Kecewa dengan sikap Caleb, Alizeh meninggalkan lelaki itu sendiri di dalam penjara tertuduh. Biarkan saja, sudah jelas itu salahnya karena tak bisa menahan diri untuk tak mendatangi Isadora padahal sebelumnya mereka sudah menghabiskan banyak waktu bersama di motel entah melakukan apa saja.
Bukannya merasa kasihan, Alizeh justru kesal dan menganggap Caleb pantas mendapatkannya.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang, hm?" Sebuah tangan menarik Alizeh tepat sebelum ia melangkah keluar dari lorong penjara.
Tangan yang sama berhasil membuat punggungnya tersudut menyentuh dinding. Pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Chris itu nampak antusias menanti jawaban dari gadis dihadapannya.
"Apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan saudaramu?" Tanyanya mengulang.
"Tidak ada." Jawab Alizeh santai.
Kening Chris berkerut, sepasang alis tebal miliknya ikut bertaut. "Tidak mungkin tidak ada. Katakan, kau akan lakukan apa untuk menyelamatkan keluargamu?"
"Tidak ada." Masih jawaban yang sama, Alizeh membubuhkan senyum ejekan singkat secara khusus untuk sang kakak tertua. "Kau senang sekarang?"
"Apa maksudmu aku merasa senang?" Sahut Chris menyangkal, malahan ini tidak menyenangkan sama sekali saat tahu Alizeh tidak lakukan apapun untuk menyelamatkan Caleb.
"Bukankah kau tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada keluarga sempurnamu, Alizeh?" Seolah ingin mengingatkan Alizeh pada kata-katanya sendiri, Chris menegaskan. "Semudah itukah kau menyerah?"
"Kau mau aku apa?" Alizeh mendorong lepas tangan Chris dari lengan atasnya. "Menjilat kakimu?"
"Selamatkan keluarga sempurnamu itu!" Desis Chris memaksa.
"Aku tidak mau." Tolak Alizeh mentah-mentah. "Aku lebih baik mencongkel mataku sendiri daripada menyelamatkan Caleb untuk menyenangkanmu."
"Kau--"
"Chris, Alizeh..." Laverna yang datang terkejut ketika mendapati kedua anaknya sudah lebih dulu berada di lorong menuju penjara. "Kalian sudah menemui Caleb?"
Spontan Chris menarik diri dari Alizeh, ia mundur beberapa langkah lalu memasang wajah polos pada Laverna saat menjawab. "Belum Ibu, aku berpapasan dengan Alizeh jadi aku bertanya maukah dia ikut mengunjungi Caleb bersama."
"Aku sudah dapat izinnya." Ujar Laverna. "Kita bisa menemui Caleb sekarang."
Bukan rahasia umum lagi kalau Laverna sangat menyayangi tiap anak dari keluarganya, meski tak ada satupun dari mereka yang terlahir dari rahimnya. Maka dari itu bila sesuatu tak terduga terjadi seperti sekarang, hal buruk menimpa Caleb sementara disisi lain Laverna tahu Caleb tidak akan bisa mengatasinya sendiri semudah Alizeh kembali sebelum 24 jam dari tiap penculikan sukses membuat hati Laverna hancur.
Wanita itu menangis diluar sel sambil mengulurkan tangannya ke dalam melalui sela jeruji besi untuk menangkup wajah Caleb.
"Nak, bagaimana ini bisa terjadi padamu? Yang dikatakan oleh Raja itu benar?"
Caleb menggeleng. "Aku tidak melakukannya, Bu. Aku bersumpah padamu, aku tidak pernah menyentuh Isadora lebih dari ciuman."
Deg!
Laverna tertegun. "Itu artinya kalian punya hubungan?" Isak tangis wanita itu berhenti seketika. "Kalian menjalin hubungan diam-diam?"
Tahu dirinya salah, Caleb meminta maaf. "Ibu, aku bersalah untuk hubungan diam-diam itu. Tapi, aku tidak pernah menyentuh Isadora, Bu."
"Raja bilang hukuman terberat akan dijatuhkan padaku segera setelah Isadora memberi kesaksian, aku harus bagaimana Bu?"
Laverna mengusap lembut pipi basah Caleb, mencoba menenangkan putranya meski dirinya sendiri dilanda badai besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasía⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
