Bab-25

96.4K 2K 108
                                        

Mysha tak mengerti kenapa dia mau repot-repot untuk mengikuti kemauan Rendy. Padahal diantara mereka tak ada hubungan apa pun lagi.

Ini, mungkin efek dari setelah pulang kuliah kemarin, dia menghubungi Bima untuk minta dibelikan martabak.

Tapi, dari siang sampai jam 7 malam, tak ada satupun dari panggilannya diterima oleh pria itu.

Karena rasa ingin nya terhadap martabak itu, pada akhirnya Mysha lah yang keluar untuk membeli martabak, keluar di jam 8 malam sendirian. Karena masih tak ada satupun panggilan nya diangkat oleh Bima.

Namun, Mysha di serang rasa kesal saat melihat Bima dan Aulia di tukang martabak langganan nya.

Bahkan pria itu terlihat memegang ponselnya, dan kenapa dia tidak bisa mengangkat puluhan panggilan yang Mysha berikan?

Dan, yang lebih sialnya, dari semua tukang makanan di kota ini. Kenapa mereka bertemu di tempat orang jualan martabak? Kenapa?

Karena rasa inginnya terhadap martabak itu. Mysha pada akhirnya ikut mengantri di sana.

Aulia memang tidak sadar kehadiran nya karena banyak nya pembeli, tapi Bima? Bahkan tatapan mereka berada beberapa detik kemarin, dan pria itu yang memutuskan terlebih dahulu, sebelum merangkul istri nya, sok mesra.

Mengingat hal itu, sungguh membuat Mysha marah dan juga kesal. Sungguh perasaan yang seharusnya tidak Mysha miliki, tapi kenapa sekarang ia miliki.

"Sha, ingat tujuan awal lo tiba di titik ini, " ujar Mysha pada pantulan dirinya sendiri. "Jangan bawa perasaan, perasaan lo udah lama hancur."

Disaat masih sibuk menatap dirinya di cermin, klakson mobil berbunyi. Membuat Mysha menarik nafas kasar, sebelum meraih tasnya yang akan ia bawa pergi.

Dengan balutan gaun biru, di tubuh nya yang indah. Mysha tampil begitu mempesona.

Dan itu, bisa dilihat dari bagaimana Rendy menatap nya. Walaupun kita tahu Rendy buaya, entah kenapa untuk sekarang Mysha ingin menerima pujian yang diberikan pria itu kepada nya.

"Cantik sekali. " Saat Mysha baru mendudukkan tubuh nya di kursi sebelah pengemudi, Rendy memuji.

"Cantikan mana dari Tante Aulia? " Tiba-tiba saja Mysha melayangkan pertanyaan seperti itu.

Entah kenapa Mysha membawa wanita itu dengan percakapan nya bersama Rendy.

"Mak---"

"Cantik kalian beda, tante Aul cantik dewasa. Kalau kamu cantik, manis dan menggoda. " Rendy segera memotong kalimat yang Mysha berikan.

"Sorry, gue nggak maksud, tapi maklum ya cewek. " Mysha tak tahu harus menjelaskan seperti apa, jadi dia hanya bisa membawa gendernya dalam percakapan ini.

"It's okay, kalian berdua cantik, dan kamu juga nggak lagi bersaing sama tante Aul, " ujar Rendy pada Mysha.

Sedangkan Mysha yang mendengar ucapan Bima itu, ingin sekali berteriak. "Kata siapa dia nggak lagi saingan dengan Aulia?! Banyak sekali yang membuat dia ingin bersaing dengan wanita itu! "

Mysha ingin sekali meneriakan isi hatinya pada Rendy, tapi segera ia tahan dengan mengalihkan pandangan nya, tak ingin terlibat percakapan lebih panjang lagi dengan Rendy.

Mysha merasa dirinya begitu sensitif sekarang, ada saja hal yang bisa memicu emosi nya untuk naik.

Jadi, selama perjalanan menuju keluarga Surya, hanya di isi oleh keheningan saja.

***

"Udah mendingan? " tanya Aulia kepada sang suami, sembari memeluk tubuh pria itu dari belakang.

"Sedikit lebih baik, cuma perut nya masih sedikit nggak enak, " balas Bima, sambil mengelus telapak tangan Aulia yang berada si perut nya.

Mysha(21+) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang