Dua bulan waktu yang diperlukan bagi Chris untuk benar-benar sembuh. Selama dua bulan juga Eros tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaannya dan Alizeh tahu Eros tidak muncul karena tahu mengenai percakapannya dengan Chris dua bulan lalu, saat dirinya memilih jujur dan mengatakan cerita tidak masuk tapi nyata pada pria itu.
"Alizeh, kau sudah siap?" Caleb dari arah pintu kamar Alizeh yang terbuka menyembulkan kepalanya. "Ibu dan Ayah sudah tidak sabar melihatmu."
Alizeh dalam balutan gaun merah muda cantik yang berbanding terbalik dengan kepribadiannya menoleh ke arah sumber suara.
"Sudah waktunya?"
Caleb mengangguk. "Kau tidak mau terlambat naik kapal pesiar setelah acara debutante bersama Putri Mahkota, kan?"
Raja bersikeras meminta Alizeh debutante bersama dengan Putrinya--Claire, di istana sebagai bentuk penebusan setelah memenjarakan Caleb selama tiga hari. Itu pun sebenarnya Caleb bebas karena matinya Isadora. Korban mati sama dengan kasus ditutup.
Sampai hari ini Charles masih berusaha menemukan dalang dari orang-orang berpakaian serba hitam yang menyerang Alizeh dan Chris dua bulan lalu namun nihil, pria itu tidak menemukan bukti apapun yang mengarah pada orang yang sangat ia curigai.
"Alizeh?" Caleb menegur lagi, kali ini lelaki itu melangkah masuk ke kamar Alizeh dengan kekaguman yang jelas di matanya. "Kau sangat cantik, tidak terlihat seperti seseorang yang mampu membunuh seekor lalat."
"Aku bisa membunuhmu."
"J-jangan!" Larang Caleb tegas, langsung menampilkan deretan gigi rapihnya melalui senyuman. "Aku hanya sedikit berlebihan dalam memuji, tapi itu benar. Kau terlihat bertambah dewasa. Kurasa karena kau memakai warna merah muda, itu cocok untukmu yang kejam."
"Maksudku--ah, lupakan saja." Lelaki itu menyerah pada kata-katanya sendiri lalu merangkul lengan Alizeh layaknya seorang kakak yang baik dan akrab dengan adik perempuannya.
Seorang kakak laki-laki yang punya hubungan normal dengan adik perempuannya meski tidak ada ikatan darah setetes pun.
"Jadi, berapa targetmu?" Celetuk Caleb, memecah hening selagi menuju anak tangga.
"Target?" Sahut Alizeh menoleh ke arah kakak lelakinya itu yang masih belum kapok dengan hal-hal berbau romansa, pengecualian untuk kekasih.
Caleb memutuskan tidak akan pernah menjalin hubungan dengan perempuan mana pun lagi. Tetapi, biasanya manusia suka sekali mengingkari kata-katanya sendirikan?
"Putra seorang Count, Viscount muda, atau dari kalangan ksatria?"
"Kau harus berhenti mengatakan omong kosong." Balas Alizeh masih sempat menasehati.
Caleb menyengir. "Aku hanya mendadak jadi bersemangat membayangkan betapa ramainya orang-orang yang datang mengingat dengan kesadaran penuh aku memutuskan tidak melakukan itu."
"Kau masih trauma," Alizeh mengangguk-angguk. "Tidak perlu buru-buru, tersiksalah karena trauma itu."
"Kejamnya..." Tanpa merasa tersinggung, Caleb tersenyum dan mempersilakan Alizeh berjalan di depannya. "Adik perempuan lebih dulu."
Di penghujung tangga Alizeh bisa melihat Nael yang berdiri seolah menantikan dirinya turun untuk menyapanya lebih dulu dibandingkan anggota keluar lagi walau pada dasarnya Caleb tetap menjadi yang pertama menyapa Alizeh dan melihatnya dalam balutan gaun merah muda cantik.
"Semoga berhasil." Ucap Nael berbisik tepat saat Alizeh berjalan melewatinya, ia tidak menghentikan gadis itu.
Sekilas Alizeh menoleh dan menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Nael dan terus melangkah menuju teras depan rumah tempat dimana semua orang menunggu dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasy⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
