31. Terbongkar

308 26 53
                                        

Yukk follow yukk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yukk follow yukk

Janlup vote and komen ya gess yaa

Tandain typo~~

Hari pertama menjadi trainee setelah dinyatakan tidak bersalah dalam persidangannya kemarin, tetapi, masih banyak omongan orang lain yang mengatakan dirinya adalah mantan napi atau mantan kriminal.

Tetapi, tidak apa-apa, setidaknya sekarang ia harus belajar lebih banyak, belajar untuk tidak menyakiti orang lain, belajar untuk tidak cepat tersulut emosi, belajar mengontrol diri, dan juga belajar hal lain.

Hanya satu yang belum ia lakukan, meminta maaf kepada korban dari tindakan gilanya.

*SEVEND*

"Jadi, selama ini lo sakit, Jun?" Mahen menutup mulutnya, tidak menyangka kalau dia akan mendengar kabar menyakitkan ini.

"I-iya."

"Dan lo cuman kasih tau Azen?"

Lagi-lagi Juna hanya mengangguk, ia juga sebenarnya tidak ingin temannya tau dengan cara seperti ini.

Flashback on

Azen dan Juna meninggalkan yang lain di kantin asrama, mereka berdua hendak kembali ke kamar untuk membahas suatu hal.

Setelah memasukkan kunci kamar, tiba-tiba Juna memukul dahinya, ia melupakan sesuatu.

"Aduh, Zen, gue lupa ngambil hp di ruang rekaman, temenin gue ngambil hp ya?"

Azen memutar bola matanya, "Ada-ada aja sih lo, yaudah ayo!"

Mereka berdua meninggalkan kamar asrama mereka yang sudah tidak terkunci itu.

Disaat itulah, Mahen masuk ke kamar mereka, sebenarnya Mahen hanya ingin mengambil bola basket milik Kenzi yang katanya ia taruh di kamar.

"Mana ya?"

Mahen memandangi seluruh kamar dari atas sampai lantai kamar, tetapi tidak menemukan bola basket yang dimaksud.

"Mana Azen sama Juna gak ada, ntar gue dikira maling lagi."

"Masa di kamar mandi?"

"Coba aja deh, siapa tau ada."

Mahen masuk ke dalam kamar mandi, ternyata bola basket yang dari tadi dicarinya ada di sana.

"Nah, ini dia."

Mahen hendak melangkahkan kaki keluar dari sana, tetapi langkahnya terhenti tatkala mendengar percakapan kedua temannya.

"Jadi, gimana kata dokter?" Azen melepas hoddienya dan mengisakan kaos hitam melekat di badannya.

"Lumayan lah, dokter Reza juga katanya bakal cari pendonor yang mau donorin ginjalnya buat gue."

Seven DreamersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang