Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa follow~~
Mau mutualan juga bolehhh, saling follow juga bolehh
Udah berapa lama gais aku gak menyapa kalian semua 😇🥲
Happy readinggg
Tandain typo~~
Suasana cerah di pagi yang indah membuat seorang pangeran tampan enggan membuka mata.
Seorang pangeran yang hidup di zaman kerajaan yang telah berdiri ribuan tahun yang lalu.
"Pangeran, baginda raja memberikan perintah untuk memanggil pangeran menemui beliau." Ujar salah seorang dayang istana.
"Baiklah, siapkan air panas untuk aku mandi." Si pangeran tampan memberi perintah.
"Baik pangeran."
Setelah menunggu selama beberapa saat, dayang yang tadi memanggilnya kembali mendatanginya setelah menyelesaikan tugas.
"Pangeran, air mandi telah siap." Ujar dayang sambil menunduk.
"Terimakasih, sekarang pergilah."
Dayang itu melangkah mundur lalu berbalik keluar dari kamar sang pangeran.
Pangeran berjalan ke tempat pemandian untuk membersihkan badan sebelum menemui ayahandanya.
"Aku ingin ditambahkan bunga." Ujar pangeran.
"DAYANG! DAYANG!" Pangeran berteriak memanggil dayang istana.
Dua orang dayang datang menghampiri sang pangeran, "Ada apa pangeran, apakah ada sesuatu yang membuat pangeran tidak nyaman?"
"Beraninya kau berkata seperti itu!" Ujar pangeran dengan nada tinggi.
"Maaf pangeran, ampuni kami." Dayang itu menunduk ketakutan melihat sang pangeran.
"Pergi ambilkan bunga yang paling wangi untukku!"
"Baik pangeran." Mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat pemandian.
Tak lama kemudian datanglah seorang prajurit menghampiri pangeran, hal itu tentu membuat calon penerus kerajaan murka.
"Berani sekali kau menginjakkan kaki tanpa izin disini!" Bentak pangeran.
Prajurit itu membawa seember air, tanpa aba-aba ia menyiramkan air yang ada di dalam ember ke arah pangeran.
"BERANI SEKALI KAU PRAJURIT RENDAHAN!"
"PRAJURIT APAAN KOCAK! BANGUN UDAH SIANG! LO GAK MAU SEKOLAH?!"
Haikal terkejut bukan main setelah mendengar bentakan dari prajurit barusan.
Perlahan ia membuka mata dan melihat sekelilingnya dipenuhi oleh teman-temannya yang sudah siap dengan seragam sekolah masing-masing.
"Loh, kok kalian disini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Dreamers
Teen FictionTentang 7 lelaki yang berusaha meraih mimpi menjadi seorang idola dalam sebuah boy band Lolos gagal itu biasa Naik turun itu tak mungkin tak ada Berhasil atau tidak itu.... tergantung diri sendiri Namun, ditengah perjuangan mereka ada sebuah rahasi...
