ingin berurusan dengan mood istri nya, yang mudah sekali berubah itu.

Selain itu, tak ada yang Bima takutkan pada Mysha, tubuh yang bisa disembunyikan untuk dirinya ini. Jadi, apa yang bisa ditakutkan lagi, bukan begitu?

"Ada apa? Saya membelikan es krim yang kamu minta, dan rasa yang kamu inginkan juga. Lalu, kenapa masih menatap saya seperti itu? " tanya Bima, mulai menjalankan mobil nya.

Ya, dia memutuskan untuk mengemudikan mobilnya sendiri, hal ini ia gunakan untuk lebih lama lagi bersama istri kecil nya, entah sejak kapan, tapi Bima menyukai dirinya berada di radar sang istri.

"Kamu, kenapa bilang kalau aku istri kamu? " tanya wanita hamil itu dengan judesnya.

"Kamu kan benar istri saya, Sabrina. " Lalu, dengan raut santainya, dia menjawab pertanyaan istrinya itu.

"Ah, tapi kan disembunyikan dan juga sementara jadi istri nya, kenapa pake bilang! "kesal Mysha.

" Siapa yang hilang sementara? Oke, emang kamu di sembunyikan, tapi lama-lama juga akan terbongkar, kan? Apalagi, anak saya akan lahir, "ujar Bima, yang masih fokus mengendarai mobil nya.

" Waktu itu kamu yang bilang, mas. Sementara, sampai kamu mendapatkan keturunan! Habis itu cerai! "

"Lalu, apa yang kamu inginkan setelah perceraian Sabrina? Kamu ingin berpisah dengan anak mu? " tanya Bima, melayangkan tatapan tajamnya, walaupun itu hanya sebentar.

Mysha yang mendengar pertanyaan Bima itu, berdecih dalam hati. Siapa yang mau meniggalkan anak nya? Malah Mysha ingin membawa anak ini pergi jauh, dia tak ingin berurusan lagi dengan Bima atau pun keluarga Surya lainnya.

Walaupun, dia tahu, yang dekat dengan nya juga hanya Rendy, tapi tetap saja Mysha tak ingin berhubungan dengan garis keturunan Surya.

Bodo amat dengan orang yang mengatakan nya gila, disaat bersamaan dia juga sedang mengandung anak dari keluarga Surya, yang berarti dia juga sedang meneruskan garis keturunan itu.

Ah, bodo. Anak nya hanya keturunan Sabrina Mysha. Itu, mutlak.

"Kenapa tidak? Aku bisa melahirkan anak lagi, dari bibit yang unggul, kamu ambil aja anak ini, yang nggak bisa hamil kan istri pertama mu, bukan aku. Apalagi kamu sudah tua, pasti kualitas mu, juga sudah menurun, " cerocos Mysha.

Wanita itu mengatakan itu, sambil mengatakan amit-amit pada janinnya. Dia berkata seperti itu, hanya untuk mengecoh Bima. Karena yang pasti, setelah mengirimkan foto kepada Aulia, dia akan kabur bersama anaknya.

Mereka akan pergi begitu jauh, biarkan saja Bima mengurus rumah tangga nya yang berantakan itu, dengan istri tercinta nya.

Sedangkan Bima, yang mendengar ucapan Mysha itu, langsung membanting stir mobilnya, dan untungnya mereka sudah berada di jalan yang sepi, suatu hal yang tidak akan membuat orang lain celaka, karena perbuatan kurang etika Bima itu.

"GILA KAMU! " teriak Mysha, dengan nafas yang memburu karena kaget, dan tangan yang berada di perut untuk melindungi anaknya.

Bima juga melindungi istri kecil yang membuat dirinya kesal itu, dengan meletakkan tangan di perut dan dahi, untuk menghindari benturan yang terjadi.

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang