30. Back to Being a Trainee

242 31 18
                                        

Yukk follow yukk, mau kenalan juga boleh bangett

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yukk follow yukk, mau kenalan juga boleh bangett

Aku juga bikin au lho disana, siapa tau disini ada yang suka baca au

Tandain typo~~

"Saudara Aidan dinyatakan tidak bersalah atas kasus ini, dan saudara Arga, anda akan diberi hukuman 10 tahun penjara."

Tok tok tok

Palu diketuk tiga kali, menandakan berakhirnya sidang pada hari ini.

"Terimakasih, ternyata tuhan masih berbaik hati ngasih kesempatan buat gue."

Aidan menatap Arga tanpa ekspresi, Arga sedang mengamuk karena tertangkap sebagai pelaku pengonsumsi narkoba dan pencemaran nama baik.

"SAYA GAK SALAH, DIA YANG SALAH! LEPASIN SAYA!"

"Saudara Arga, anda dimohon untuk tenang."

"GAK! LEPASIN SAYA! KALIAN GAK TAU SIAPA PAPA SAYA! SAYA BAKAL MINTA DIA BUAT HANCURIN KALIAN SEMUA!"

"Kami bekerja untuk negeri ini, siapapun orang tua anda tidak akan mempengaruhi kami."

"SIALAN LO SEMUA, GUE BAKAL BALES KALIAN!"

Aidan mendekati Arga, jujur, ia sangat kecewa dengan perbuatan Arga padanya, hanya karena masalah harta ia sampai menjebak sahabatnya sendiri.

"Lo terima aja hukuman yang lo dapet atas perbuatan yang lo lakuin, habis itu, lo merenung, pikirin kesalahan lo supaya jadi lebih baik."

"GAK USAH SOK NASEHATIN LO, LO SAMA AJA, LO JUGA KRIMINAL!"

"Gue tau dan gue sadar itu, tapi gue mikir, seharusnya gue gak ngejahatin orang yang udah baik sama gue."

"Halah, lo seneng kan? Seneng kan dapet harta gue, seneng kan dapet hak lo balik, seneng kan lo rebut semua harta gue, dan lo seneng kan ambil papa gue?"

"Gue gak tertarik sama sekali buat harta, gue cuman mau tau siapa bokap gue, dan gue juga terima kalo bokap gue gak mau nerima gue, gue cuman mau tau siapa dia."

Seorang pria tak dikenal menghampiri mereka, setelan jas serba hitam, dan 2 pengawal di belakang pria itu.

"Papa," panggil Arga kepada pria itu, "Papa tolongin Arga pa, mereka mau ngurung Arga, kasih pelajaran buat mereka, pah."

Aidan menoleh, mengamati sosok pria yang dipanggil "papa" oleh Arga, apakah itu adalah ayahnya?

"Arga, kamu itu salah nak, jadi terima saja hukuman kamu, papa gak akan membantu kamu bebas dari penjara." Ujar pria itu, ia juga sangat kecewa mengetahui kabar bahwa anaknya adalah seorang pengonsumsi narkoba yang bahkan menjebak temannya sendiri.

"Bawa dia pak."

Arga diseret paksa oleh dua orang polisi, meninggalkan Aidan dan pria itu sendiri, serta dua pengawal yang sedari tadi hanya diam di belakang seperti patung.

Seven DreamersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang