38. Bukan 56 lagi

221 19 11
                                        

Ig : Azzah_sa06
Tiktok : Milkicandy

Moots? Kajaa!!

Jangan lupa followww~~

Tandain typo and happy reding all

Episode kedua hari ini berjalan dengan lancar, tidak ada kendala selama syuting video, wartawan yang kemarin memenuhi gedung juga sudah berkurang, penggemar yang menggila kemarin juga tak terdengar lagi.

Melihat dari reaksi syuting kemarin, agensi lebih mengetatkan keamanan, memastikan tidak ada identitas trainee yang bocor.

Trainee di AZ memang sangat misterius, tetapi jika sudah masuk ke line up debut, maka antusias penggemar meningkat dan pasti trending di berbagai media sosial dan platfrom yang membahas seputar dunia hiburan.

Saat ini trainees sedang menunggu di ruang tunggu, gedung ini dilengkapi fasilitas berupa ruang tunggu yang berjumlah 20 ruangan, membuat trainees bisa bebas memilih ruangan mana yang ingin digunakan.

Semua fasilitas ruangan di Secretmusic memiliki satu persamaan, yaitu tidak ada jendela, di sekelilingnya hanya ditutupi tembok, hal ini dilakukan karena tidak boleh ada identitas trainees yang bocor, sekecil apapun itu.

"Keluar dari sini silau pasti, gak ada jendela sama sekali." Jeven berbaring di atas sofa yang empuk.

"Iya, nanti keluar langsung dapet cahaya ilahi, seketat itu ternyata." Ujar Kenzi, "Di asrama jendelanya satu perkamar, itupun juga warna item, ruang latihan juga full kaca, gak ada jendela sama sekali, emang AZ Entertaiment itu konsepnya dark and mysterius gitu kah?"

"Setuju gue, Ken, mana warna gedungnya juga item lagi." Sambung Haikal, "Mungkin kalo debut konsepnya yang dark gitu, vampir mungkin, atau boy crush, kalo yang lucu-lucu gak mungkin sih menurut gue."

Mahen mendengarkan ocehan mereka dengan santai, ia baru menyadari kalau sedari tadi Azen, Naje, dan Juna hanya diam saja.

"Kalian bertiga kenapa?" Tanyanya.

"Gak apa-apa." Jawab Naje, "Gue.... cuman laper." Sambungnya.

Mahen reflek memijit alisnya, "Gue kira ada apaan, Je." Mahen berganti melirik Juna, "Kalo lo, Jun?"

"Gue ngantuk." Ujar Juna dengan tatapan kosong. Kemudian tiba-tiba kepalanya ditarik oleh seseorang, dia adalah Azen.

"Tidur aja, bentaran gak papa." Azen meletakkan kepala Juna di atas pahanya, tak butuh waktu lama, Juna terlelap dalam tidurnya.

"Lucu banget sih ni anak, kayak masih tk." Naje mengeluarkan ponselnya, jangan lupakan bahwa Naje sering mengambil foto teman-temannya, Naje sangat suka mengoleksi foto sebagai kenangan.

Setelah itu, ia akan memindahkan foto-foto itu ke flashdisk dan mencetaknya, barulah setelahnya Naje menempelkannya di album khusus miliknya.

"Lo kenapa Zen? Kok diem-diem aja?" Tanya Haikal.

"Emang biasanya diem gak sih?" Tiba-tiba Kenzi menyahut.

"Gue udah lama gak nge-gym, kangen sama tempatnya."

Jawaban Azen membuat mereka mengangguk, sekarang mereka memang jarang pergi ke tempat gym seperti biasa, karena sudah ada pelatih khusus olahraga yang disediakan oleh agensi, ruangan gym khusus juga tak lupa disediakan, ruangan itu berada di gedung asrama, lantai paling atas.

Tapi, memang yakin itu alasannya?

10 menit berlalu, suara yang terdengar dari speaker mengalihkan perhatian mereka.

Seven DreamersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang