45. Pertengkaran

286 27 27
                                        

Helloww Yeorobunnn

Pertama-tama aku mau bilang, aku sangat kesal dengan wp karena harusnya aku bisa up dari dulu, tapi ternyata baru bisa sekarang, jadi untuk bab ini kalo lama yaaaa gitu dehh


Oh ya jangan lupa baca sampe bawah, nanti aku kasih spoiler/info dikitt buat bab selanjutnya

HAPPY READINGGGGG

Tandain typo~~

Semenjak kejadian saat perform team Butter, Haga si leader menjadi sangat dingin, terutama kepada Naren, orang yang mengacaukan penampilan karena terpeleset.

Azen dan Gala menyadari perubahan sikap Haga kepada mereka, Azen dan Gala merasa jika Haga memiliki rasa tidak suka harusnya ia menyampaikannya kepada anggota team-nya, bukan malah bersikap dingin.

"Zen, lo ngerasa gak sih Haga berubah? Dia kayak cuek habis perform tadi." Ujar Gala.

Azen mengangguk, "Leader lo."

Gala memukul lengan berotot Azen, "Leader lo juga, tapi ya bisa jadi dia emang ada masalah, masalah yang gak berhubungan sama kita."

"Feeling gue masalahnya itu kita."

"Emang feeling lo selalu bener?" Gala mengangkat sebelah alisnya.

"Sejauh ini, iya."

Skakmat.

Gala kehabisan kata-kata, memang salah ia menanyakan itu kepada manusia seperti Azen.

Gala dan Azen menjadi lebih dekat setelah berada di team yang sama, mereka juga selalu membeli minuman bersama.

"Ngopi yuk?!" Tiba-tiba Haikal muncul di tengah-tengah mereka.

"Lo itu dateng bilang dulu kek, jangan langsung begitu, ngagetin ege." Ujar Gala dengan dingin.

"Kebetulan lagi gak mau bilang." Haikal mengapit kepala Gala dan Azen di ketiaknya, alhasil mereka berdua berjalan membungkuk-bungkuk karena tinggi badan yang tidak sama.

"Eh btw, kalian tau gak, ayam apa yang paling manis?" Tanya Haikal tiba-tiba.

"Ayam dikasih gula." Jawab Azen asal, ia menyingkirkan lengan Haikal dari pundaknya.

"Salah, tapi juga gak salah." Haikal menjeda kalimatnya, dari gerakan tubuhnya ia seperti sedang berpikir, "Eh, salah, tapi bener, tapi salah, ah salah aja lah." Haikal menjadi bingung sendiri.

"Aneh."

"Udah jawab aja!"

"Gak tau gue, apa jawabannya?" Gala menyerah bukan berarti kalah, tapi lelah.

"Ayam falling love with you!" Ujar Haikal sambil melakukan flying kiss, setelahnya ia berlari lurus entah hendak kemana.

"HUEK BANGET SUMPAH, NAJIS!" Rasanya Gala benar-benar ingin muntah.

"Temen lo, Gal." Azen menarik senyum tipis, nyaris tak terlihat.

"BESTI LO KALI!"

"Sungai emang temen gue." Azen menepuk bahu Gala sekali, lalu melangkah terlebih dulu ke cafè perusahaan, lebih tepatnya cafè itu satu tempat dengan kantin.

Gala terdiam, ia tak bergerak sedikitpun karena sedang berpikir, "Kali? Sungai? Kali itu bahasa lainnya sungai? Apa Kali itu nama temennya si kulkas?"

Gala memang terkadang memanggil Azen dengan sebutan "kulkas" karea sikap dingin dan ekspresi datarnya.

Seven DreamersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang