18 | Villain

6.3K 779 72
                                        


Setelah pamit pada Laverna untuk mencari pekerjaan didampingi oleh Chris, Alizeh yang sebenarnya berbohong kini berada dalam kereta kuda menuju tempat tinggal orang tua kandung Chris.

Dihadapannya pria tanpa ekspresi itu duduk tegap, sedari tadi pandangannya tak lepas dari Alizeh seakan ada sesuatu yang disembunyikan karena biasanya pria itu selalu memandang keluar jendela dan enggan bersitatap dengannya.

'Aku tahu ini. Kau merencanakan sesuatu yang jahat kepadaku.'

Mudah sekali bagi Alizeh untuk mengetahuinya. Baru berpikir seperti itu tiba-tiba saja kereta kuda berhenti padahal tujuan mereka masih jauh dan lagi posisi mereka saat ini berada ditebing curam.

"Tuan, saya rasa poros kereta kudanya mengendur. Mohon beri saya beberapa saat untuk memperbaikinya." Ucap sang kusir.

"Ya, kau bisa memperbaikinya. Kami akan turun." Balas Chris mengangguk lalu lebih dulu turun dari kereta kuda disusul oleh Alizeh yang masih menatap pria itu dengan sorot curiga.

"Apa?" Tanya Chris kala menyadari tatapan Alizeh terus tertuju padanya.

Tanpa menjawab pertanyaan Chris, Alizeh melepas ikatan pita gaun yang mengikat pinggangnya. Mengambil  bagian kanan pita itu lalu mengikatkannya ke pergelangan tangan Chris. Simpul ikatan mati yang hampir mustahil untuk dibuka, Alizeh mempelajarinya dari Eros.

"Apa yang kau lakukan?" Chris terlihat kaget, dia tak menyangka Alizeh tiba-tiba mengaitkan diri padanya.

"Aku tahu," Alizeh menghela nafas kasar kemudian mendongak. "Kau akan melemparku ke jurang."

"Kau mulai lagi." Balas Chris berkilah padahal aslinya benar. Ia berniat melempar Alizeh ke jurang saat gadis itu lengah, tetapi rencana itu telah gagal sebelum di mulai.

"Kalau begitu aku hanya jaga-jaga saja."

"Lepaskan ini," pinta Chris seraya menarik pita Alizeh yang melingkar dipergelangan tangannya namun sulit ia lepas.

"Seharusnya kau tidak masalah dengan ikatan itu kalau kau memang tidak akan melakukan yang kutuduhkan padamu." Celetuk Alizeh menanggapi permintaan Chris.

"Ini konyol, Alizeh. Kau tidak bisa mempermainkan permainan anak-anak seperti ini--"

"Maka aku benar, kan? Kau akan mendorongku ke jurang." Potong Alizeh tersenyum manis, membuat Chris makin terpojok.

Pria itu lantas mengibas tangannya, menghentikan segala upaya untuk melepaskan pita gaun Alizeh yang melingkar di sana.

"Baiklah. Sekarang kau puas? Aku tidak berniat mendorongmu ke jurang." Bohong, Chris berniat melakukan itu sedari awal makanya ia meminta kusir yang mengendarai kereta kuda berpura-pura berhenti saat mereka sampai di jalan tepi tebing.

"Lebih baik."

Chris meringis tanpa suara, upayanya untuk menghilangkan gadis itu telah gagal. Selang beberapa menit sang kusir mendatangi mereka dan mengatakan poros roda sudah dikencangkan kembali. Mau tidak mau Chris dan Alizeh kembali duduk di dalam untuk melanjutkan perjalanan.

Setidaknya Chris jujur mengenai tempat yang mereka tuju, ia tak mengarang alamat rumah keluarga kandungnya dan sekarang ia akan benar-benar mendatangi tempat itu.

"Ada apa, Kak Chris? Wajahmu terlihat pucat." Alizeh bertanya sambil tersenyum manis, senyum yang benar-benar sukses membuat Chris terganggu sebab Chris tahu kalau senyuman Alizeh palsu.

"Sesuatu terjadi?"

Chris menggeleng. "Aku melewatkan sarapan." Kini ia dan Alizeh duduk bersebelahan karena gadis itu mengikat pergelangan tangannya.

A Little Sister Guide Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang