"Eros sakit!" Alizeh meringis saat Eros kembali mengendalikan tubuh Chris sepenuhnya dan marah saat tahu Alizeh berciuman dengan Chris.
"Aku... Aku tidak tahu kalau itu bukan kau, aku tidak tahu!" Sedari tadi Alizeh mencoba membela diri, Eros memang romantis tetapi cenderung sadis.
"Bagaimana bisa kau tidak mengenaliku, Alizeh?" Eros mendecih samar, bukannya mengendur cengkramannya pada pergelangan tangan Alizeh malah tambah kuat sampai permukaan kulit gadis itu memerah. "Kau tidak bisa mengenaliku meski kita sudah bersama cukup lama? Itu masih kurang bagimu?"
"Aku minta maaf, okay?" Memilih mengalah, nyatanya tidak membuat emosi Eros mereda.
"Alizeh, kau..." Pria itu geram sekali, emosinya membludak. Ia mendorong Alizeh ke sudut hingga punggung gadis itu terbentur cukup keras ke dinding.
"Eros, kau menyakitiku." Sambil memeluk dirinya sendiri, Alizeh menepis sentuhan Eros. "Kau menyakitiku!" Serunya mengulang kalimat yang sama.
Seolah beberapa detik lalu dirinya termasuk setan, Eros berkedip cepat saat menyadari apa yang sudah ia perbuat menyakiti fisik Alizeh.
"Maafkan aku, Alizeh. Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya kesal saat tahu kau dan pria bernama Chris itu--"
"Kau bahkan mencium menggunakan bibirnya juga." Desis Alizeh memotong perkataan Eros. "Bagaimana aku bisa membedakannya!?"
"Alizeh, jangan marah..." Bujuk Eros mencoba mengakhiri situasi panas antara ia dan gadis itu. "Aku bersalah, okay? Aku minta maaf karena..." kata - katanya menggantung disana saat tatapnya menyorot ke arah pergelangan tangan Alizeh yang memerah akibat ulahnya.
"Aku minta maaf," lirih Eros menyesal.
Perbandingan yang jelas terpampang nyata dihadapannya. Eros yang menyakitinya karena cemburu dan Chris yang baru saja mempertaruhkan nyawanya sendiri karena tidak ingin Alizeh terluka.
Eros memang benar menyukainya, menyayanginya, mencintainya dalam hubungan tanpa status. Tetapi, Chris yang mencoba menerima dirinya sendiri sebagai bagian dari keluarga ini dan melakukan tugasnya sebagai seorang kakak rasanya egois kalau Alizeh melenyapkan jiwa pria itu.
"Alizeh, kau dengar aku?" Eros khawatir, ia guncangkan bahu Alizeh sampai fokus gadis itu kembali padanya. "Kau sudah memaafkanku, kan?"
"Iya."
"Beritahu aku apa kau sudah menemukan cara bagiku untuk memiliki tubuh ini sepenuhnya?"
"Aku tidak tahu."
Cengkraman Eros pada bahu Alizeh mengencang. "Kau mencari tahu atau tidak!?" Ia desak gadis itu mengatakan kejujuran sekarang juga.
"Eros, kau menyakitiku lagi..." Ringis Alizeh, mencoba melepaskan tangan Eros darinya. Pria itu benar-benar membuat Chris terlihat kotor.
"Aku butuh tubuh ini, Alizeh."
"Aku tahu itu..." Alizeh kesakitan, ia coba mendorong Eros tetapi kalah kuat dari tenaga pria itu. "Sekarang lepaskan aku dulu, kumohon?"
Eros berdecak. "Baiklah, sudah?" Ia melepaskan tangannya dari bahu Alizeh dan berbalik menjauh.
Niatnya untuk berjalan mondar-mandir sambil berpikir, sama sekali tidak menduga kalau Alizeh akan mengambil vas besar didekatnya lalu memukul bagian belakang kepalanya dengan vas tersebut.
BUGH! -- rasa sakit menjalar dari bagian belakang kepalanya ke depan bersama dengan sensasi sengatan listrik yang menghantarkan denging panjang di telinganya.
Eros memegangi kepalanya sambil bersimpuh, meringis kesakitan dan tak menyangka kalau Alizeh tega melakukan itu padanya.
"Belum pingsan ternyata." Gumam Alizeh sesaat sebelum memukulkan vas dari bahan tanah liat tebal itu ke kepala belakang Eros sampai pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasía⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
