Tandain typo~~
Hari yang dinantipun tiba, kelima siswa yang memutuskan untuk nengikuti audisi untuk menjadi seorang idola sedang menunggu giliran mereka.
Kenzi dan Jeven bilang, kalau mereka akan fokus sekolah saja, dan orang tua Jeven tidak mengizinkan untuk anaknya mengikuti audisi karena takut anaknya harus tidur bukan di rumah.
Sementara Kenzi memegang kalimat "Jeven gak ikut Kenzi juga gak ikut."
"Gue deg-deg-an banget." Naje berulang kali menarik napas kemudian membuangnya lagi.
Haikal sudah siap dengan apa yang akan dia tampilkan untuk audisi.
Ia sudah berusaha dan latihan keras untuk hari ini, dan ia yakin dengan usahanya selama ini akan membuahkan hasil.
Azen sedang sibuk mengangkat barbel seberat 7 kilo, katanya ini penting untuk audisi.
"Zen, ini bukan di gym, barbel nya lupain dulu kek." kata Juna.
"Gak mungkin kan lo audisi pake barbel segala." sambung Mahen.
"Dibilangin ini penting." Azen sama sekali tidak melepaskan barbel dari tangannya.
"Peserta nomor 20 silahkan masuk." bunyi microfon memasuki indra pendengaran mereka semua.
"Semangat, Hen, lo pasti bisa!" Ujar Naje memberikan semangat.
"Doain gue!" Mahen memasuki ruangan audisi, hari ini akan menentukan nasibnya nanti.
"Kalian jangan harap gampang buat lolos, AZ Entertaiment dikenal sama Artisnya yang berbakat, mereka pasti nyari Trainee yang bener-bener punya keterampilan." kata salah seorang peserta.
"Emang lo udah pernah ikut audisi?" Tanya Juna.
"Ini yang ke-30, gue bener-bener pengen banget masuk agensi ini."
"Semangat bro! Lo pasti bisa." Haikal menepuk-nepuk pundak peserta nomor 26 itu.
"Kalian jangan sampe gagal, siapa tau nanti kita bisa satu group."
Di dalam ruang audisi, Mahen membawakan lagu yang dia buat sendiri.
Selesai menyanyi, para juri bertepuk tangan menyaksikan penampilan Mahen.
"Lagu yang kamu nyanyikan luar biasa, tapi saya belum pernah dengar, kalau boleh tau lagu siapa itu?" Tanya salah seorang juri.
"Itu lagu yang saya buat sendiri." jawab Mahen.
"Kamu punya bakat luar biasa, ada kemampuan khusus yang kamu persiapkan?"
"Saya tidak tau, tapi saya cukup handal menyanyikan lagu rap"
"Menarik, silahkan mulai."
Mahen mulai menyanyikan musik rap dari lagu "Smootie" by NCT Dream.
"Baik, Mahen kamu boleh keluar, semoga hasilnya nanti bisa kamu terima ya."
"Baik, kalau begitu saya permisi." Mahen berjalan keluar dari ruang audisi.
Dikiranya akan menegangkan ikut audisi, ternyata biasa saja seperti menyanyi di cafe-cafe sebelumnya.
"Gimana, Hen? Sukses?" Tanya Naje.
"Gitu lah" jawab Mahen seadanya.
"Peserta nomor 21 silahkan memasuki ruangan." microfon memanggil peserta berikutnya.
"Yaampun habis ini gue, gue gugup banget lagi, tapi gue pd lolos, Juna kalo gue gak lolos lo jangan kecewa ya, jangan sedih juga." Haikal memeluk Juna erat-erat.
"SESEK GUE! LEPAS GAK!" Juna tidak bisa bernapas karena ulah Haikal, emang dasar si Haikal ini bikin Juna stress mulu.
"Kalo lolos ya bersyukur kalo gagal ya coba lagi, lagipula apa hubungannya coba sama gue?"
"Juna, lo itu kan bespren gue, jadi kalo gue sedih lo pasti juga sedih, apalagi pas gue sampe nangis lo pasti juga bakal ikut nangis."
"Lo nangis malah jadi hiburan buat gue." kata Juna.
10 menit berlalu, peserta nomor 21 ini memakan waktu yang lumayan.
"Gimana bro?" Tanya Naje.
"Parah, gue lupa lirik, gitar gue tiba-tiba senarnya putus, suara gue malah serak dan tangan gue gemeter terus." jawab peserta nomor 21.
"Gagal ya?" Bukan apa-apa, Naje hanya pemasaran maka dari itu ia bertanya.
Azen menyenggol lengan Naje, temannya satu ini kalo ngomong suka gak bisa di rem.
"Eh, sorry sorry gak maksud." Naje menyadari yang tadi ia katakan.
"Gak papa, mungkin takdir gue bukan bermusik."
"Bro, ayo kita nangis bareng." Haikal menepuk pundak nomor 21 dan memeluknya, mereka menangis bersama.
Bedanya peserta nomor 21 benar-benar mengeluarkan air mata, sedangkan Haikal suaranya keluar tapi air matanya gak jatuh-jatuh.
"Peserta nomor 22 silahkan masuk ke ruangan."
"Udah ngedrama-nya, gue mau audisi." Haikal langsung mengubah ekspresi wajahnya, ia harus bersungguh-sungguh untuk audisi ini.
Jika Haikal audisi dengan pede maksimal dan suara yang merdu serta kemampuan dance yang baik.
Naje audisi dengan menunjukkan beberapa bakat rap juga kemampuan menari yang bagus.
Juna audisi dengan suara indah yang mampu menyihir semua juri.
Yang satunya, si Azen audisi nyanyi dan rap sambil ngangkat barbel, memperlihatkan kekuatannya.
Katanya supaya suaranya stabil dan Azen lebih percaya diri, itu bakat yang ditunjukkannya supaya berbeda dari yang lain.
Karena berbeda itu indah ya gess ya, kecuali yang kita gak bisa bersatu karena beda agama.
*SEVEND*
👋🏻👋🏻 Yeorobun Annyeong 👋🏻👋🏻
Gimana sama Sedre part 2? 🤔
Semoga suka yaa 🥰
Jangan lupa vote and komen 😆
Babay 👋🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Seven Dreamers
Dla nastolatkówTentang 7 lelaki yang berusaha meraih mimpi menjadi seorang idola dalam sebuah boy band Lolos gagal itu biasa Naik turun itu tak mungkin tak ada Berhasil atau tidak itu.... tergantung diri sendiri Namun, ditengah perjuangan mereka ada sebuah rahasi...
