Tentang 7 lelaki yang berusaha meraih mimpi menjadi seorang idola dalam sebuah boy band
Lolos gagal itu biasa
Naik turun itu tak mungkin tak ada
Berhasil atau tidak itu.... tergantung diri sendiri
Namun, ditengah perjuangan mereka ada sebuah rahasi...
Nanti aku kasih 'kejutan' yang mungkin kalian udah bisa tebak dari bab sebelumnya
Jangan lupa vote and komen ya gess yaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa follow~~
Mutualan juga ayoo
Happy reading semuaa
Tandain typo
Di lorong rumah sakit yang sunyi, langkah kaki bergegas dan wajah-wajah khawatir menghiasi setiap sudut. Banyak orang berlarian, mata mereka memancarkan keresahan mendalam, menunggu kabar tentang sahabat yang terbaring lemah di ranjang.
Setiap langkah terdengar seperti harapan. Lorong rumah sakit menjadi saksi bisu dari ketakutan dan harapan yang menyatu dalam keheningan.
Kejadian beberapa saat lalu membuat mereka lagi-lagi harus menginjakkan kaki ke tempat yang sangat tidak ingin mereka kunjungi, lagi.
"Jangan ambil dia sekarang, tuhan."
"Biarkan dia tersenyum lebih lama."
*SEVEND*
Masih di tempat yang sama, hanya saja suasana menjadi lebih tegang, setelah Daniel yang dipilih sebagai trainee terbaik di episode tiga ini, sekarang mereka kembali dibuat penasaran dengan siapa saja yang keluar hari ini.
"Untuk ketiga team yang tidak aman, silakan naik ke panggung."
Mendengar suara dari speaker, ketiga team yang tidak aman hanya bisa pasrah saat berjalan ke tengah panggung.
Mereka saling berpegangan tangan, mustahil tidak ada yang keluar, maka dari itu mereka sama-sama berdoa agar bukan nama mereka yang terpanggil hari ini.
"Satu hal yang harus kalian ingat, kami para juri menilai bukan hanya dari satu penampilan kalian, tetapi kami menilai dari proses yang kalian lakukan, apakah ada perkembangan, atau tidak ada perkembangan apapun." Ujar Mrs. Lee.
"Kalian pulang bukan berarti kalah, hanya saja mungkin belum saatnya, So don't give up, if not here then somewhere else, jika bukan disini maka pasti di tempat yang lebih baik." Sambung Mrs. Kim.
"Gak usah banyak drama, tinggal umumin." Mr. Xiu sangat tidak suka basa-basi, jadi ia melontarkan kalimat apapun meski terkadang kata-katanya menyakitkan.
"Xiu, dulu lo juga pernah kayak gini ya, kalo gak bisa kasih semangat, please don't talk."
"Okay, i'm sorry my children." Mr. Xiu menatap para trainees dari ujung kanan hingga ujung kiri.