Tentang 7 lelaki yang berusaha meraih mimpi menjadi seorang idola dalam sebuah boy band
Lolos gagal itu biasa
Naik turun itu tak mungkin tak ada
Berhasil atau tidak itu.... tergantung diri sendiri
Namun, ditengah perjuangan mereka ada sebuah rahasi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I
g : Milkicandy Tiktok : Milkicandy
Jangan lupa follow~~ Mari berkenalan
Tandain typo~~
Seorang laki-laki duduk termenung di sebuah balkon, ia memandangi langit malam yang indah karena adanya bintang-bintang yang bersinar terang, malam ini sangat sunyi, seperti biasanya.
"Juna?"
Lelaki itu menoleh, ia tersenyum mendapati neneknya yang ada di balik pintu, tersenyum manis ke arahnya.
"Iya, nek?"
"Kamu ngapain, kok gak turun makan?"
"Gak ngapa-ngapain nek, ada apa?"
"Papa sama mama kamu di bawah kok gak ikut gabung?"
Juna tersenyum, "Nanti aj---"
"Ma, aku sama papanya Juna berangkat kerja dulu ya?" Ibunya muncul di belakang neneknya, diikuti papanya yang sibuk menatap layar ponsel.
"Kalian ini baru sampai, kok sudah pergi lagi?" Nenek Juna terlihat tidak senang, "Kalian gak ngobrol dulu sama Juna, dia pasti kangen kalian."
"Kalo ada waktu aku main lagi, ma." Kedua orang yang sudah berstatus sebagai orang tua itu menyalimi punggung tangan nenek Juna.
"Juna, kami kerja dulu, kamu jangan nakal, nanti uang jajan kamu biar papa transfer."
"Iya pah." Jawab Juna dengan senyuman yang dipaksakan, "Udah gue duga, gak mungkin mereka lama-lama." Batinnya.
"Kami pergi dulu ya," mereka berdua meninggalkan Juna dan neneknya.
Juna pulang ke rumahnya setelah mendapat telepon dari neneknya kalau orang tuanya pulang ke rumah, ia sangat senang dan bergegas pergi dari asrama.
Neneknya menatap Juna dengan tatapan sendu, "Gak papa ya? Kan masih ada nenek."
Juna lagi-lagi tersenyum, "Iya nek,"
"Nenek ke kamar dulu ya? Nenek sudah capek."
"Iya."
Setelah kepergian neneknya, Juna membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih.
"Kalo gue mati, papa sama mama bakal pulang gak ya?"
Entah dari mana asalnya pemikiran berbahaya itu, terlintas begitu saja dalam bayangan Juna, "Pulang kalik, habis itu langsung kerja lagi."
Ting
Suara notifikasi ponsel mengalihkan perhatiannya, Juna mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.