39. Pengumuman Penting

222 22 28
                                        

Jangan lupa follow~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa follow~~

Aku juga bikin au disana, kuy baca siapa tau sukaa

Yeorobun jangan lupa vote and komen ya gess yaa

Kalian komen "next" atau  "kapan up?" atau "semangat" itu aku udah seneng kokk

Happy reading

Tandain typo~~

Seorang laki-laki sedang menatap pantulan dirinya di cermin, ia melepas kaosnya, hingga menampakkan tubuh yang semakin kurus.

"Semoga cepet ada pendonor, gue masih pengen hidup."

"Ya tuhan, jangan ambil nyawaku dulu, setidaknya, tunggu sampai lulus SMA."

Laki-laki itu mengenakan kembali kaosnya, saat berbalik ke belakang, ia melihat temannya yang dengan santai berdiri di depan kamar mandi.

"HEH! MESUM LO!" Ujarnya sambil menyilangkan tangan di depan dada.

"Gak minat, ayo cepet keburu rumah sakitnya tutup!"

Hanya decakan yang bisa cowok itu keluarkan, padahal di dalam benaknya, ia sedang mengabsen nama hewan yang ada di kebun binatang.

*SEVEND*

"Jadi gimana dok, saya belum mau mati kan?"

Dokter yang berada di depannya hanya terdiam tanpa ekspresi, membuat laki-laki berbaju hitam itu khawatir.

"Dok?"

"Ada sedikit masalah di organ kamu yang ini, sering kecapekan?"

"Beberapa hari terakhir."

"Minggu depan datang lagi, saya mau konsultasikan kamu ke dokter spesialis langsung."

"Baik dok."

Laki-laki itu berdiri, tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada dokter yang sudah hampir setahun mengobatinya.

Setelah keluar dari ruangan itu, terlihat temannya sedang duduk santai di kursi pengunjung, "Kalo gue mati gimana?"

"Yaudah takdir." Temannya berdiri, "Ayo makan, gue laper."

Meski terlihat tak peduli, tetapi percayalah di dalam hati, temannya sangat khawatir, takut jika "kematian" benar-benar menghampiri di saat mereka belum siap.

*SEVEND*

"Kalian dari mana?" Mahen menatap kedua temannya dengan serius, "Pergi pagi pulang pagi."

"Yaelah, cuman dua jam ege, dramatis banget." Naje menyodorkan sebuah es krim untuk temannya itu. "Tadi gue sama Haikal lewat jalur belakang."

"Bener banget, gue perhatiin ada wartawan yang nangkring di cafè depan, ada juga yang nyamar jadi tukang sapu jalanan, tapi bodohnya kameranya gak disembunyiin."

Seven DreamersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang