Hilang - 42

234 42 17
                                        

Jangan lupa vote sebelum baca🖤
.
.
.

"Makasih, Mas."

Sandy tak menjawab, laki-laki itu tetap memasang wajah datarnya sembari mengambil plastik yang di berikan kasir barusan. Setelah itu, Sandy pun berlalu keluar dari toko pembelanjaan tersebut. Berjalan dengan santai, membuka lalu meneguk minuman kaleng yang baru saja ia beli tadi.

Tatapannya lurus ke depan, sesekali ia menoleh ke sana-sini melihat pejalan kaki yang ada di sebelahnya dan beberapa pengendara yang berlalu lalang.

Suasana siang itu tidak terlalu panas, sejak beberapa hari ini hujan terus mengguyur kota ini saat malam. Namun, saat siang matahari sama sekali tidak memperlihatkan cahayanya yang bisa membuat orang terus mengeluh sepanjang hari. Begitu pun dengan Sandy, ia mengingat bagaimana kesalnya Olive saat dia terus mendatangi perempuan itu. Terutama saat ia sedang mabuk.

Olive tidak menyukai aroma alkohol yang menyengat dan Olive tidak suka jika Sandy terlalu banyak tanya, perempuan itu akan membentaknya atau bahkan memarahinya saat Sandy terus bertanya. Dengan raut wajah yang menggemaskan, Sandy tidak berhenti untuk tidak membuat perempuan berambut sebahu itu marah.

Namun, semua itu sudah berlalu.

Olive benar-benar sudah menemukan penggantinya, bahkan Olive mengajak laki-laki itu ke acara pernikahan Sandy kemarin. Benar-benar merusak suasana hatinya. Bagaimana bisa laki-laki itu dengan bangganya menyebut bahwa dia adalah kekasihnya Olive? Apa dia tidak tahu bahwa Sandy lah orang pertama yang menjadi kekasih hatinya Olive? Bahkan, Sandy adalah orang pertama yang mengecup lembut bibir perempuan itu.

Sandy pun tak menyangka dengan sebuah fakta yang Olive ucapkan kemarin. Bahwasanya Adiba adalah adiknya, Olive memaksa Sandy untuk menerima Adiba menjadi istrinya. Jika bukan karna Olive, Sandy akan kabur sejauh mungkin agar ia bisa terlepas dari kehidupannya yang gila ini.

Beberapa hari setelah pernikahan itu berlangsung, Sandy sama sekali tidak pernah mau tidur sekamar dengan Adiba. Dia memilih pergi ke rumah Galang lalu kembali jika ia ingin, melihat wajahnya saja Sandy tidak sudi.

Di saat berketepatan, Sandy juga sama sekali tidak pernah lagi bertemu dengan Olive. Perempuan itu benar-benar menghilang. Sandy pun nekat bolak balik ke kos perempuan berambut sebahu itu untuk memastikan keadaanya, namun sayang, Olive telah pindah dari kos itu. Sandy mencoba untuk bertanya kepada Arga, tapi laki-laki itu tidak meresponnya, bahkan Arga tidak tahu ke mana Olive. Galang pun sama, laki-laki itu hanya mengedikan kedua bahunya dan pergi meninggalkan Sandy. Terlebihnya lagi dengan Bayu, bahkan jawaban dari Bayu menambah amarah untuk Sandy. "Lo lupa dia udah punya pacar? Bosnya sendiri malah, siapa tau dia udah di beliin apartemen sama pacarnya, 'kan? Emang lo, modal burung doang?"

Setelahnya sampai di rumah Galang, Sandy pun masuk dengan santai. Namun, sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah itu, Sandy melempar kaleng ke dalam tempat sampah, kaleng yang tadi berisikan minuman tapi sudah ia teguk habis. Laki-laki bertubuh tinggi itu pun mendorong pintu rumah tersebut, Sandy menghentikan langkahnya ketika melihat Adiba yang duduk di sofa depan sana.

Kedua bola mata Sandy berputar malas, dengan langkah kaki yang mendadak berat laki-laki itu melangkah maju. Tepat saat Sandy sudah berdiri di samping sofa itu, Adiba menoleh dan mendongak cepat melihat Sandy.

"San—"

"Apaan? Ngapain ke sini, sih?" tanya Sandy dengan cepat.

HilangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang